Kamis, 11 Juni 2020

Kasus Corona di RI Jadi 27, Dari Imported Case Hingga Local Transmission

 Pasien positif virus corona Covid-19 di Indonesia bertambah. Diumumkan oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, dr Achmad Yurianto, pada hari Selasa (10/3) total virus corona di Indonesia berjumlah 27 kasus.
Beberapa kasus disebut sebagai imported case, lainnya tertular dari kasus sebelumnya dan ada pasien local transmission. Istilah teknis mengenai virus corona memang kerap kali membingungkan terlebih kasus 27 dikatakan oleh Yuri sebagai local transmission atau penularan lokal yang hingga kini belum diketahui sumber penularannya.

"Nomor kode 27 laki-laki 33 tahun WNI kondisi stabil. Kami mendunga ini local transmission yang sedang kami tracking dari mana sumbernya karena bukan impor dan tidak jelas bagian dari kluster lain," kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Imported case sendiri oleh CDC didefinisikan sebagai kasus yang dihasilkan dari pajanan atau situasi yang menimbulkan risiko penularan virus di luar negeri. Seperti contoh, pasien bisa mendapatkan virus setelah bepergian dari negara yang terdampak.

Saat ini, pasien positif Covid-19 yang terpapar virus corona dari luar negeri atau imported case bertambah menjadi 18 orang. Kondisi semua pasien dinyatakan masih stabil.

Terkait kasus transmisi lokal kasus ke-27, vaksinolog dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, menyebut pasien harus segera ditelusuri mengingat transmisi lokal bisa mempercepat penyebaran virus sehingga membuat wabah semakin sulit dikendalikan.

"Kasus 27 diduga local transmission. Artinya tidak ada riwayat bepergian ke negara yang terdampak atau ada kasus corona dan pasien diketahui tidak ada kontak dengan orang yang positif," sebut dr Dirga.

Ada yang Pakai Jas Hujan, Cukupkah Persediaan Baju APD untuk Wabah Corona?

Persediaan APD atau Alat Pelindung Diri di berbagai RS rujukan banyak dipertanyakan. Seperti di salah satu rumah sakit di Jawa Barat, viral petugas rumah sakit mengganti baju APD dengan jas hujan karena keterbatasan stok.
Kepada wartawan, RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso memastikan persediaan stok APD masih mencukupi. Kemungkinan pasien Covid-19 ataupun PDP yang terus bertambah juga telah diantisipasi.

"Alhamdulillah kami masih cukup persediaan saat ini dan kami juga mengupayakan tambahan karena pasien ada terus, bertambah terus," jelas dr Dyani Kusumo Wardani, SpA, Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Sulianti Saroso kepada media, Selasa (10/3/2021).

Walau terbilang cukup, pihak rumah sakit masih tetap akan meminta penambahan APD dari pusat. Mengingat saat ini banyak tenaga kesehatan yang sudah dialihtugaskan untuk ditempatkan di ruang isolasi.

"Saat ini masih cukup, nakes juga sudah dialihtugaskan jadi memang menyesuaikan untuk ruang isolasi," jelas dr Dyani.

Bukan Menu Ideal, Ini Efek Buruk Makan Pisang Buat Sarapan

Saat sedang dalam program diet, pasti kamu akan mengkonsumsi makanan yang cepat untuk sarapan seperti buah. Tak jarang, buah pisang banyak dipilih karena rasanya yang manis, mudah dicerna, dan bikin cepat kenyang.
Tapi, tahu nggak sih kalau pisang bukanlah menu yang ideal untuk sarapan?

Mengkonsumsi pisang saat sarapan ternyata tidak baik untuk tubuh. Kandungan pisang yang terdiri dari kalium, vitamin B6, bebas dari kolesterol dan natrium malah nggak bagus dikonsumsi saat pagi hari.

"Pisang mengandung 25 persen gula dan rasanya agak asam. Selain itu, karena buah ini mudah dicerna membuat kita yang memakannya akan lebih cepat lapar dan lelah lagi," kata pakar nutrisi, dr Daryl Gioffre, dikutip dari Mirror.

Agar aman, dr Gioffre menyarankan untuk mengkonsumsinya bersamaan dengan asupan yang memiliki lemak sehat. Jangan jadikan pisang sebagai cemilan, karena kadar asamnya kurang baik untuk lambung.

"Karena pisang bersifat asam, harus dikonsumsi bersamaan dengan bahan lain yang bisa menetralkan asamnya, seperti kalium, serat, magnesium, dan gula bubuk," ujarnya.
https://indomovie28.net/cast/takeshi-tsuruno/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar