Penyakit gagal ginjal kronis masih menjadi salah satu ancaman penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan di tahun 2018 sekitar 739.208 atau 0,38% penduduk di atas 15 tahun didiagnosis mengidap penyakit tersebut.
Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada Kamis (12/3/2020), Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Berikut pola hidup sehat yang disarankan dr Cut Putri Arianie, MHKes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan:
1. Aktivitas fisik teratur
Selain dapat mencegah penyakit ginjal, melakukan aktivitas secara teratur mempunyai manfaat, di antaranya menjaga berat badan, meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh, juga mengendalikan stres.
2. Kurangi konsumsi garam dan lemak
Konsumsi makanan sehat dengan menghindari asupan gula garam dan lemak berlebih. Hindari juga kebiasaan komsumsi makanan cepat saji secara terus menerus.
3. Kontrol tekanan dan gula darah
Gula darah yang terkontrol akan menurunkan risiko terjadinya kematian saraf neuropati. Selain dapat mencegah penyakit ginjal, ini juga menghindari risiko terkena diabetes.
4. Monitor berat badan
Menjaga asupan makanan menjadi faktor penting agar bisa memonitor berat badan yang dimiliki. Selain itu hindari terlalu banyak makanan yang berlemak agar terhindar dari obesitas.
5. Banyak minum air putih
Bagi orang dewasa minum air putih dianjurkan sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari untuk menghindari dehidrasi dalam tubuh. Kekurangan air dapat berpengaruh pada kinerja fisik dan mental serta bisa menyebabkan sakit kepala dan kejang otot.
6. Minum obat sesuai anjuran
Konsumsi obat yang tidak sesuai dapat memperparah penyakit yang diidap, bahkan dapat berisiko menimbukan penyakit baru.
7. Tidak merokok
Berhenti merokok dapat menimbulkan banyak manfaat bagi tubuh serta mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.
Kerja Sama dengan WHO, Ini Cara TikTok Cegah Penyebaran Virus Corona
Dunia saat ini sedang digemparkan virus corona COVID-19 yang menjadi pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan TikTok untuk memerangi hoax tentang virus corona.
Pada Jumat (28/2/2020), WHO resmi membuat akun TikTok. Dalam deskripsi unggahan video pertamanya, WHO menuliskan bergabung dengan TikTok untuk memberikan informasi kesehatan masyarakat yang handal dan tepat waktu.
Sampai saat ini, akun TikTok WHO sudah membagikan enam video terkait kasus virus corona. Akun ini Diikuti lebih dari 390 ribu pengikut dan 2,6 juta pengguna yang suka.
Mengutip The Guardian, kerja sama ini memberikan halaman khusus untuk sesi tanya jawab mengenai virus corona. Contohnya bagaimana cara untuk melindungi diri sendiri, tips-tips seputar virus corona, dan kapan harus memakai masker.
Selain video, terdapat meme yang memberikan edukasi serta langkah proaktif tentang penyebaran virus tersebut.
https://indomovie28.com/director/jennifer-yuh-nelson/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar