Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berharap penghapusan kelas BPJS Kesehatan bisa terwujud pada kuartal II tahun ini. Artinya pada sekitar akhir bulan Juni hanya akan ada satu kelas standar untuk seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Sesuai dengan Pasal 23 ayat (4) soal kelas standar, maka Kemenkes sudah melakukan progress tata kelola sistem layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dasar kesehatan [KDK]. Diharapkan akhir kuartal II ini [tahun 2020] sudah bisa terwujudkan," kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (11/6/2020), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Menkes Terawan mengatakan Kementerian Kesehatan sudah menyelesaikan draft paket manfaat mengacu kajian akademik JKN. Ia menegaskan paket manfaat ini tetap mengingat kebutuhan kritis dan kebutuhan dasar kesehatan.
"Tidak bermaksud untuk menurunkan manfaat yang diterima masyarakat, tapi mengoptimalkan asas JKN dengan mengurangi manfaat yang bersifat sesuai treatment, dengan prinsip-prinsip asuransi sosial," ujarnya.
Sebelumnya, anggota DJSN Muttaqien mengatakan penerapan kelas standar JKN ini merupakan upaya untuk menegakkan prinsip equitas yang tertuang dalam amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 Pasal 23 Ayat (4). Harapannya setiap peserta BPJS Kesehatan bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan lagi berdasarkan kemampuan ekonomi.
Toko Sepeda Kebanjiran Pengunjung, Belum Buka Sudah Ada yang Antre
Di tengah pandemi COVID-19, toko-toko sepeda di Kota Solo semakin ramai didatangi pengunjung. Bahkan antrean calon pembeli sudah terlihat di beberapa toko sebelum buka.
Seperti di Toko Rukun Makmur, Jalan Slamet Riyadi, Solo, pengunjung sudah antre 30 menit sebelum toko buka pukul 09.00 WIB. Pemandangan tersebut terlihat sejak awal-awal Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Awal pandemi itu penjualan sempet turun drastis sampai sekitar 10 hari. Tapi setelah itu malah ramai," kata pemilik Toko Rukun Makmur, Meiko Rahadiwijaya, Kamis (11/6/2020).
Saat toko istirahat di siang hari pun pemandangan juga terlihat sama. Pengunjung tampak ramai menunggu toko buka kembali.
Sehari itu penjualan bisa 70-80 unit. Sekarang yang banyak dicari sepeda lipat
Saking ramainya, toko memberlakukan pembatasan pengunjung yang masuk. Hanya 20 hingga 25 orang yang boleh masuk ke dalam toko. Sisanya menunggu di luar.
"Kita imbau jaga jarak. Biasanya satu keluarga kan bawa anak, jadi orang. Saya imbau sebenarnya jangan ramai-ramai, makanya saya batasi," ujar dia.
Menurutnya, dalam sehari penjualan sepeda di tokonya mencapai 80 unit. Kebanyakan membeli sepeda di kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
"Sehari itu penjualan bisa 70-80 unit. Sekarang yang banyak dicari sepeda lipat," katanya.
Tak hanya di toko besar, tempat servis sepeda dan toko berskala kecil pun ramai didatangi pengunjung. Seperti di toko dan jasa servis sepeda Pak Min 2, Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Pemilik toko, Andri Prasetyo, mengatakan sampai kewalahan melayani pengunjung. Dia bahkan sempat menutup jasa servis.
"Paling ramai itu setelah lebaran, ada yang beli sepeda, ada yang servis. Kita sempat buat tulisan tidak menerima servis karena memang ramai banget," ujar Andri.
Dia mengaku bersyukur, ketika banyak usaha kesulitan di tengah pandemi, justru tempat usahanya ramai.
"Padahal dulu biasa-biasa. Ramai hanya setelah lebaran. Tapi sekarang ramai terus, anak-anak sampai orang tua semua bersepeda," tutupnya.
https://indomovie28.net/cast/derek-smith/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar