Namun, hiu-hiu itu bukan jenis pemangsa manusia. Jadi jangan khawatir, mereka terlihat gembira juga dikunjungi kita! Setelah puas bermain di laut lepas, saya berkunjung ke Pulau Fulidhoo. Ada kenangan yang tak bisa dilupakan, ketika kapal kami berlabuh di pantai, gerombolan manta/stingrays menyambut kami dengan wajah sangat imut dan mengajak bermain.
Waah.. mereka jinak dan bukan jenis berbahaya. Benar-benar fantastis, mereka bermanja-manja di sekitar betis kita mencari perhatian. Pengalaman ini benar-benar sulit ditemukan di tempat lain.
Sore hari petualangan dilanjutkan ke pantai timbul yang hanya ada jika laut surut. Saat itu air laut sedikit pasang, sehingga kami mengambil foto kenangan dan berenang-renang sebentar di hamparan air hijau muda nan bening. Malam harinya, saya mengambil paket tambahan night fishing (memancing ikan di malam hari) seharga USD 25/orang (Rp 355 ribu), menggunakan kapal cukup besar. Sebuah pengalaman unik, karena setelah itu ikannya dimasak dan disajikan untuk peserta.
Keesokan harinya saya memutuskan mengunjungi salah satu resor karena keingintahuan saya saja. Ini sebenarnya tidak murah, tapi rasanya sayang sekali sudah jauh-jauh ke sini jika tidak ke resor kan? Apalagi tidak perlu menginap karena harga yang tidak terjangkau.
Resor bintang 4 untuk kunjungan sehari dari pukul 10.00 s/d 17.00 dikenakan biaya USD 105 (Rp 1,4 juta) per orang, biaya itu sudah termasuk transport antar jemput dengan speed ferry, makan siang prasmanan, minuman sepuasnya selama di pulau, handuk, dan menikmati fasilitas resor kecuali kamarnya.
Nah, foto-foto yang kekinian nan instagramable itu rata-rata diambil di resor-resor seperti ini. Jadi boleh lah kunjungan satu kali saja, hanya untuk sekedar mengabadikan kemewahan dan kecantikan bungalow/villanya, sekalipun hanya dari kejauhan.
Di resor ini kita bebas memilih kursi pantai untuk sekedar berjemur, berleyeh-leyeh, snorkeling, berenang, atau berfoto-foto. Ada banyak pilihan resor, masing-masing memasang tarif harga sesuai bintangnya, dan memiliki aturan mainnya masing-masing.
Intinya pengunjung harian yang tidak menginap seperti saya, jumlahnya juga dibatasi tiap hari untuk menjaga privasi dan tidak boleh masuk ke area kamar. Kamar-kamarnya sendiri beraneka rupa, ada yang standar hotel biasa, ada yang berupa water villa, ada yang menggunakan jacuzzi dengan pemandangan laut lepas.
Saya sempat snorkeling di pantai sekitar resor, yang konon terkenal dengan terumbu karangnya. Ikan lautnya bervariasi dan cantik, dan saya termasuk beruntung bisa bertemu baby shark yang jinak dan bisa difoto dari atas permukaan air di bibir pantai karena sangat jernih.
Setelah lelah bermain air, kemudian saya menikmati santap siang cukup mewah secara prasmanan. Dari segi variasi makanan, boleh lah, tapi untuk rasa sepertinya tidak terlalu istimewa. Bisa dipahami semua serba mahal di resor ini, karena transportasi hanya menggunakan kapal feri, bayangkan mereka harus mengantar logistik harian untuk tamu dan supply kebutuhan sehari-hari.
Karena saya hanya memiliki 4 Hari 3 malam di Maldives, maka hari terakhir saya manfaatkan untuk mengambil paket setengah hari seharga USD 25 per orang. Kali ini acara tour adalah snorkeling dengan kura-kura, menyaksikan lagi lumba-lumba menari di laut lepas, dan yang benar-benar menyenangkan, menyaksikan dasar laut dimana saya bertemu ikan Nemo dan ikan dori, nama-nama karakter film terkenal, yang nampak secantik di film tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar