Jumat, 14 Februari 2020

Libur Pemilu 17 April, Reservasi Hotel di Pangandaran Tinggi

Libur pemilu 17 April 2019 yang diikuti long weekend dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur. Di Pangandaran, reservasi hotel mulai berdatangan.

Sales and Marketing Manager Hotel Horison Palma Pangandaran, Ratih Anggraini menginformasikan, reservasi di hotelnya pada 17 hingga 21 April tercatat sudah di atas 50 persen.

Ratih menyampaikan, seperti sebelumnya, libur hari pencoblosan dimanfaatkan warga kota yang pulang kampung di sekitar Pangandaran untuk berlibur. Sebagian lainnya, kata Ratih, memang menyengajakan untuk plesiran ke Pangandaran, baik pada tanggal 17 maupun pada akhir pekan setelahnya.

"Reservasi sebagian mulai tanggal 17 (April). Banyak dari sekitar Priangan Timur," ujar Ratih kepada detikcom, Senin (18/3/2019).

Untuk mengoptimalkan penjualan pada momen tersebut, Ratih mengaku menyiapkan promo khusus 'Paket Pemilu' dengan penawaran kombinasi kamar dan makan-minum.

Selain hotel, reservasi tur wisata juga mulai padat. Pemilik agensi tur Pangandaran Wisata Seru Ipik Taupik menyampaikan, perusahaannya telah mendapat reservasi untuk tanggal 18-19 April.

"Kita ada rombongan corporate dari Semarang," kata Ipik.

Kepala Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin berharap, momen libur pemilu dan long weekend bisa mendongkrak kunjungan ke Pangandaran yang mengalami penurunan dalam satu-dua bulan terakhir.

"Prediksi kita memang akan ramai, apa lagi kita siapkan juga event-event, ada event motor, sepeda, dan lain-lain," ujar Undang.

Selain libur pemilu yang jatuh pada 17 April (Rabu), terdapat juga tanggal merah hari raya Jumat Agung yang jatuh pada pada 19 April (Jumat).

Tahun ini, libur pemilu 17 April (Rabu) disusul libur hari Jumat Agung pada 19 April (Jumat). Bagi mereka yang memilih cuti pada 18 April, maka tersedia lima hari untuk berlibur, mulai 17 April hingga 21 April. 

Musim Hujan, Traveler yang ke Dieng Diimbau Jalan alternatif

 Liburan ke Dieng pada musim hujan, traveler diminta untuk menggunakan jalur alternatif. Alasannya, ada potensi longsor di jalur utama Banjarnegara-Dieng.

Material tanah longsor di jalur utama Banjarnegara Dieng kini sudah bisa dilewati kendaraan. Namun, wisatawan diimbau tetap waspada dan memilih jalur alternatif lain saat turun hujan. Mengingat kondisi tanah tersebut masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, akses Banjarnegara - Dieng di tanjakan Sikelir masih berpotensi terjadi longsor. Mengingat kondisi tanah labil, dan kemiringan hingga 80 derajat.

"Saat ini akses wisata ke Dieng sudah bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. Tetapi, kondisi tanah masih labil dan kemiringin sampai 80 derajat. Selain itu, di lokasi longsor juga tadi ada rekahan tanah meski sekarang sudah ditutup warga," terangnya saat dihubungi detikcom, Senin (18/3/2019).

Untuk itu, ia mengimbau agar wisatawan memilih jalur alternatif lain jika turun hujan. Misalnya, dari Kecamatan Karangkobar mengambil arah Kecamatan Pejawaran. Selain itu juga bisa dari Banjarnegara ke Madukara-Pagentan kemudian Pejawaran dan Dieng.

"Kalau hujannya masih tinggi sebaiknya lewat jalur lain. Yang penting kewaspadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Pihaknya juga akan memasang papan himbauan terkait kondisi daerah rawan tanah longsor. Hal ini untuk memudahkan wisatawan dari luar daerah untuk lebih berhati-hati.

"Kami akan memasang papan himbauan agar pengendara yang melintas bisa lebih berhati-hati," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar