Minggu, 09 Februari 2020

Makassar Canangkan Hari Kebudayaan, Pamer Baju Adat Indonesia

Kota Makassar mencanangkan 1 April 2019 sebagai Hari Kebudayaan. Traveler bisa melihat banyak warga kota berbaju adat.

Pencanangkan ini terlihat disejumlah tempat di Makassar. Pencanangan dilakukan dengan upacara bendera bendera dengan mengunakan baju adat. Tak hanya itu, sejumlah siswa SD dan SMP di Makassar mengenakan baju adat sejumlah daerah di Indonesia.

"Yang pertama kebudayaan adalah identitas bangsa, budaya kekayaan bangsa, budaya membedakan kita dengan yang lain, budayalah yang membuat kita menjadi Indonesia," kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, di SD Mangkura Makassar, Senin (1/4/2019).

Danny menyebut jika pencanangan Hari Kebudayaan ini juga sebagai upaya melestarikan budaya yang ada di Sulsel termasuk budaya di Indonesia.

"Maka hari ini kita ingin menanamkan dan mengenali untuk anak kita tentang budayanya semua. Bukan hanya Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, tapi seluruh budaya Indonesia," jelasnya.

Tak hanya pakaian, ditanggal 1 April 2019 ini Sekolah di Makassar juga diberikan materi kebudayaan seharian. Hal ini guna mengingatkan budaya dan sejarah di Sulsel.

"Anak-anak kita disarankan untuk memakai baju tradisional. Hari ini semua materi pelajaran tentang budaya Makassar, budaya Indonesia dan kita fokus hari ini untuk bagaimana mengenali budaya kita sendiri," paparnya.

Sementara itu, salah seorang warga Makassar, Raisa mengatakan pencanangan Hari Kebudayaan ini memberikan pesan cukup bagus dan mengingatkan sejarah dan budaya sangat penting untuk dilakukan

"Bagus acaranya, keren juga, cuma ada di Makassar. Makassar juga sebagai pelopor saat ini dapat menjadi inspirasi bagi semua daerah di Indonesia dan mengelar hal yang sama," tutupnya.

Rencananya pencanangan Hari Kebudayaan ini akan digelar di Fort Rotterdam Makassar mulai pukul 15.00 Wita. Ada agenda karnaval budaya dan jalan bersama.

Kalau traveler sedang ada di Makassar, jangan ragu untuk merapat ke Fort Rotterdam. Siapkan kamera ya!

ASPPI Gelar Kepri Magnificent Crossborder untuk Majukan Pariwisata

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepulauan Riau akan menggelar kegiatan bertajuk 'Kepri Magnificent Crossborder' di Batam dan Tanjung Pinang. Kegiatan ini bakal diikuti 150 travel agent dari Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Ketua ASPPI Kepulauan Riau, Irwandi Azwar mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2-5 April ini merupakan upaya untuk memperkenalkan potensi wisata Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam. Kegiatan ini meliputi jamuan makan malam dengan sajian kuliner Kepri, dan atraksi seni serta budaya setempat.

"Ini merupakan sebuah kegiatan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memajukan pariwisata Indonesia, sejalan dengan visi dan misi Kepulauan Riau. Kegiatan akan dikemas menarik dengan mengundang para pelaku pariwisata seluruh Indonesia dan Asia. Mereka akan memperkenalkan potensi wisata, produk dan pikiran, serta ide-ide kreatif untuk satu tujuan, yaitu memajukan pariwisata Kepulauan Riau," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

ASPPI merupakan organisasi profesional pariwisata terbesar yang bergerak secara individu di Indonesia. Organisasi ini dideklarasikan di Bali pada tahun 2008 dan merupakan organisasi yang resmi terdaftar, serta memiliki perwakilan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan Kepri Magnificent Crossborder kali ini mengangkat isu 'Segitiga Wisata Travel Mart'. Tujuannya adalah untuk meningkatkan peluang sektor pariwisata antara Indonesia, Singapura dan Malaysia. Tidak hanya dari 3 negara ini saja, tapi seluruh negara ASEAN juga memiliki potensi yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar