Melahirkan di tengah pandemi Corona memicu kekhawatiran para ibu hamil. Terlebih harus menjalani persalinan di rumah sakit.
Wajar bila rasa was-was kemudian muncul karena takut tertular Corona. Tentu para ibu ingin memastikan kondisi diri dan sang bayi aman saat proses persalinan.
Meski begitu, dokter kandungan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG mengatakan justru di tengah pandemi Corona direkomendasikan untuk melahirkan di fasilitas kesehatan. Mengapa begitu?
"Jadi sudah ada rekomendasi kalau di era pandemi ini justru harus melahirkan di fasilitas kesehatan. Nggak boleh di rumah selama pandemi, nah tipsnya agar terhindar dari Corona sekarang hampir di setiap rumah sakit setiap mau melahirkan itu harus melalui suatu skrining," jelas dr Dinda saat dihubungi detikcom Minggu (7/6/2020).
"Skrining untuk memastikan kalau si ibu yang mau melahirkan baik dengan normal atau caesar itu tidak ada virus Corona, tidak ada virus COVID-19. Nah skrining ini beda-beda sih setiap rumah sakit, tapi intinya adalah memastikan kalau tidak terinfeksi," lanjur dr Dinda.
Jadi para ibu tak perlu khawatir ya melahirkan di rumah sakit selama pandemi Corona. Catat syarat aman berikut dari dr Dinda.
- Skrining atau tes Corona
- Siapkan persiapan persalinan seperti biasa
- Pastikan sehat secara mental
- Pastikan pendamping juga sehat dan sudah tes Corona
"Jadi mental itu untuk ibu yang mau melahirkan di tengah pandemi Corona ini harus lebih dipersiapkan sih, selain persiapan persalinan seperti biasa dan skrining covid-19 yang memang sudah secara rutin dilakukan oleh rumah sakit," jelas dr Dinda.
Lalu maksimal berapa orang sih yang boleh mendampingi saat persalinan?
"Hanya boleh satu orang. Ada memang beberapa rumah sakit yang melakukan skrining pada pendamping. Selain pasien pendamping pun menjalani skrining apakah terinfeksi COVID-19 atau nggak karena kan biar gimana si pendamping ikut nginep juga di rumah sakit dan ikut kontak juga dengan bayi lain atau orang-orang yang ada d rumah sakit itu," kata dr Dinda.
Aman tidak langsung sentuh bayi saat lahir?
"Iya kalau bapaknya ya nggak apa-apa ya, tapi kan sebaiknya memang pendamping persalinan itu orang yang sehat. Orang yang nggak sakit, bagus kalau sudah dilakukan skrining juga, ya kalau bersentuhan langsung jadinya nggak masalah ya," jawab dr Dinda.
Cara Adaptasi agar Tak Stres Ngantor Lagi di Masa Transisi PSBB Corona
Memasuki transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan perkantoran di Jakarta sudah mulai bisa beroperasi lagi Senin besok (8/6/2020). Namun, hanya 50 persen karyawan saja yang diperbolehkan ke kantor.
"Proporsi karyawan adalah separuh dari seluruh karyawan. Jadi 50 persen harus kerja di rumah," kata Gubernur DKI Jakarta dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Oleh karena itu, segala persiapan pencegahan penularan COVID-19 dari masker, hand sanitizer, hingga sarung tangan harus disiapkan dengan baik. Namun, dari semua itu yang tidak kalah penting adalah persiapan mental.
Psikiater dari RS Siloam Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpkJ, menjelaskan merubah pola perilaku agar bisa beradaptasi memang tidaklah mudah.
"Merubah pola perilaku kita bukanlah hal yang mudah, tetapi mungkin untuk dilakukan, karena kita tahu perubahan ini untuk dunia yang lebih baik," kata dr Lahargo dalam pesan singkat yang diterima detikcom beberapa waktu lalu.
Berikut ini adalah langkah-langkah dilakukan untuk mempersiapkan mental sebelum kembali masuk kerja di kantor.
- Pikirkan kebiasaan baru yang akan dilakukan.
- Lalu lakukan kebiasaan tersebut sebagai rutinitas baru, seperti pakai masker, cuci tangan serta jaga jarak.
- Lakukan secara konsisten.
- Jangan putus asa bila ada kendala atau hambatan.
- Jangan lupa beri apresiasi pada diri sendiri karena sudah berhasil adaptasi.
dr Lahargo juga mengatakan wajar jika penerapan kebiasaan baru tak semulus yang dibayangkan, karena akan timbul banyak tantangan dan hambatan. Jadi tetap yakinkan diri untuk sesuatu hal yang lebih baik ke depannya.
https://indomovie28.net/temple/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar