Jumat, 12 Juni 2020

Lingkaran Donald Trump Dikarantina, Presiden AS Terancam Virus Corona?

Dua anggota kongres yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menjalani karantina sendiri (self-quarentine). Hal ini dilakukan karena keduanya melakukan kontak dengan seorang pasien yang positif terinfeksi virus corona COVID-19 bulan Februari lalu.
Anggota Partai Republik Matt Gaetz mengaku tak memiliki gejala sakit, namun untuk berjaga-jaga tetap mengisolasi diri di rumahnya. Matt sempat berkendara bersama Trump di mobilnya dan juga naik ke pesawat kepresidenan.

Pada hari Senin (9/3/2020), Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak menjalani tes untuk virus corona karena memang tidak diperlukan. Trump sendiri tidak berkomentar apa-apa ketika ditanya langsung oleh wartawan.

"Presiden tidak menjalani tes COVID-19 karena dia tidak melakukan kontak langsung dalam jangka waktu panjang dengan pasien yang dikonfirmasi memiliki COVID-19 dan tidak menunjukkan gejala. Kondisi Presiden Trump sehat dan dokter akan terus memantaunya," kata Sekretaris Gedung Putih Stephanie Grisham seperti dikutip dari CNN, Selasa (10/3/2020).

Wakil Presiden AS Mike Pence yang juga meminpin satgas penanganan virus corona mengaku tidak tahu pastinya langkah apa yang direkomendasikan dokter untuk Trump.

Kepala Staf Gedung Putih yang baru terpilih, Mark Meadows, juga mengkarantina diri usai menghadiri acara yang sama dengan pasien positif virus corona.

Warga Malaysia Diperbolehkan Tes Covid-19 Sendiri di Rumah

Menyusul kebijakan pemerintah untuk mengurangi penularan Covid-19, warga Malaysia kini bisa tes virus corona sendiri di rumah. Akses yang diberikan oleh Kementerian Kesenatan Malaysia dan pihak swasta bagi penduduk dilakukan dalam rangka mencegah ledakan pasien di rumah sakit yang berdatangan.
Mengutip New Straits Time, tes ini dirancang khusus bagi mereka yang ingin melakukan tes sendiri tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Untuk kriteria PDP sendiri perlu menunjukkan gejala seperti demam atau infeksi saluran pernapasan akut. Selain itu, seorang yang dianggap sebagai PDP adalah mereka yang melakukan perjalanan atau tinggal di negara-negara terdampak.

"Saat ini, pengambilan sampel memang dilakukan untuk mereka yang diidentifikasi sebagai PDP, tetapi ada yang khawatir dan ingin mendapatkan tes Covid-19 tetapi tidak memenuhi kriteria PDP. Dengan demikian, Kemenkes tidak menutup akses bagi mereka yang ingin mendapatkan tes ini dari sektor swasta," kata Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah, dalam konferensi pers.

Dr Noor juga mengatakan, bahwa hal ini memungkinkan orang tanpa gejala untuk mendapatkan tes Covid-19 di rumah tanpa harus datang ke RS. Layanan pengambilan sampel ini akan dilakukan oleh petugas medis dan paramedis yang sudah terlatih. Sampel ini kemudian akan dikirim ke laboraturium swasta untuk dianalisa.

Warga Malaysia sendiri bisa mengakses layanan ini dengan menggunggah aplikasi yang relevan untuk mengatur kunjungan agar bisa melakukan pengambilan sampel atau mengunjungi situs yang telah ditetapkan. New Straits Time saat ini telah mendata 11 perusahaan yang terlibat dalam penyediaan layanan pengambilan sampel tes Covid-19 di rumah.

Perusahaan yang terlibat adalah Bookdoc, DoctorOnCall, Patologi Pantai Premier Sdn Bhd, Lablink (M) Sdn Bhd (KPJ), Grup Kualitas Medis Sdn Bhd, Gleneagles Kuala Lumpur, Menara Kembar Pusat Medis KLCC, Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur, Rumah Sakit Pantai Cheras, Pantai Rumah Sakit Klang dan Rumah Sakit Pantai Ayer Keroh, Melaka.

Namun, masyarakat tetap harus memperhatikan bahwa layanan pengambilan sampel Covid-19 di rumah dikenakan biaya oleh penyedia medis swasta. Harga bisa bervariasi bila dibandingkan dengan biaya pemeriksaan di rumah sakit umum.
https://indomovie28.net/cast/andrew-pagana/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar