Jumat, 12 Juni 2020

Bukan Menghindari Corona, Wanita Ini Malah Jilati Fasilitas Umum

 Seorang presenter radio asal Swiss melakukan sesuatu hal yang aneh. Bukannya menghindar dari virus corona COVID-19 yang sedang mewabah, ia malah mencari keberadaanya. Ia menjilati berbagai fasilitas umum, seperti tempat sampah, tiang, mesin tiket, dan tombol yang ada di dalam bus.
Banyak orang yang merasa terganggu dengan perilaku wanita ini. Mereka mengatakan bahwa aksi tersebut tidak lucu, bahkan menjijikan.

"Anda benar-benar membuat saya jijik! Saya harap Anda dan radio Anda mendapat sanksi berat," tulis salah satu netizen yang dikutip dari Daily Star.

"Terlepas dari virus ini, apa yang kamu lakukan benar-benar menjijikkan. Dan lebih menjijikkan, karena orang lain harus menyentuh permukaan (yang dijilat) itu," ujar netizen lainnya.

Menanggapi hal itu, si presenter radio tersebut mengatakan bahwa sebelum menjilatnya, permukaan itu sudah steril. Ia sudah benar-benar membersihkannya sebelum melakukan aksinya itu.

"Itu semua sudah disanitasi dan aman," ujar presenter tersebut.

Tindakan ini ternyata merupakan salah satu kampanye dari radio Swiss agar lebih berhati-hati terhadap virus tersebut. Namun, aksi itu malah mendapat banyak komentar negatif.

Stop! Video Siswi SMK Digerayangi Jangan Diviralkan Lagi

 Media sosial digemparkan oleh video viral seorang siswi SMK digerayangi teman-temannya. Organ-organ intim diraba oleh teman-teman yang memegangi kaki dan tangannya.
Menanggapi video tersebut, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia mengimbau orang yang sudah melihat video ini agar tidak ikut menyebarkan videonya dan membuatnya semakin viral.

"Untuk orang-orang yang sudah melihat videonya, sebaiknya berempati pada korban, misalnya dengan tidak menyebarkan, tidak mengomentari sehingga makin viral. Tetapi sebaiknya langsung melakukan tindakan membantu," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).

Alih-alih menyebarkannya, Rahma menyarankan untuk sama-sama membantu melaporkan kasus tersebut ke pihak yang bertanggung jawab.

"Misalnya membantu melaporkan ke pihak-pihak yang dapat melakukan tindakan tertentu untuk membantu kasus tersebut, bisa juga dengan membantu menghubungkan siswi tersebut dengan psikolog untuk memulihkan kondisi psikisnya," lanjutnya.

Terkait kasus tersebut, enam pelajar salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), diamankan ke Mapolsek Bolaang Mongondow. Mereka diduga pelaku dan korban pelecehan seksual, yang videonya viral di media sosial (medsos).

"Pelaku sudah diamankan, lagi diperiksa di kantor polisi, di Mapolsek Bolaang. Dimintai keterangan ada 6 orang siswa dan siswi," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Jules Abraham Abast kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Ledakan Kasus Corona Terjadi di Italia, Iran, dan Korsel, Samakah Polanya?

Jumlah kasus virus corona COVID-19 di Italia semakin meningkat. Hal ini mengantarkannya menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua setelah China.
Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropik infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, menyebut kemungkinan besar kasus di Italia sama seperti yang terjadi di Iran atau Korea Selatan. Tetapi, prosesnya masih harus dipelajari lebih lanjut.

"Kemungkinan besar prosesnya sama. Namun, detail prosesnya bagaimana ini yang masih terus dipelajari," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).

Saat disinggung tentang adanya kontak atau kasus COVID-19 yang belum terselesaikan, dr Susilo mengatakan saat ini dunia pun sedang mencari jawabannya. Hal ini tidak bisa disimpulkan secara langsung, karena kasus ini termasuk isu yang sensitif.

"Untuk ini (penyebabnya), dunia sedang mencari jawabannya melalui fakta-fakta yang ada, laporan kasus, dan studi epidemiologis," lanjutnya.

Menurut dr Susilo, dugaan yang masih erat karena adanya kontak antar orang yang belum tahu bahwa ia terinfeksi, kepada orang lainnya. Hal ini masih menjadi dugaan yang paling memungkinkan untuk virus corona ini menyebar di tengah populasi yang ada.
https://indomovie28.net/director/hyeon-jeong-kim/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar