Senin, 08 Juni 2020

Telegram Dapat Sederet Fitur Baru, Ada Video Editor

 Telegram mungkin mengandalkan keamanan dan privasi sebagai fitur utamanya. Tapi seiring jumlah penggunanya yang makin banyak, layanan berkirim pesan ini terus menambahkan fitur baru yang menarik.
Baru-baru ini Telegram kedatangan sejumlah fitur, termasuk video editor yang cukup komprehensif. Jadi pengguna Telegram bisa langsung mengedit video di aplikasi sebelum dikirimkan ke orang lain.

Dikutip detikINET dari XDA Developers, Senin (8/6/2020) video editor ini mencakup fitur seperti tool untuk meningkatkan kualitas video yang bisa meningkatkan kualitas video secara otomatis dalam dua kali sentuh.

Pengguna juga bisa mengedit kualitas video secara manual dengan mengatur tingkat kecerahan, saturasi dan lain-lain sesuai keinginan. Pengguna bahkan bisa menambahkan stiker animasi lucu ke video.

Stiker animasi ini juga bisa digunakan untuk mengedit foto. Jadi pengguna bisa mengubah foto biasa menjadi GIF hanya dengan menambahkan stiker animasi yang ada.

Berbicara soal GIF, panel GIF di Telegram juga sedikit dipermak. Untuk memudahkan pencarian GIF, pesaing WhatsApp ini menyediakan tab Trending yang menampilkan GIF paling populer dan tab emoji yang menyediakan GIF yang sesuai dengan emoji.

Selain fitur-fitur di atas, Telegram untuk Android juga mendapat satu fitur khusus. Fitur ini termasuk animasi yang lebih mulus, update untuk pemutar video, looping otomatis untuk video berdurasi kurang dari 30 detik dan animasi baru untuk pesan suara.

Manajemen cache untuk Android juga mendapat desain baru. Begitu juga dengan pengaturan two-step verification.

Telegram sepertinya makin memanjakan penggunanya setelah memiliki 400 juta pengguna aktif pada April lalu. Sebagai perayaan, Telegram menjanjikan akan meluncurkan layanan video call grup yang aman pada tahun ini.

India Berambisi Jadi Nomor 1 Produsen Smartphone Dunia

Dengan lebih dari 200 unit manufaktur ponsel yang didirikan dalam lima tahun terakhir, India kini menjadi produsen ponsel terbesar kedua di dunia.
Pencapaian ini disampaikan Menteri Teknologi Informasi dan Elektronik India Ravi Shankar Prasad. Pencapaian ini tentu saja berarti banyak mengantarkan India untuk bisa memenuhi ambisinya menjadi negara penghasil smartphone nomor 1 di dunia.

"Di bawah kepemimpinan PM @narendramodi, India telah menjelma menjadi pabrikan ponsel terbesar ke-2 di dunia. Dalam 5 tahun terakhir, lebih dari 200 manufaktur ponsel didirikan. #ThinkElectronicsThinkIndia," kata Prasad melalui cuitan di akun Twitternya.

Berdasarkan grafik yang dibagikan oleh sang menteri, India mengekspor 36 juta unit smartphone pada fiscal year 2020. Angka ini bertumbuh jauh dibandingkan dengan fiscal year 2019 sebanyak 17 juta unit. Artinya, pertumbuhannya sebesar 111,76%.

"Sekarang adalah kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk mempertimbangkan #India sebagai destinasi di sektor ESDM dan menjadi bagian dari #ElectronicManufacturing Hub terbesar di dunia. #ThinkElectronicsThinkIndia," tambah Prasad.

Dikutip dari Times Now, jika melihat India saat ini, tampaknya kerja keras negeri Bollywood tersebut agar negaranya tak sekadar jadi konsumen tampak membuahkan hasil.

Penting untuk dicatat, berbagai merek smartphone terlaris seperti Samsung, Realme, dan Xiaomi, berada di garis depan dalam pembuatan handset di India. Bahkan, Apple saat ini sedang mempertimbangkan manufaktur perangkatnya secara lokal di negara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar