Minggu, 09 Februari 2020

Mengenalkan Pariwisata Indonesia ke Afrika

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan pariwisata Indonesia. Termasuk, untuk pasar turis Afrika dan juga Timur Tengah.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Famtrip kepada 16 orang TA/TO, Influencer hingga media dari Afrika dan Timur Tengah. Tujuannya, untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia.

Tidak hanya sekadar mempromosikan, para travel agent yang diajak berkunjung ke destinasi-destinasi mulai dari Jakarta-Puncak dan Bandung. Juga menjual paket-paket wisata yang menarik.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya mengatakan, selama ini Travel Agent peserta famtrip lebih sering menjual paket wisata ke destinasi wisata Eropa dan sekitar Timur Tengah Afrika, karena kedekatan jarak tempuh ke destinasi tujuan.

"Untuk itu, kami undang Biro Perjalanan ini ke Indonesia agar mereka bisa melihat langsung dan menjual paket-paket wisata Indonesia ke pasar Timur Tengah," kata Nia seperti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (1/4/2019).

Sementara itu, lanjut Nia, travel agent dari Yordania juga menjual paket wisata ke berbagai negara, seperti Malaysia dan Thailand. Hal itu dikarenakan Royal Jordanian Airline memiliki rute penerbangan langsung ke kedua Negara Asia Tenggara tersebut. Royal Jordanian Airline dan Malindo Air juga telah menyepakati kerja sama penerbangan AMM-KL-KL-Indonesia (sekitar 10 kota).

"Kerja sama ini adalah rangkaian penerbangan budget untuk rute Yordania-Indonesia. Dengan memanfaatkan Malaysia sebagai hub, Indonesia bisa mendapatkan keuntungan meraih wisatawan mancanegara dari Yordania," ujarnya.

Nia juga menjelaskan, bahwa para peserta famtip juga pernah menjual paket wisata ke Indonesia, terutama Bali karena sejauh ini wisatawan Yordania hanya mengenal Bali sebagai destinasi favoritnya.

"Jika klien mereka meminta paket wisata Bali, biasanya travel agent akan mereferensikan untuk menggunakan maskapai Emirates Airlines (transit Dubai) maupun Qatar Airways (transit Doha) yang memiliki penerbangan langsung ke Bali,"ujarnya.

Dalam testimoni yang disampaikan selepas mengikuti famtrip, peserta menyatakan ketertarikan serta minat mereka untuk menjual paket wisata ke Indonesia.

Menurut mereka, kegiatan Famtrip ini merupakan peluang yang sangat baik untuk memperkenalkan tujuan wisata lain yang sesuai dengan profil dan minat wisatawan asal Timur Tengah dan Afrika, yaitu hijaunya kebun teh, alam yang asri, dan udara sejuk pegunungan yang ada di Puncak dan Bandung, juga pantai-pantai indah yang terletak di kepulauan seribu serta wisata belanja yang ada di Jakarta.

"Pengalaman selama mengikuti Famtrip telah membuka wawasan kami melihat langsung karakteristik destinasi serta kepariwisataan Indonesia secara komprehensif," ujar para peserta.

Makassar Canangkan Hari Kebudayaan, Pamer Baju Adat Indonesia

Kota Makassar mencanangkan 1 April 2019 sebagai Hari Kebudayaan. Traveler bisa melihat banyak warga kota berbaju adat.

Pencanangkan ini terlihat disejumlah tempat di Makassar. Pencanangan dilakukan dengan upacara bendera bendera dengan mengunakan baju adat. Tak hanya itu, sejumlah siswa SD dan SMP di Makassar mengenakan baju adat sejumlah daerah di Indonesia.

"Yang pertama kebudayaan adalah identitas bangsa, budaya kekayaan bangsa, budaya membedakan kita dengan yang lain, budayalah yang membuat kita menjadi Indonesia," kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, di SD Mangkura Makassar, Senin (1/4/2019).

Danny menyebut jika pencanangan Hari Kebudayaan ini juga sebagai upaya melestarikan budaya yang ada di Sulsel termasuk budaya di Indonesia.

"Maka hari ini kita ingin menanamkan dan mengenali untuk anak kita tentang budayanya semua. Bukan hanya Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, tapi seluruh budaya Indonesia," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar