Minggu, 14 Juni 2020

Kasus 5 Virus Corona RI dari 'Kluster' Jakarta, Apa Sih Artinya?

Bertambah lagi, kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia kini menjadi 6 orang. Kasus 6 disebut bekerja sebagai ABK Diamond Princess sedangkan kasus 5 dari kluster Jakarta.
"Hari ini dari hasil (pemeriksaan). 2 kasus positif. Yang pertama kasus 5 laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Minggu (8/3/2020).

Apa sih yang dimaksud dengan kluster Jakarta? Perkembangan situasi virus corona memang menghadirkan banyak sekali istilah teknis, salah satunya adalah 'kluster'.

Dikutip dari CNN, berikut ini beberapa istilah teknis seputar virus corona dan artinya.

1. Kluster atau cluster
Kluster penyakit atau kluster infeksi adalah satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama, yang terjadi dalam area dan waktu yang sama. Kluster Jakarta yang dimaksud dalam kasus 5 adalah kelompok kasus yang terhubung dengan kasus 1,2, 3, dan 4.

2. Community spread
Community spread merupakan persebaran penyakit dalam satu area tertentu, yang tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana seseorang tertular. Penularan dalam community spread lebih tidak spesifik dan sulit dilacak dibandingkan persebaran dalam kluster.

3. Epidemi
Epidemi merupakan situasi ketika penyakit menyebar dengan cepat di antara banyak orang dan dalam jumlah lebih banyak dibanding normal. Skalanya lebih rendah dibanding pandemi.

4. Pandemi
Pandemi adalah persebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia, lebih tinggi levelnya dibanding epidemi. Sering disebut juga epidemi global. Salah satu contohnya adalah pandemi H1N1 pada 2009.

Saran Psikolog Agar Tak Bingung Sikapi Kasus ABG Bunuh Bocah 5 Tahun

Kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Anak Baru Gede (ABG) membuat banyak orang khawatir, khususnya orang tua. Meski begitu belum diketahui pasti apakah anak tersebut melakukan pembunuhan karena mengalami gangguan jiwa.
Menanggapi hal tersebut, psikolog Ratih Zulhaqqi, MPsi, dari RaQQi - Human Development & Learning Centre mengimbau masyarakat khususnya orang tua untuk terlebih dahulu memahami kejadian tersebut. Menurutnya, alangkah baiknya jika kita tidak langsung menyimpulkan sesuatu yang belum jelas.

"Lebih nggak reaktif saja sih ya. Pahami situasinya seperti apa. Jadi nggak karena gara-gara mendengar headline berita yang seperti itu langsung jadi berpikir apa iya film itu mempengaruhi," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (8/3/2020).

Ia menyarankan orang tua untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dibandingkan terlalu khawatir menanggapi pemberitaan tersebut. Salah satunya dengan menjaga hubungan atau kedekatan dengan anak.

"Yang bisa dilakukan orang tua sekarang adalah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak. Supaya kita sebagai parents punya tanggung jawab, dan lebih selektif sama mungkin apa yang ditonton anak, lebih ke arah preventif saja sih," lanjutnya.
https://nonton08.com/cast/carl-kirshner/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar