Jumat, 19 Juni 2020

Antisipasi Corona, Dirut KAI Pastikan Ada Antiseptik di Semua Stasiun KRL

Munculnya kasus virus corona yang terkonfirmasi positif membuat sebagian warga merasa panik, apalagi saat sedang menggunakan transportasi publik. Menanggapi hal ini, PT KAI Indonesia mengaku sudah menyiapkan antiseptik di setiap stasiun sebagai langkah pencegahan risiko tertular Covid-19.
Dijelaskan Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kalau ketersediaan antiseptik sudah berjalan sejak akhir Februari lalu. Antiseptik tersebut tersedia di setiap stasiun commuterline (KRL).

"Corona ini sudah kita antisipasi melalui instruksi utamanya di KRL, awal Februari kita sudah menyiapkan antiseptik, itu saya perintahkan di setiap stasiun menyiapkan antiseptik," jelasnya saat mengunjungi Gedung Transmedia, Lantai 9, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

Tak hanya itu, menurutnya pihak KAI Juga sudah melakukan sosialisasi melalui instruksi yang disampaikan pada penumpang saat berada di kereta. Instruksi tersebut terkait dengan informasi virus corona Covid-19.

Hal ini dilakukan pihak KAI sebagai langkah pencegahan dan keamanan setiap penumpang. Jadi ingat saat kamu sedang melakukan perjalanan dengan transportasi umum seperti kereta, gunakan antiseptik untuk mencegah risiko penularan virus corona baru ini, ya!

RSPI-SS Akui Tak Beri Tahu Pasien Saat Positif Corona, Ini Alasannya

Beredar kabar bahwa dua pasien positif dari Depok, yang terdiri dari wanita (31) bersama ibunya (64) tidak mengetahui terkait kondisi mereka. Keduanya tahu bahwa mereka terinfeksi virus corona COVID-19 dari media, setelah pengumuman yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, mengakui bahwa pasien tidak diberitahu terkait kondisi mereka yang sebenarnya sudah positif COVID-19. Hal ini pun sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jadi betul. Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," jawabnya pada awak media, Rabu (4/3/2020).

Meskipun dr Syahril merupakan pimpinan rumah sakit, ia merasa tidak berhak menyampaikan hasil pemeriksaan itu pada pasien. Hasil dari pemeriksaan laboratorium harus disampaikan langsung oleh Presiden sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia.

"Saya pun sebagai dirut tidak boleh bicara, itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada Undang-Undangnya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," jelas dr Syahril.

Meskipun menyebutkan ada aturannya, dr Syahril tidak menjelaskannya secara rinci.

Ada 9 Pasien Isolasi Corona di RSPI Sulianti Saroso, Apa Saja Perawatannya?

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianto Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, saat ini ada 9 pasien yang dirawat di ruang isolasi. Para pasien diberikan berbagai perawatan mulai dari vitamin hingga infus.
Menurut salah satu dokter yang merawat pasien virus corona COVID-19, dr Pompini Agustina, SpP, tata laksana perawatannya sesuai dengan kondisi pasien.

"Kalau demam kita kasih obat penurun panas, kalau dia batuk kita kasih obat batuk," ujar dr Pompini saat konferensi terkait perkembangan pasien COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020).

"Kemudian makanan bergizi (juga diberikan). Maka, kondisi pasien akan lebih baik," tambahnya.

"Masalah pasien tadi, ada yang memang diberikan obat yang sama, ada juga yang tidak, tergantung (kondisi) pasiennya. Tapi ada yang sama, contohnya infus sama," imbuh dr Syahril.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar