Kasus virus corona COVID-19 yang meluas di beberapa negara banyak memunculkan istilah-istilah teknis yang kadang sulit dipahami orang awam. Salah satu istilah baru yang mulai banyak disebut terkait dengan kemunculan kasus positif corona di Indonesia adalah 'imported case'. Artinya apa sih?
Berikut beberapa istilah-istilah teknis terkait dengan virus corona COVID-19 dirangkum detikcom dari berbagai sumber:
1. Local transmission atau transmisi lokal
Menunjukkan lokasi di mana sumber infeksi berada di dalam lokasi pelaporan. Misalnya kasus ditemukan di Indonesia dan sumber penularan virusnya juga dari Indonesia.
2. Imported case
Menunjukkan lokasi di mana semua kasus telah diperoleh di luar lokasi pelaporan. Misalnya sumber virus dari luar negeri, didapat ketika pasien tersebut jalan-jalan.
3. Under investigation
Menunjukkan lokasi di mana jenis transmisi atau penularan belum ditentukan untuk kasus apa pun, masih dalam investigasi.
4. Kluster atau cluster
Kluster penyakit atau kluster infeksi adalah satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama, yang terjadi dalam area dan waktu yang sama. Kluster Jakarta yang sering disebut dalam kasus di Indonesia adalah kelompok kasus yang terhubung dengan kasus 1,2, 3, 4, dan 5.
5. Community spread
Community spread merupakan persebaran penyakit dalam satu area tertentu, yang tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana seseorang tertular. Penularan dalam community spread lebih tidak spesifik dan sulit dilacak dibandingkan persebaran dalam kluster.
6. Epidemi
Epidemi merupakan situasi ketika penyakit menyebar dengan cepat di antara banyak orang dan dalam jumlah lebih banyak dibanding normal. Skalanya lebih rendah dibanding pandemi.
7. Pandemi
Pandemi adalah persebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia, lebih tinggi levelnya dibanding epidemi. Sering disebut juga epidemi global. Salah satu contohnya adalah pandemi H1N1 pada 2009.
Fakta di Balik Tingginya Kematian akibat Virus Corona di Italia
Saat ini Italia menjadi negara yang mengalami dampak paling besar dari virus corona Covid-19 di luar China. Tercatat sudah 9.172 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian mencapai 463 orang.
Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog dari Omni Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, Msc, SpPD, mengatakan angka kematian yang tinggi terkait virus Covid-19 di Italia disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena gagalnya sistem perawatan kesehatan dan tidak berjalannya penanganan wabah yang baik di italia.
"Di sisi lain, Italia sekarang mengalami healthcare system falure kerja fasilitas kesehatan di sana sudah gak mampu menampung segitu banyak pasien dan Penanganan wabah (containment) tidak berjalan baik dan terlambat," ujar dr Dirga saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).
Selain itu, menurut dr Dirga kemungkinan lainnya karena banyaknya populasi lansia di negara tersebut. Ini mungkin menjadi alasan terbesar.
"Populasi lansia khususnya di Italia besar sekali sehingga angka kematiannya besar," pungkasnya.
Hal ini juga selaras dengan data yang diperoleh dari worldomaters bahwa risiko angka kematian seseorang yang berumur berumur di atas 80 tahun terkait Covid-19 mancapai 21,9 persen. Sedangkan risiko kematian di bawah usia 50 tahun hanya satu persen. Italia sendiri mempunyai populasi lansia 23 persen dari total 59 juta penduduk.
https://indomovie28.net/cast/dhany-firdaus/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar