Jumat, 14 Februari 2020

Makam Raja-raja Imogiri Ambrol, Wisatawan Dilarang Naik

Banjir dan tanah longsor di ikut merusak tempat wisata di Bantul. Makam Raja-raja Imogiri ambrol dan dibatasi sementara dari kunjungan wisatawan.

Akibat bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Bantul membuat tempat wisata minat khusus, makam raja-raja mataram di Imogiri ditutup sementara. Selain itu pengunjung hanya diperbolehkan berada di bangsal depan Masjid Kagungan Dalem.

Sujiman (60), warga Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul menjelaskan penutupan akses menuju area makam karena bangunan sisi timur makam tersebut ambrol. Namun penutupan akses hanya dilakukan sementara.

"Ditutup dari jam 10 pagi sampai 1 siang tadi. Sebenarnya boleh naik (ke tangga menuju area pemakaman), tapi nggak boleh masuk ke dalam (area pemakaman). Tadi kami sarankan pengunjung untuk berada di bangsal Masjid saja," ujarnya saat ditemui di pintu masuk makam raja-raja Mataram Imogiri, Senin (18/3/2019).

Lanjut pria yang juga seorang abdi dalem ini, bahwa makam raja-raja Mataram Imogiri sebagai tempat wisata sejarah hanya bisa dimasuki di hari-hari tertentu saja, seperti hari Minggu, Senin dan Jumat. Sebenarnya untuk kunjungan setiap hari, namun di luar ketiga hari itu tidak akan diantar oleh abdi dalem, sehingga tidak diperkenankan memasuki area makam tersebut.

"Kalau hari biasa tidak tentu, tapi paling ramai saat Suro, Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon biasanya," ucapnya.

Lebih lanjut, untuk mencapai area pemakaman pengunjung dapat masuk melalui pintu utama atau dapat langsung masuk dari pintu sisi timur. Selain itu, untuk masuk dari pintu utama pengunjung harus menapaki 400 anak tangga yang menjulang ke atas.

"Banyak bagian di atas itu (area makam), ada makam raja-raja Mataram seperti Sultan Agung sampai Sri Sultan HB IX, dan dari Kasultanan Surakarta juga dimakamkan di sini," katanya.

Untuk masuk dan mengunjungi makam tersebut, wisatawan tidak dikenakan tarif khusus. Hanya saja tersedia kotak amal di depan tangga menuju area pemakaman.

"Kalau biaya masuk bayar seikhlasnya mas, nanti uangnya masuk ke takmir Masjid Kagungan Dalem untuk selanjutnya dikelola," katanya.

Sujiman menambahkan, ambrolnya bangunan di kompleks makam raja-raja Mataram Imogiri dengan skala besar baru terjadi kali ini. Menurutnya hal itu karena bangunan di sisi timur, tepatnya bangunan calon makam Sri Sultan HB X masih tergolong bangunan baru.

"Makam ini ada sejak tahun dahulu dan baru kejadian ambrol besar (bangunan sisi timur makam) pertama kali ini. Semoga ke depannya tidak terulang lagi," pungkas Sujiman.

Boyolali Longsor, Jalur Wisata ke Magelang Masih Aman

Curah hujan tinggi mengakibatkan longsor di Kecamatan Selo, Boyolali. Namun jalur wisata ke Magelang masih aman.

Bahkan, jalur wisata Solo - Selo- Borobudur (SSB) sempat tertutup tanah longsor di sejumlah tempat di wilayah Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali. Namun warga dan petugas langsung bergerap cepat untuk menyingkirkan material tanah yang menutup jalan.

"Memang jalur SSB sempat tertutup longsor, namun sekarang sudah disingkirkan dan sudah bisa lewati kendaraan roda empat," kata Wakapolsek Selo, Iptu M Zaini, disela-sela mengecek tanah longsor di wilayahnya Senin (18/3/2019) kepada detikcom.

Jalan Boyolali - Magelang, merupakan jalur wisata yang melewati diantara gunung Merapi dan Merbabu. Sejumlah destinasi wisata ada di wilayah Kecamatan Selo, Boyolali maupun di Magelang. Di jalur ini juga ada melewati destinasi wisata Ketep Pass di Kabupaten Magelang.

Menurut Zaini, di jalur SSB wilayah Kecamatan Selo sedikitnya ada 6 titik tanah longsor. Empat titik longsor kecil dan dua titik longsor cukup besar. Material tanah sebagian sempat menutup akses jalan. Namun, sudah berhasil disingkirkan dan jalan bisa dilewati lagi.

Hanya saja, pengguna jalan harus tetap hati-hati karena jalan di lokasi longsor licin. Melintasnya juga harus bergantian karena jalan menyempit akibat longsoran tanah yang masih menumpuk di pinggir jalan.

Pihaknya mengimbau kepada warga, khususnya pengguna jalan yang melintasi jalan Boyolali - Magelang untuk hati-hati dan waspada. Pasalnya, saat ini musim penghujan dan di kanan kiri jalan sebagian berupa tebing tinggi yang rawan longsor.

"Kami mengimbau kepada mayarakat khususnya yang ada di wilayah Selo, yang sering terjadi tanah longsor, untuk supaya berhati-hati dan waspada, karena sekarang adalah musim penghujan. Utamanya juga pengguna jalan, warga dari luar daerah dari Solo ke Magelang atau Magelang ke Solo untuk supaya berhati-hati melalui jalur SSB," imbau Zaini.

Sementara itu pelaku wisata di Selo, Dayang Nevia Afriansari, mengatakan jalan menuju lokasi wisata di Selo, sejauh ini masih aman. Wisatawan bisa menuju sejumlah destinasi wisata di Selo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar