Jumat, 19 Juni 2020

Lampaui Target Tes Corona, 20.650 Spesimen Diperiksa Per 18 Juni

Pemerintah pada hari Kamis (18/6/2020), telah melakukan pemeriksaan pada 20.650 spesimen virus Corona COVID-19. Hasilnya didapatkan 1.331 konfirmasi kasus positif.
"Hari ini telah 20.650 spesimen yang telah kita periksa," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (18/6/2020).

Jumlah spesimen yang berhasil diperiksa hari ini menjadi rekor pemeriksaan spesimen tertinggi dalam satu hari. Bahkan, kini jumlahnya sudah melebihi target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu 20 ribu pemeriksaan dalam sehari.

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Kamis (18/6/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.331 menjadi 42.762
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 555 menjadi 16.798.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 63 menjadi 2.339.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Rabu (17/6/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 41.431 dengan 16.243 di antaranya sembuh dan 2.276 meninggal.

Indonesia saat ini menjadi negara dengan kasus Corona COVID-19 tertinggi di ASEAN.

Antisipasi Corona, Dirut KAI Pastikan Ada Antiseptik di Semua Stasiun KRL

Munculnya kasus virus corona yang terkonfirmasi positif membuat sebagian warga merasa panik, apalagi saat sedang menggunakan transportasi publik. Menanggapi hal ini, PT KAI Indonesia mengaku sudah menyiapkan antiseptik di setiap stasiun sebagai langkah pencegahan risiko tertular Covid-19.
Dijelaskan Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kalau ketersediaan antiseptik sudah berjalan sejak akhir Februari lalu. Antiseptik tersebut tersedia di setiap stasiun commuterline (KRL).

"Corona ini sudah kita antisipasi melalui instruksi utamanya di KRL, awal Februari kita sudah menyiapkan antiseptik, itu saya perintahkan di setiap stasiun menyiapkan antiseptik," jelasnya saat mengunjungi Gedung Transmedia, Lantai 9, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

Tak hanya itu, menurutnya pihak KAI Juga sudah melakukan sosialisasi melalui instruksi yang disampaikan pada penumpang saat berada di kereta. Instruksi tersebut terkait dengan informasi virus corona Covid-19.

Hal ini dilakukan pihak KAI sebagai langkah pencegahan dan keamanan setiap penumpang. Jadi ingat saat kamu sedang melakukan perjalanan dengan transportasi umum seperti kereta, gunakan antiseptik untuk mencegah risiko penularan virus corona baru ini, ya!

RSPI-SS Akui Tak Beri Tahu Pasien Saat Positif Corona, Ini Alasannya

Beredar kabar bahwa dua pasien positif dari Depok, yang terdiri dari wanita (31) bersama ibunya (64) tidak mengetahui terkait kondisi mereka. Keduanya tahu bahwa mereka terinfeksi virus corona COVID-19 dari media, setelah pengumuman yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, mengakui bahwa pasien tidak diberitahu terkait kondisi mereka yang sebenarnya sudah positif COVID-19. Hal ini pun sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jadi betul. Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," jawabnya pada awak media, Rabu (4/3/2020).

Meskipun dr Syahril merupakan pimpinan rumah sakit, ia merasa tidak berhak menyampaikan hasil pemeriksaan itu pada pasien. Hasil dari pemeriksaan laboratorium harus disampaikan langsung oleh Presiden sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia.

"Saya pun sebagai dirut tidak boleh bicara, itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada Undang-Undangnya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," jelas dr Syahril.

Meskipun menyebutkan ada aturannya, dr Syahril tidak menjelaskannya secara rinci.
https://cinemamovie28.com/cast/bobby-tisdale/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar