Senin, 08 Juni 2020

India Berambisi Jadi Nomor 1 Produsen Smartphone Dunia

Dengan lebih dari 200 unit manufaktur ponsel yang didirikan dalam lima tahun terakhir, India kini menjadi produsen ponsel terbesar kedua di dunia.
Pencapaian ini disampaikan Menteri Teknologi Informasi dan Elektronik India Ravi Shankar Prasad. Pencapaian ini tentu saja berarti banyak mengantarkan India untuk bisa memenuhi ambisinya menjadi negara penghasil smartphone nomor 1 di dunia.

"Di bawah kepemimpinan PM @narendramodi, India telah menjelma menjadi pabrikan ponsel terbesar ke-2 di dunia. Dalam 5 tahun terakhir, lebih dari 200 manufaktur ponsel didirikan. #ThinkElectronicsThinkIndia," kata Prasad melalui cuitan di akun Twitternya.

Berdasarkan grafik yang dibagikan oleh sang menteri, India mengekspor 36 juta unit smartphone pada fiscal year 2020. Angka ini bertumbuh jauh dibandingkan dengan fiscal year 2019 sebanyak 17 juta unit. Artinya, pertumbuhannya sebesar 111,76%.

"Sekarang adalah kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk mempertimbangkan #India sebagai destinasi di sektor ESDM dan menjadi bagian dari #ElectronicManufacturing Hub terbesar di dunia. #ThinkElectronicsThinkIndia," tambah Prasad.

Dikutip dari Times Now, jika melihat India saat ini, tampaknya kerja keras negeri Bollywood tersebut agar negaranya tak sekadar jadi konsumen tampak membuahkan hasil.

Penting untuk dicatat, berbagai merek smartphone terlaris seperti Samsung, Realme, dan Xiaomi, berada di garis depan dalam pembuatan handset di India. Bahkan, Apple saat ini sedang mempertimbangkan manufaktur perangkatnya secara lokal di negara tersebut.

Panduan Gowes Aman di Era New Normal

 PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di sejumlah tempat mulai dilonggarkan, warga mulai beradaptasi dengan 'new normal'. Sayangnya protokol kesehatan belum sepenuhnya dijalankan di sarana transportasi umum.
Di KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota misalnya, penumpang tidak mematuhi penanda untuk saling menjaga jarak. Ojek online yang hari ini mulai beroperasi kembali, juga belum semuanya menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan.

Dengan kendaraan pribadi pun, kondisinya tidak lebih nyaman. Kemacetan terjadi di sejumlah titik di Jakarta di hari pertama masuk kerja era 'new normal' ini.

Nah, bagi yang jarak tempuhnya memungkinkan untuk bersepeda, kenapa tidak gowes saja? Selain lebih leluasa menerobos kemacetan, juga lebih aman dari risiko penularan virus Corona dibandingkan berdesak-desakan di angkutan umum.

"Bersepeda jauh lebih aman dibanding dengan angkutan umum," ujar Ketua Komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto dalam perbincangan dengan detikcom, baru-baru ini.

Tentunya ada aturan yang harus dipatuhi agar tetap aman saat bersepeda. Berikut protokol kesehatan dalam bersepeda di era new normal menurut Bike To Work (B2W) Indonesia.

Persiapan:
Perhatikan himbauan pemerintah dan daerah yang aman dari COVID-19.
Jaga kebersihan sepeda, terutama bagian yang bersentuhan dengan tangan.
Bersihkan diri dan cuci tangan dengan sabun.
Hindari droplet dengan pakaian berlengan panjang, sarung tangan, masker, kacamata, penutup kepala, membawa handsanitizer, dan handuk kecil.
Pilih masker berbahan kain yang tidak terlalu rapat dan mengganggu pernapasan.
Membawa botol minum yang tertutup plastik dan alat makan sendiri.
Panduan Sehat Bersepeda di Era New NormalPanduan Sehat Bersepeda di Era New Normal Foto: infografis detikHealth
Saat istirahat:
Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
Bersihkan tangan dan wajah dengan tisu atau gunakan handuk kecil.
Utamakan jaga jarak atau physical distancing saat beristirahat.
Selalu gunakan masker, kecuali saat makan dan minum.
Hindari berbagi bekal pribadi dengan orang lain seperti, botol minum dan makanan.
Istirahat secukupnya, tidak perlu nongkrong terlalu lama.
https://indomovie28.net/single/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar