Kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Anak Baru Gede (ABG) membuat banyak orang khawatir, khususnya orang tua. Meski begitu belum diketahui pasti apakah anak tersebut melakukan pembunuhan karena mengalami gangguan jiwa.
Menanggapi hal tersebut, psikolog Ratih Zulhaqqi, MPsi, dari RaQQi - Human Development & Learning Centre mengimbau masyarakat khususnya orang tua untuk terlebih dahulu memahami kejadian tersebut. Menurutnya, alangkah baiknya jika kita tidak langsung menyimpulkan sesuatu yang belum jelas.
"Lebih nggak reaktif saja sih ya. Pahami situasinya seperti apa. Jadi nggak karena gara-gara mendengar headline berita yang seperti itu langsung jadi berpikir apa iya film itu mempengaruhi," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (8/3/2020).
Ia menyarankan orang tua untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dibandingkan terlalu khawatir menanggapi pemberitaan tersebut. Salah satunya dengan menjaga hubungan atau kedekatan dengan anak.
"Yang bisa dilakukan orang tua sekarang adalah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak. Supaya kita sebagai parents punya tanggung jawab, dan lebih selektif sama mungkin apa yang ditonton anak, lebih ke arah preventif saja sih," lanjutnya.
Bertambah 2, Pasien Positif Virus Corona di RI Jadi 6 Orang
Kasus positif virus Corona di Indonesia kembali bertambah. Setelah sebelumnya 4 orang dinyatakan positif, kini 2 orang lagi terjangkit virus Corona.
"Hari ini dari hasil (pemeriksaan). 2 kasus positif. Yang pertama kasus 5 laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta. Yang tadi kita lakukan suspect bahwa yang bersangkutan confirm positif Covid-19," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Minggu (8/3/2020).
"Kemudian kasus 6 laki-laki 36 tahun. Imported case dia dapat dari Jepang yang dia dapatkan waktu bekerja ABG ABK di diamond princess," imbuhnya.
Yuri menyebut kondisi pasien kasus 5 dan kasus 6 stabil.
"Stabil, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek. Kondisi baik," katanya.
Ingin Menekuni Dansa sebagai Olahraga? Ini Saran Atlet SEA Games
Dansa bukan hanya soal joget-joget, apalagi untuk jenis-jenis dansa yang dikategorikan dance sport. Butuh komitmen tinggi bagi yang ingin menekuninya agar memberikan manfaat sehat bagi tubuh.
Titanno Bayuseto Dahono, seorang atlet dansa yang tergabung dalam Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), membagikan tips untuk kamu yang ingin serius menekuni dance sport atau olahraga dansa. Ada beberapa faktor yang menjadi pendukung, salah satunya dedikasi.
"Tipsnya buat yang pengen serius jadi atlet itu adalah pertama dedikasi itu pasti banget, karena kita harus latihan itu minimal sehari sekali wajib. Yang kedua karena ini jatuhnya adalah pertandingan, kita butuh yang namanya sehat secara fisik sehat jasmani maupun rohani," jelasnya saat ditemui detikcom di Jalan Gedung Hijau Raya, Sabtu (7/3/2020).
Tak perlu khawatir jika ingin benar-benar menekuni olahraga dansa, semua hal bisa dipelajari. Menurut pria yang pernah memperkuat Timnas Dancesport Indonesia di Sea Games 2019 ini, sabar juga jadi kunci kalau ingin berhasil di bidang ini.
Mengingat olahraga dansa adalah perpaduan seni dan olahraga, tentu seseorang yang sudah memiliki bakat dan berlatih sejak kecil bisa berkembang lebih cepat. Ditambah lagi, sangat mungkin untuk bisa mewakili Indonesia dalam ajang-ajang pertandingan internasional cabang olahraga dansa.
"Itu pun bisa dilatih sebenarnya jadi nggak usah takut, terus kita harus belajar yang namanya sabar karena buat dansa ini kita adalah bidang seni, jadi nggak cepet, kecuali kalau memang yang sudah punya talent dari kecil kita latih sampai dewasa mereka harus berdansa terus ditingkatkan skillnya dan bisa buat diprospek untuk dijadikan atlet-atlet muda," ungkapnya.
https://nonton08.com/cast/trevor-st-john/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar