Rabu, 12 Februari 2020

Pengunjung Bugil Kedapatan Keliling Museum di Rusia

Tak sedikit dijumpai traveler yang nyentrik di galeri atau museum. Di Rusia, ada seorang pengunjung bugil yang keliling melihat pameran seni.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Senin (25/3/2019), peristiwa itu diketahui terjadi di Galeri Trestyakov yang tersohor di Moskow, Rabu lalu (20/3) seperti diberitakan media The Art Newspaper.

Dalam rekaman kamera CCTV yang ada di dalam galeri, ada seorang pengunjung yang tampak tengah mengagumi karya seniman Mikhail Vrubel. Tiba-tiba di depannya, ia malah menanggalkan pakaian dan bugil begitu saja.

Pihak pengurus galeri pun belum berhasil menemukan identitas pria tersebut. Hanya saja, pria itu dianggap sebagai seniman kontemporer yang tengah mementaskan pertunjukan. Membuatnya tak dapat disanksi.

Pada akhirnya, pengunjung yang kedapatan bugil itu lolos dari museum tanpa hambatan. Meski begitu, publik pun dibuat bertanya-tanya.

Si pelaku pun tidak melakukan perusakan, hanya meninggalkan bajunya saja di dalam galeri. Ada-ada saja!

Ada Gelar Adat dan Rumah untuk Jokowi di Hutan Karet Belanda

Pepohonan karet menjulang tinggi, akar dan rantingnya tumbuh besar dan menjuntai bak beringin. Di bawahnya, rumah-rumah adat berderet.

Senin (4/3/2019) suasana hutan kota di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ini basah karena hujan. Dedaunan jatuh dari pohon karet usia ratusan tahun.

Ini adalah kebun karet peninggalan perusahaan perkebunan Hindia Belanda bernama Batjan Archipel Maatschappij (BAM) yang dulu mengontrak lahan Kesultanan Bacan sejak 1881. Pohon-pohon karet ini bukan untuk disadap getahnya, melainkan untuk menjaga lingkungan kota.

Titian kayu menyambut langkah menuju Taman Budaya Saruma yang ada di dalamnya. Rumah adat Suku Bacan terlihat asri. Atap rumah panggung kayu ini melengkung seperti perahu. Halamannya bertahtakan batu-batu hijau mengarah ke teras dengan meja dan kursi yang tertata.

Di deretan seberang, berjejer rumah adat Minangkabau, Madura, Gorontalo, Bugis, dan banyak lagi jenis lainnya. Jalur pejalan kaki mengarah sampai pojok.

Ada rumah Joglo berhalaman luas. 10 Anak tangga berakhir di pagar teras berbahan kayu. Ukir-ukiran khas Jawa dengan detail dedaunan mendominasi arsitekturnya.

Di teras dalam yang bersih dan luas, ada meja marmer dikelilingi banyak kursi. Penataan seperti ini cocok untuk rapat orang-orang penting yang singgah. Di dindingnya, terpasang foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lengkap dengan gambar Garuda Pancasila di tengah. Di bagian belakang terlihat tandon air dan instalasi penyejuk udara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Helmi Surya Botutihe menjelaskan, ini adalah rumah yang disiapkan untuk Presiden Jokowi. Namanya adalah Rumah Solo.

"Rencananya Pak Presiden mau berkunjung ke sini pada 2017 untuk membuka Widi International Fishing Tournament," kata Helmi.

Turnamen memancing di kawasan wisata Halmahera Selatan itu sedianya dibuka Jokowi pada 25 Oktober 2017. Rumah Solo itu disiapkan sebagai tempat menginap Jokowi

"Tapi saat itu Pak Presiden berhalangan. Akhirnya Pak Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan yang membuka acara itu," kata Helmi. Rumah Solo di hutan karet Belanda Pulau Bacan tak jadi ditempati Jokowi.

Rumah-rumah adat termasuk Rumah Solo itu bisa disewa siapapun. Taman Budaya Saruma bisa menjadi tempat menginap wisatawan. Tarif sewa untuk satu rumah semalam adalah Rp 500 ribu. Fasilitasnya adalah AC, kamar mandi dalam, hingga televisi.

Gelar Adat

Jogogu (Perdana Menteri) Kesultanan Bacan, Datuk Alololong Harmain Iskandar Alam, berkelakar soal Rumah Solo itu. Dia khawatir bila Jokowi benar-benar datang maka Jokowi bisa bosan.

"Bagaimana ini orang Jawa disuruh tinggal lagi di rumah Jawa? Seharusnya disediakan lah rumah adat Bacan. Untung saja Pak Jokowi tidak jadi datang. Kalau Pak Jokowi datang dia bisa bosan di sana," kata Harmain sambil tertawa, di Keraton Kesultanan Bacan.

Pada dua tahun lalu itu, Kesultanan Bacan juga mempersiapkan upacara pemberian gelar kebangsawanan untuk Jokowi. Busana adat bahkan sudah dipersiapkan di Jakarta supaya ukurannya pas di badan Kepala Negara itu.

"Kemarin itu sudah kita persiapkan untuk pemberian gelar kebangsawanan Bacan," kata Harmain.

Namun karena Jokowi tak jadi datang, maka upacara pemberian gelar kebangsawanan Bacan tidak jadi digelar. Apa nama gelar yang hendak diberikan untuk Jokowi?

"Ya masih rahasia," kata Harmain sambil tertawa.

Bila saja Jokowi datang lagi dan gelar itu perlu diberikan, maka Kesultanan bakal mempersiapkan lagi upacaranya. "Sekarang kalau beliau datang dan perlu kita berikan, ya kita berikan," kata Harmain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar