Ada banyak kemungkinan yang bisa membuat jumlah sperma sedikit. Secara tidak sadar, aktivitas atau kebiasaan sehari-hari yang kamu lalui bisa menjadi penyebabnya.
Misalnya gaya hidup buruk seperti merokok hingga timbul rasa stres terus menerus. Agar tak berlarut-larut, catat lima kebiasaan yang mungkin menjadi faktor jumlah sperma sedikit, dikutip dari Boldsky.
1. Radiasi handphone
Terlalu lama main handphone ternyata bisa menjadi penyebab jumlah sperma sedikit, lho. Sebuah studi menemukan pria yang memainkan handphone lebih dari empat jam sehari memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit.
Penyebabnya karena handphone biasanya ditaruh di dalam saku celana sehingga testis akan terpapar radiasi ponsel dan menimbulkan efek negatif pada jumlah sperma.
2. Celana terlalu ketat
Mengenakan celana yang terlalu ketat dapat meningkatkan suhu di sekitar testis. Terlebih bila dikenakan dalam waktu yang cukup lama, suhu testis akan terus meningkat dan mengakibatkan jumlah sperma menurun.
3. Stres
Stres juga jadi salah satu penyebab dari timbulnya masalah kesehatan. Tak hanya berakibat pada kesehatan emosional, stres juga memicu masalah pada infertilitas pria.
4. Merokok
Merokok disebut dapat sebabkan impotensi atau disfungsi ereksi. Selain dapat menurunkan jumlah sperma, kebiasaan merokok ini jika tidak dihentikan bisa menyebabkan masalah kesuburan.
5. Meminum alkohol
Sebuah studi mengatakan bahwa kandungan dalam alkohol dapat mencegah tubuh untuk menyerap seng, yang merupakan salah satu mineral terpenting dalam pembentukan sel sperma.
Tips Aman Melahirkan di RS agar Tak Tertular Corona
Melahirkan di tengah pandemi Corona memicu kekhawatiran para ibu hamil. Terlebih harus menjalani persalinan di rumah sakit.
Wajar bila rasa was-was kemudian muncul karena takut tertular Corona. Tentu para ibu ingin memastikan kondisi diri dan sang bayi aman saat proses persalinan.
Meski begitu, dokter kandungan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG mengatakan justru di tengah pandemi Corona direkomendasikan untuk melahirkan di fasilitas kesehatan. Mengapa begitu?
"Jadi sudah ada rekomendasi kalau di era pandemi ini justru harus melahirkan di fasilitas kesehatan. Nggak boleh di rumah selama pandemi, nah tipsnya agar terhindar dari Corona sekarang hampir di setiap rumah sakit setiap mau melahirkan itu harus melalui suatu skrining," jelas dr Dinda saat dihubungi detikcom Minggu (7/6/2020).
"Skrining untuk memastikan kalau si ibu yang mau melahirkan baik dengan normal atau caesar itu tidak ada virus Corona, tidak ada virus COVID-19. Nah skrining ini beda-beda sih setiap rumah sakit, tapi intinya adalah memastikan kalau tidak terinfeksi," lanjur dr Dinda.
Jadi para ibu tak perlu khawatir ya melahirkan di rumah sakit selama pandemi Corona. Catat syarat aman berikut dari dr Dinda.
- Skrining atau tes Corona
- Siapkan persiapan persalinan seperti biasa
- Pastikan sehat secara mental
- Pastikan pendamping juga sehat dan sudah tes Corona
"Jadi mental itu untuk ibu yang mau melahirkan di tengah pandemi Corona ini harus lebih dipersiapkan sih, selain persiapan persalinan seperti biasa dan skrining covid-19 yang memang sudah secara rutin dilakukan oleh rumah sakit," jelas dr Dinda.
Lalu maksimal berapa orang sih yang boleh mendampingi saat persalinan?
"Hanya boleh satu orang. Ada memang beberapa rumah sakit yang melakukan skrining pada pendamping. Selain pasien pendamping pun menjalani skrining apakah terinfeksi COVID-19 atau nggak karena kan biar gimana si pendamping ikut nginep juga di rumah sakit dan ikut kontak juga dengan bayi lain atau orang-orang yang ada d rumah sakit itu," kata dr Dinda.
Aman tidak langsung sentuh bayi saat lahir?
"Iya kalau bapaknya ya nggak apa-apa ya, tapi kan sebaiknya memang pendamping persalinan itu orang yang sehat. Orang yang nggak sakit, bagus kalau sudah dilakukan skrining juga, ya kalau bersentuhan langsung jadinya nggak masalah ya," jawab dr Dinda.
https://indomovie28.net/leaving-on-the-15th-spring/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar