Jumat, 12 Juni 2020

Stop! Video Siswi SMK Digerayangi Jangan Diviralkan Lagi

 Media sosial digemparkan oleh video viral seorang siswi SMK digerayangi teman-temannya. Organ-organ intim diraba oleh teman-teman yang memegangi kaki dan tangannya.
Menanggapi video tersebut, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia mengimbau orang yang sudah melihat video ini agar tidak ikut menyebarkan videonya dan membuatnya semakin viral.

"Untuk orang-orang yang sudah melihat videonya, sebaiknya berempati pada korban, misalnya dengan tidak menyebarkan, tidak mengomentari sehingga makin viral. Tetapi sebaiknya langsung melakukan tindakan membantu," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).

Alih-alih menyebarkannya, Rahma menyarankan untuk sama-sama membantu melaporkan kasus tersebut ke pihak yang bertanggung jawab.

"Misalnya membantu melaporkan ke pihak-pihak yang dapat melakukan tindakan tertentu untuk membantu kasus tersebut, bisa juga dengan membantu menghubungkan siswi tersebut dengan psikolog untuk memulihkan kondisi psikisnya," lanjutnya.

Terkait kasus tersebut, enam pelajar salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), diamankan ke Mapolsek Bolaang Mongondow. Mereka diduga pelaku dan korban pelecehan seksual, yang videonya viral di media sosial (medsos).

"Pelaku sudah diamankan, lagi diperiksa di kantor polisi, di Mapolsek Bolaang. Dimintai keterangan ada 6 orang siswa dan siswi," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Jules Abraham Abast kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Ledakan Kasus Corona Terjadi di Italia, Iran, dan Korsel, Samakah Polanya?

Jumlah kasus virus corona COVID-19 di Italia semakin meningkat. Hal ini mengantarkannya menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua setelah China.
Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropik infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, menyebut kemungkinan besar kasus di Italia sama seperti yang terjadi di Iran atau Korea Selatan. Tetapi, prosesnya masih harus dipelajari lebih lanjut.

"Kemungkinan besar prosesnya sama. Namun, detail prosesnya bagaimana ini yang masih terus dipelajari," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).

Saat disinggung tentang adanya kontak atau kasus COVID-19 yang belum terselesaikan, dr Susilo mengatakan saat ini dunia pun sedang mencari jawabannya. Hal ini tidak bisa disimpulkan secara langsung, karena kasus ini termasuk isu yang sensitif.

"Untuk ini (penyebabnya), dunia sedang mencari jawabannya melalui fakta-fakta yang ada, laporan kasus, dan studi epidemiologis," lanjutnya.

Menurut dr Susilo, dugaan yang masih erat karena adanya kontak antar orang yang belum tahu bahwa ia terinfeksi, kepada orang lainnya. Hal ini masih menjadi dugaan yang paling memungkinkan untuk virus corona ini menyebar di tengah populasi yang ada.

Viral Siswi SMK Digerayangi Ramai-ramai, Salah Siapa? Ini Kata Psikolog

Video seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) dilecehkan beramai-ramai viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Video yang viral itu berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.

Psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi kemungkinan seseorang melakukan hal tersebut.

1. Pengasuhan
Menurut Rahma, pola asuh bisa menjadi salah satu faktor. Jika anak sudah memiliki pola asuh yang baik dan benar, dia tak akan terpengaruh dampak dari 'pergaulan bebas'.

"Bisa diprediksikan bagaimana cara para pelaku diasuh oleh orang tuanya sehingga menghasilkan perilaku seperti itu. Sekali pun pengaruh pergaulan bebas ada dampaknya, tetapi jika pengasuhan yang dilakukan ke anak sudah baik dan tepat anak tak akan terpengaruh untuk menjadi pelaku kejahatan," ujarnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).

Rahma juga mengimbau untuk membekali anak anak dengan skill menghadapi bully dan kejahatan.
https://indomovie28.net/cast/gregorius-andika/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar