Sebuah studi atau penelitian oleh Institut Nasional Kesehatan Belanda (RIVM), mengatakan kecil kemungkinannya anak-anak di bawah usia 12 tahun bisa menularkan virus Corona COVID-19. Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal medis terkemuka di Belanda, yaitu Nederlands Tijdschrift Voor Geneeskunde.
Sebelumnya, di beberapa negara lain menyebut bahwa anak-anak lebih jarang terinfeksi virus ini. Jika terinfeksi pun tidak sampai sakit parah. Tapi, penelitian ini menemukan bukti lain.
"Anak-anak bisa terinfeksi, tetapi tidak menularkannya. Penularan penyakit ini terjadi umumnya antara orang dewasa dengan usia yang sama, atau dari orang dewasa ke anak-anak," tulis penelitian tersebut yang dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2020).
"Untuk penularan dari anak ke anak atau anak ke orang dewasa seperti halnya influenza, kurang umum terjadi pada virus ini," lanjutnya.
Namun, penelitian ini juga masih ada titik kelemahannya. Hal ini karena mungkin sampel keluarga yang diteliti dalam penelitian ini belum mewakili populasi di Belanda yang lebih luas.
Peneliti Temukan OTG Corona Tidak Menular Setelah Hari Kedelapan
Para ahli di dunia sepakat bahwa kebanyakan pasien virus Corona tidak memiliki gejala. Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa hampir 35 persen dari kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala.
Penularan tanpa gejala masih menjadi misteri di tengah pandemi virus Corona yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Orang tanpa gejala (OTG) sulit diidentifikasi yang membuat penularannya semakin luas.
"Banyak dari ini dianggap sebagai sains, tetapi saya pikir masih ada banyak pertanyaan yang kita miliki tentang kapan penularan asimptomatik terjadi dan di mana hal itu terjadi," tutur Amesh Adalja dari Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins dikutip dari Medical Daily.
Namun sebuah studi yang dilakukan di RS Zhongnan, Wuhan, menunjukkan pasien asimptomatik virus Corona tidak menular seperti mereka yang memiliki gejala. Peneliti mengatakan waktu penularan OTG lebih pendek daripada pasien yang bergejala.
Untuk pasien COVID-19 yang bergejala, virus Corona bisa menular hingga 19 hari setelah terinfeksi. Sementara OTG bisa menyebarkan virus Corona selama 8 hari.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network tersebut melihat tidak ada pasien asimptomatik yang menyebarkan virus Corona setelah 12 hari. Beberapa dari mereka juga hanya menularkan virus hingga hari ketiga.
Meskipun menular dalam waktu yang singkat, para ahli tetap mengingatkan OTG masih memainkan peran utama dalam transmisi virus Corona.
Orang yang terinfeksi dan tidak menunjukkan gejala COVID-19 umumnya berkontribusi pada transmisi di ruang tertutup seperti rumah sakit, tempat penampungan tunawisma, penjara dan panti jompo.
DKI Berlakukan Masa Transisi, Ini Aturan Berolahraga di Tempat Umum
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). DKI Jakarta juga menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi.
Masa transmisi dimaksudkan untuk tetap mengontrol arus keluar masuk wilayah kota dan memperketat pengecekan kesehatan meski kegiatan ekonomi sudah mulai berjalan.
"Ini adalah masa yang akan kita lakukan selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar) selama menunggu kondisi aman, sehat, produktif," tutur Anies dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Salah satu sektor yang dibuka selama masa transisi di DKI Jakarta adalah prasarana olahraga luar ruang dan taman. Namun masyarakat tetap perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mengunjunginya.
Protokol prasarana olahraga di GOR atau stadion
- Jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas gedung olahraga
- Tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan penonton
Fasilitas olahraga outdoor, taman, RPTRA
- Jumlah pengunjung atau tamu maksimal 50 persen dari kapasitas
- Pengunjung hanya diperuntukkan bagi warga setempat
- Tidak diperkenankan bagi anak usia 0-9 tahun, ibu hamil, dan lansia
- Tidak berkerumun lebih dari lima orang
http://cinemamovie28.com/death-note-episode-29/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar