Video seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) dilecehkan beramai-ramai viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Video yang viral itu berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.
Psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi kemungkinan seseorang melakukan hal tersebut.
1. Pengasuhan
Menurut Rahma, pola asuh bisa menjadi salah satu faktor. Jika anak sudah memiliki pola asuh yang baik dan benar, dia tak akan terpengaruh dampak dari 'pergaulan bebas'.
"Bisa diprediksikan bagaimana cara para pelaku diasuh oleh orang tuanya sehingga menghasilkan perilaku seperti itu. Sekali pun pengaruh pergaulan bebas ada dampaknya, tetapi jika pengasuhan yang dilakukan ke anak sudah baik dan tepat anak tak akan terpengaruh untuk menjadi pelaku kejahatan," ujarnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).
Rahma juga mengimbau untuk membekali anak anak dengan skill menghadapi bully dan kejahatan.
2. Sistem dan manajemen sekolah
Hal ini juga disinggung Rahma menjadi salah satu kemungkinan penyebab pelaku melakukan aksi tersebut. "Di antaranya terkait jaminan keamanan di sekolah, hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa, dan lainnya," jelasnya.
Menurutnya, pihak sekolah juga harus mengajarkan pentingnya pendidikan adab dan akhlak, atau pendidikan moral dan karakter.
3. Sistem sosial masyarakat
Rahma juga menjelaskan seluruh pihak harus bersama-sama mengawasi perilaku yang menyimpang tersebut. "Ini juga penting untuk bertindak mengawasi anggota masyarakat yang menyimpang. Memberikan konsekuensi atau punishment moral," lanjutnya.
Lingkaran Donald Trump Dikarantina, Presiden AS Terancam Virus Corona?
Dua anggota kongres yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menjalani karantina sendiri (self-quarentine). Hal ini dilakukan karena keduanya melakukan kontak dengan seorang pasien yang positif terinfeksi virus corona COVID-19 bulan Februari lalu.
Anggota Partai Republik Matt Gaetz mengaku tak memiliki gejala sakit, namun untuk berjaga-jaga tetap mengisolasi diri di rumahnya. Matt sempat berkendara bersama Trump di mobilnya dan juga naik ke pesawat kepresidenan.
Pada hari Senin (9/3/2020), Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak menjalani tes untuk virus corona karena memang tidak diperlukan. Trump sendiri tidak berkomentar apa-apa ketika ditanya langsung oleh wartawan.
"Presiden tidak menjalani tes COVID-19 karena dia tidak melakukan kontak langsung dalam jangka waktu panjang dengan pasien yang dikonfirmasi memiliki COVID-19 dan tidak menunjukkan gejala. Kondisi Presiden Trump sehat dan dokter akan terus memantaunya," kata Sekretaris Gedung Putih Stephanie Grisham seperti dikutip dari CNN, Selasa (10/3/2020).
Wakil Presiden AS Mike Pence yang juga meminpin satgas penanganan virus corona mengaku tidak tahu pastinya langkah apa yang direkomendasikan dokter untuk Trump.
Kepala Staf Gedung Putih yang baru terpilih, Mark Meadows, juga mengkarantina diri usai menghadiri acara yang sama dengan pasien positif virus corona.
https://indomovie28.net/cast/scott-peat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar