Sabtu, 15 Februari 2020

Liburan ke Maldives 7 Jutaan, BIsa!

Sekarang bertualang ke Maldives tak harus mahal. Bisa kok liburan ke Maldives gaya ransel. Ini caranya.
Sering membaca artikel Maldives yang terlihat mewah nan mahal di majalah-majalah? Memandangi pantai dan lautan lepas berwarna tosca cuma melalui halaman iklan? Hanya menelan ludah menyaksikan foto dan video keindahan pulau terpencil ini? Sekarang ke Maldives yang juga dikenal sebagai Maladewa, bukan cuma mimpi, karena telah tersedia penerbangan low cost menuju kota ibukota Maldives, yaitu Male.

Total perjalanan tidak termasuk transit sekitar 6 jam. Untuk masuk ke negara Maldives, akan diberikan visa kunjungan turis 30 hari dan diberikan di Bandara pada saat kita tiba. Maldives merupakan negara kepulauan, dimana semua akomodasi berada di pulau-pulau.

Mulai dari yang disebut luxury resort nan mewah berharga 4 juta sd 50 juta per malam tergantung jenis kamar dan musim, hingga pulau yang memiliki akomodasi hotel bintang 4 ke bawah alias kelas melati seharga Rp 300.000.- hingga Rp 2 juta per malam, semua disesuaikan dengan kantong kamu.

Akomodasi yang saya maksud cocok untuk kantong budget traveller ada di Pulau Maafushi. Pulau ini lebih hidup karena merupakan lintasan feri dari bandara Male, yang memiliki aneka pilihan penginapan serta layanan tour dan transportasi feri.

Semua perjalanan di Maldives dilakukan menggunakan kapal feri, yang terdiri dari feri umum/publik yang harganya murah tapi perjalanannya lama dan terjadwal, atau bisa dengan speed ferry yang relatif lebih mahal tapi cukup cepat namun terjadwal, serta private speed ferry yang cepat dan jamnya fleksibel.

Untuk budget traveler tidak direkomendasikan dengan private speed ferry karena harganya cukup fantastis untuk ukuran orang Indonesia, yakni USD 100-200 (Rp 1,4 - 2,8) sekali jalan per orang. Mata uang Maldives adalah Rufiyaa, dan disarankan pengunjung menukarkan secukupnya saja, karena nyaris semua pengeluaran dilakukan dalam mata uang US Dollar.

Penukaran juga hanya bisa dilakukan di bandara atau kota Male, tidak ada ATM atau money changer di pulau-pulaunya, sekalipun di hotel. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Perlu diingat bahwa Maldives adalah negara muslim yang taat, jadi penggunaan pakaian minim tidak diperbolehkan di pulau kecuali resor saja.

Saya berkunjung ke Maldives pada minggu ke-2 bulan Maret 2019, dimana cuaca saat itu sedang terik sekali kisaran 30-33 derajat Celcius. Namun, saat terik inilah maka air laut berwarna semakin jernih, hingga terjadi warna gradasi tosca kebiruan yang sangat indah jika diabadikan. Jangan lupa menggunakan tabir surya yang cukup dan banyak minum air putih selama di sana.

Berhubung negara Maldives terdiri dari kumpulan atol suatu pulau koral yang mengelilingi laguna, maka hampir bisa dipastikan yang dijual adalah keindahan lautan beserta isinya. Petualangan saya mulai dengan mengambil paket satu hari excursion seharga USD 50/orang (Rp 711 ribu) .

Berawal pukul 10.00 pagi dengan kunjungan ke Dolphin Lagoons, saya berenang mengejar lumba-lumba yang sangat banyak dan lucu. Semakin didekati mereka malah lari. Petualangan paling seru dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, adalah berenang bersama ikan hiu (nurse shark) di laut lepas, karena ikan hiu itu amat sangat dekat dengan kita. Bahkan terkadang seperti sengaja mendekati dengan wajah ganasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar