Kamis, 04 Juni 2020

Ilmuwan Inggris Sebut Ada 1,7 Juta Virus Tak Dikenal, Bisa Tulari Manusia

 Seorang ilmuwan ternama di Inggris sekaligus presiden EcoHealth Alliance, Dr Peter Daszak, memperingatkan bahwa ada hampir 2 juta virus tidak dikenal yang bersembunyi pada hewan, dan bisa menginfeksi manusia.
Hal ini membuat Dr Daszak meminta para peneliti untuk melakukan berbagai upaya untuk memahami kode genetik virus pada hewan tersebut. Ini untuk mencegah wabah mematikan menyerang manusia di masa depan.

"Kami menganalisis jumlah virus yang tidak diketahui dan bisa saja muncul di masa depan dan menginfeksi manusia. Kami memperkirakan ada sekitar 1,7 juta, beberapa di antaranya bisa menginfeksi manusia," katanya yang dikutip dari Daily Star, Kamis (4/6/2020).

"Ini bisa menjadi ancaman di masa depan. Kami baru mengetahui beberapa virus saja, dan sebagian besarnya menunggu untuk muncul di masa depan," lanjutnya.

Dr Daszak mengatakan, untuk mengetahui seluruh virus itu butuh waktu yang lama sampai 10 tahun. Jika itu terlaksana, ia memperkirakan manusia bisa mengembangkan obat, vaksin, serta asal usul asal virus itu.

Saat ini, para peneliti di berbagai negara sedang mengerjakan vaksin dan obat untuk virus Corona COVID-19, diperkirakan akan selesai akhir tahun ini. Namun, Dr Daszak mengatakan, jika vaksin itu sudah tersedia, butuh waktu beberapa tahun agar vaksin itu bisa didistribusi secara menyeluruh.

Ilmuwan Belanda Sebut Kecil Kemungkinan Anak-Anak Sebarkan Virus Corona

 Sebuah studi atau penelitian oleh Institut Nasional Kesehatan Belanda (RIVM), mengatakan kecil kemungkinannya anak-anak di bawah usia 12 tahun bisa menularkan virus Corona COVID-19. Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal medis terkemuka di Belanda, yaitu Nederlands Tijdschrift Voor Geneeskunde.
Sebelumnya, di beberapa negara lain menyebut bahwa anak-anak lebih jarang terinfeksi virus ini. Jika terinfeksi pun tidak sampai sakit parah. Tapi, penelitian ini menemukan bukti lain.

"Anak-anak bisa terinfeksi, tetapi tidak menularkannya. Penularan penyakit ini terjadi umumnya antara orang dewasa dengan usia yang sama, atau dari orang dewasa ke anak-anak," tulis penelitian tersebut yang dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2020).

"Untuk penularan dari anak ke anak atau anak ke orang dewasa seperti halnya influenza, kurang umum terjadi pada virus ini," lanjutnya.

Namun, penelitian ini juga masih ada titik kelemahannya. Hal ini karena mungkin sampel keluarga yang diteliti dalam penelitian ini belum mewakili populasi di Belanda yang lebih luas.

Peneliti Temukan OTG Corona Tidak Menular Setelah Hari Kedelapan

Para ahli di dunia sepakat bahwa kebanyakan pasien virus Corona tidak memiliki gejala. Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa hampir 35 persen dari kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala.
Penularan tanpa gejala masih menjadi misteri di tengah pandemi virus Corona yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Orang tanpa gejala (OTG) sulit diidentifikasi yang membuat penularannya semakin luas.

"Banyak dari ini dianggap sebagai sains, tetapi saya pikir masih ada banyak pertanyaan yang kita miliki tentang kapan penularan asimptomatik terjadi dan di mana hal itu terjadi," tutur Amesh Adalja dari Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins dikutip dari Medical Daily.

Namun sebuah studi yang dilakukan di RS Zhongnan, Wuhan, menunjukkan pasien asimptomatik virus Corona tidak menular seperti mereka yang memiliki gejala. Peneliti mengatakan waktu penularan OTG lebih pendek daripada pasien yang bergejala.

Untuk pasien COVID-19 yang bergejala, virus Corona bisa menular hingga 19 hari setelah terinfeksi. Sementara OTG bisa menyebarkan virus Corona selama 8 hari.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network tersebut melihat tidak ada pasien asimptomatik yang menyebarkan virus Corona setelah 12 hari. Beberapa dari mereka juga hanya menularkan virus hingga hari ketiga.

Meskipun menular dalam waktu yang singkat, para ahli tetap mengingatkan OTG masih memainkan peran utama dalam transmisi virus Corona.

Orang yang terinfeksi dan tidak menunjukkan gejala COVID-19 umumnya berkontribusi pada transmisi di ruang tertutup seperti rumah sakit, tempat penampungan tunawisma, penjara dan panti jompo.
http://cinemamovie28.com/death-note-episode-32/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar