Meski serba modern, Jerman masih menyimpan sisi tradisionalnya. Berkunjung ke Dusseldorf, traveler bisa berbelanja ala pasar tradisional seperti di Indonesia.
Kota Dusseldorf di Jerman dikenal sebagai pusat mode dan fashion. Tak hanya itu, kota ini merupakan perpaduan antara sisi modern dan tradisional yang apik. Salah satu sisi tradisional dari Dusseldorf tersimpan di kawasan Carlsplatz.
detikcom bersama rombongan Fam Trip Singapore Airlines berkunjung ke Carsplatz pada akhir bulan Maret lalu. Singapore Airlines memang punya rute menuju ke Dusseldorf yang terbang 4 kali dalam sepekan.
Carslplatz sendiri merupakan pasar tradisional yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari traveler. Dari mulai bahan-bahan makanan, sayur-mayur, bumbu dapur, daging, keju, hingga sosis. Ada juga yang menjual perkakas dapur dan peranti lainnya.
Saat detikcom berkunjung ke Carsplatz, suasana pasar saat itu sedang ramai-ramainya. Maklum, sedang akhir pekan. Cuaca saat itu juga sedang cerah. Jadinya warga Kota Dusseldorf memanfaatkan waktu buat keluar rumah dan berbelanja ke pasar. Ini juga menjadi sebuah tempat wisata di Jerman.
Mereka membeli beberapa kebutuhan pokok seperti daging dan juga sayuran. Ada juga beberapa yang membeli keju dan roti. Mereka membawa sendiri kantong belanjaan dari rumah.
Para pedagang di pasar ini tidak menyediakan kantong plastik buat para pembeli. Kalaupun ada, akan dikenakan biaya ekstra. Sebuah langkah sederhana untuk 'Go Green' yang patut ditiru di Indonesia.
Para penjual di pasar ini terhitung ramah. Mereka selalu tersenyum setiap ada calon pembeli datang. Baik itu pedagang keju, sosis, atau pun bunga, mereka selalu tersenyum menyambut kedatangan kami.
Kondisi pasar juga terhitung sangat bersih. Nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Padahal jarang terlihat tempat sampah di sekitar pasar. Mungkin karena masyarakat di sana sudah sadar soal tidak membuang sampah sembarangan.
Jalanan antar kios pedagang juga cukup lebar, sehingga nyaman buat jalan kaki. Walaupun agak ramai, tapi suasana di pasar tidak sumpek karena serba terbuka.
Selain berjualan bahan-bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari, di pasar ini juga ada sentra kuliner yang patut untuk dicoba. Selain restoran lokal Jerman, ada juga beberapa kedai yang menjual menu bercita rasa internasional.
Traveler pecinta wisata kuliner pasti akan merasa dimanjakan begitu berkunjung ke pasar ini. Warga lokal bercampur dengan turis nampak asyik menikmati kulineran di pasar ini.
Meski tempat kulinerannya di pasar, tapi dijamin bersih kok. Wajib dicoba kalau traveler liburan ke Kota Dusseldorf di Jerman.
Kisah Muslim dan Hindu Bersatu Lawan Harimau Suruhan Setan
Ini adalah sebuah kisah toleransi antarumat beragama di Bangladesh. Umat Muslim dan Hindu bersatu mengatasi harimau buas yang diyakini suruhan setan
Melansir BBC Travel, Senin (14/4/2019) ini adalah cerita dari Taman Nasional Sundarbans, hutan bakau di delta Sungai Gangga yang lebat membentang di perbatasan Bengali di India dengan Bangladesh. Di Bengali, Sundarbans punya ratusan pulau dan membentang lebih dari 10.000 km2.
Rawa dan pulau berhutan lebat ini adalah rumah bagi sekitar 50 spesies mamalia, 315 jenis burung dan 59 jenis reptil. Yang paling terkenal dikenal sebagai salah satu habitat terakhir dari Harimau Royal Bengal. Taman nasional ini juga menjadi tempat wisata di Bangladesh.
Di seluruh Sundarbans, yang berjarak sekitar 300 km dari Dhaka lebih dari 4,5 juta penduduk Hindu dan Muslim bertahan hidup dengan memancing di sungai atau masuk ke dalam hutan mencari kayu dan madu. Buaya, ular dan harimau sering membunuh penduduk desa. Setiap tahun harimau bisa membunuh hingga 60 orang.
Satu hal yang menyatukan umat Hindu dan Muslim adalah Bonbibi. Orang Hindu menyebutnya sebagai, Dewi Hutan pelindung warga. Umat Muslim meyakininya sebagai seorang Muslim di Arab Saudi yang setelah pergi ke Makkah, memiliki kekuatan gaib yang membawanya 5.000 km dari Arab ke Sundarbans.
Ketika Bonbibi tiba, dia melihat hutan dipenuhi harimau pemakan manusia dan diperintah oleh setan bernama Dakshin Rai. Bonbibi mengalahkan Dakshin Rai dan menyelamatkan hidupnya setelah dia berjanji untuk berhenti membiarkan harimau membunuh orang.
Bonbibi menjadi penguasa tertinggi hutan dan sekarang disembah oleh umat Hindu. Sementara Dakshin Rai melarikan diri ke hutan yang gelap dan diyakini sekarang muncul dalam wujud seekor harimau buas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar