Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, salah satu organ yang penting dijaga kebersihannya adalah hidung. Untuk menjaga kebersihan rongga hidung dari bakteri, debu, hingga virus, dokter menyarankan nasal washing atau cuci hidung.
Cara melakukan aktivitas ini pun terbilang simpel dan mudah. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah wadah berupa spet tanpa jarum atau botol cuci hidung yang sudah banyak dijual di pasaran.
Botol cuci hidung maupun spret nantinya diisi oleh cairan natrium klorida (NaCl), seperti air infus atau garam yang dilarutkan air hangat. Saat mencuci hidung, pastikan kondisi badan sedikit menunduk untuk memudahkan menyemprot cairan ke bagian hidung yang ingin dicuci.
"Jadi posisinya harus sedikit menunduk kepalanya dimiringkan sedikit ke kanan atau ke kiri tergantung hidung mana yang dicuci," ujar ahli kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang, dr Bagas Wicaksono, SpTHT, saat dihubungi detikcom, Selasa (2/6/2020).
"Kalau hidung kanan mau di cuci miring kanan. kalau hidung kiri mau di cuci miring kiri sedikit dan kepalanya agak bungkuk dan mulutnya harus di buka," tambahnya.
dr Bagas mengingatkan untuk berhenti ketika melakukan penyemprotan terdapat rasa sakit maupun nyeri pada hidung.
Beragam Bukti Tunjukkan Remdesivir Efektif pada Pengobatan Pasien Corona
Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi pembuat obat remdesivir asal Amerika Serikat (AS) baru-baru ini kembali mengumumkan bukti menjanjikan dari remdesivir. Pada pernyataannya Senin kemarin, penggunaan remdesivir selama lima hari dikatakan mempercepat pemulihan pasien virus Corona COVID-19 dengan gejala pneumonia.
"Pasien Corona yang dirawat di rumah sakit pulih setelah lima hari diberi remdesivir dibandingkan mereka yang diberikan standar perawatan saat ini saja," kata Gilead.
Meski hasil dari uji klinis fase 3 pada remdesivir belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review, Gilead mengatakan pihaknya berencana mengirimkan data lengkap untuk publikasi dalam beberapa minggu mendatang.
"Dengan data terbaru yang diumumkan hari ini, kami sekarang memiliki tiga uji klinis acak terkontrol yang menunjukkan bahwa remdesivir meningkatkan hasil klinis dengan beberapa langkah berbeda," kata Dr Merdad Parsey, kepala petugas medis dari Gilead, mengatakan dalam sebuah pernyataan perusahaan, dikutip dari CNN International, pada Rabu (3/6/2020).
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) belum menyetujui pengobatan apa pun untuk virus Corona COVID-19, tetapi pada awal Mei FDA mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk remdesivir bagi pengobatan pasien COVID-19 dengan kondisi kritis.
"Dengan data tambahan yang kami miliki hari ini, kami akan terus mengejar peluang penelitian untuk mengevaluasi hasil pasien dan berpotensi menguntungkan lebih banyak pasien dengan remdesivir," kata Parsey.
"Kami akan terus berbagi data yang muncul dengan pihak berwenang saat kami bekerja bersama untuk membantu mengatasi kebutuhan pasien di seluruh dunia," lanjut Parsey.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar