Selasa, 02 Juni 2020

Kerja Sama dengan WHO, Ini Cara TikTok Cegah Penyebaran Virus Corona

Dunia saat ini sedang digemparkan virus corona COVID-19 yang menjadi pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan TikTok untuk memerangi hoax tentang virus corona.
Pada Jumat (28/2/2020), WHO resmi membuat akun TikTok. Dalam deskripsi unggahan video pertamanya, WHO menuliskan bergabung dengan TikTok untuk memberikan informasi kesehatan masyarakat yang handal dan tepat waktu.

Sampai saat ini, akun TikTok WHO sudah membagikan enam video terkait kasus virus corona. Akun ini Diikuti lebih dari 390 ribu pengikut dan 2,6 juta pengguna yang suka.

Mengutip The Guardian, kerja sama ini memberikan halaman khusus untuk sesi tanya jawab mengenai virus corona. Contohnya bagaimana cara untuk melindungi diri sendiri, tips-tips seputar virus corona, dan kapan harus memakai masker.

Selain video, terdapat meme yang memberikan edukasi serta langkah proaktif tentang penyebaran virus tersebut.

Viral, Pilot Tulis Pesan Cuci Tangan di Langit Untuk Bantu Lawan Corona

Beredar video viral menunjukkan pesan "cuci tangan" muncul di langit kota Sydney, Australia. Pesan tersebut dibuat dengan menggunakan asap putih, diduga ditulis oleh seorang pilot pesawat untuk membantu upaya melawan wabah virus corona COVID-19.
Beberapa orang merekam kemunculan pesan ini dan membagikannya di media sosial. Banyak netizen memberikan reaksi mengapresiasi pilot yang sudah menulisnya.

"Pesan yang kreatif. Saya suka ini," tulis satu pengguna YouTube.

Hingga saat ini tidak diketahui pasti siapa yang menulis pesan.

Menurut data yang dikumpulkan John Hopkins University, Center for Systems Science and Engineering, hingga hari Sabtu (14/3/2020) sudah ada lebih dari 145 ribu kasus virus corona terkonfirmasi di dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 70 ribu di antaranya sembuh dan 5.000 lainnya meninggal dunia.

Viral Cek Corona Mandiri Bayar Rp 700 Ribuan, Ini Faktanya

- Di media sosial beredar cerita netizen yang melakukan tes virus corona COVID-19 ke rumah sakit dengan membayar Rp 700 ribuan. Satu cerita yang diunggah pada hari Jumat (13/3/2020) di Twitter misalnya sudah mendapat lebih dari sembilan ribu retweet dan mengundang 165 komentar.
Diceritakan bahwa ia menjalani cek suhu, berat badan, tensi, darah, dan rontgen paru-paru. Ia juga menyertakan foto surat keterangan sehat dari RSUP Persahabatan.

Terkait hal tersebut, ahli penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, menjelaskan kekeliruan tes corona di Indonesia. Apa yang viral sebetulnya bukan tes corona melainkan tes kesehatan umum. Tes corona dilakukan dengan menggunakan tes swab dan hanya untuk kasus yang diduga kuat seperti memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau baru kembali dari negara terjangkit.

"Selama enggak swab, enggak bisa dipastikan corona," kata dr Dirga pada detikcom.

Direktur Utama RSUP Persahabatan dr Rita Rogayah, SpP(K), MARS, pernah menegaskan bahwa pihaknya sendiri tidak menyarankan orang-orang yang sehat datang untuk 'cek corona'. Alasannya karena memang tidak ada pemeriksaan tersebut.

"Masyarakat mulai khawatir terutama kantor-kantor nih. Kalau ada karyawannya pulang dari bepergian diminta surat sehat sehingga ini membuat mereka jadi bingung dan datang ke kami," kata dr Rita beberapa waktu lalu.

"Sebetulnya kami tidak anjurkan pemeriksaan mandiri seperti itu karena pada orang sehat tidak ada pemeriksaan corona... Kami akan berikan surat pernyataan tapi bukan bebas corona," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/cast/park-hae-il/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar