Jumat, 12 Juni 2020

Kasus ABG Bunuh Bocah, Dokter Singgung Kerusakan Saraf Otak

Beberapa waktu lalu muncul kabar mengejutkan mengenai seorang remaja yang mengaku membunuh bocah berusia lima tahun di Jakarta Pusat. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari RS Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi, Bogor, mengatakan kekerasan adalah sebuah proses kompleks yang terjadi di otak. Ada beberapa penyebab perilaku kekerasan terjadi.

"Di dalam otak ada bagian top down dan bottom up yang berfungsi sebagai pembuat keputusan, kontrol diri dan pusat emosi. Kerusakan pada sirkuit saraf otak dapat menyebabkan kegagalan pada fungsinya mengontrol perilaku," katanya kepada detikcom.

Kerusakan pada sirkuit saraf di otak dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pada dua area otak tersebut. Jika otak menjadi hiper responsif, ada pemicu sedikit saja bisa langsung memicu emosi.

"Ini semualah yg kemudian berujung pada terjadinya sebuah perilaku kekerasan/agresivitas," lanjut dr Lahargo.

Dijelaskan juga ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sirkuit otak terganggu sehingga memunculkan perilaku kekerasan, di antaranya:

- Faktor genetik dalam keluarga dengan riwayat perilaku kekerasan

- Adanya tumor otak, trauma kepala

- Gangguan metabolik, penyakit fisik

- Pemakaian alkohol, narkoba

- Riwayat menjadi korban perlakuan kekerasan baik verbal, fisik, maupun seksual

- Menyaksikan perilaku kekerasan dalam kehidupan sehari hari di rumah atau lingkungan sekitar

- Menjadi korban bullying

- Paparan media mengenai kekerasan di film, games, tontonan youtube, TV, medsos, dan lain-lain

- Stresor psikososial dalam kehidupan sehari-hari

Bukan Menghindari Corona, Wanita Ini Malah Jilati Fasilitas Umum

 Seorang presenter radio asal Swiss melakukan sesuatu hal yang aneh. Bukannya menghindar dari virus corona COVID-19 yang sedang mewabah, ia malah mencari keberadaanya. Ia menjilati berbagai fasilitas umum, seperti tempat sampah, tiang, mesin tiket, dan tombol yang ada di dalam bus.
Banyak orang yang merasa terganggu dengan perilaku wanita ini. Mereka mengatakan bahwa aksi tersebut tidak lucu, bahkan menjijikan.

"Anda benar-benar membuat saya jijik! Saya harap Anda dan radio Anda mendapat sanksi berat," tulis salah satu netizen yang dikutip dari Daily Star.

"Terlepas dari virus ini, apa yang kamu lakukan benar-benar menjijikkan. Dan lebih menjijikkan, karena orang lain harus menyentuh permukaan (yang dijilat) itu," ujar netizen lainnya.

Menanggapi hal itu, si presenter radio tersebut mengatakan bahwa sebelum menjilatnya, permukaan itu sudah steril. Ia sudah benar-benar membersihkannya sebelum melakukan aksinya itu.

"Itu semua sudah disanitasi dan aman," ujar presenter tersebut.

Tindakan ini ternyata merupakan salah satu kampanye dari radio Swiss agar lebih berhati-hati terhadap virus tersebut. Namun, aksi itu malah mendapat banyak komentar negatif.

Stop! Video Siswi SMK Digerayangi Jangan Diviralkan Lagi

 Media sosial digemparkan oleh video viral seorang siswi SMK digerayangi teman-temannya. Organ-organ intim diraba oleh teman-teman yang memegangi kaki dan tangannya.
Menanggapi video tersebut, psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia mengimbau orang yang sudah melihat video ini agar tidak ikut menyebarkan videonya dan membuatnya semakin viral.

"Untuk orang-orang yang sudah melihat videonya, sebaiknya berempati pada korban, misalnya dengan tidak menyebarkan, tidak mengomentari sehingga makin viral. Tetapi sebaiknya langsung melakukan tindakan membantu," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).

Alih-alih menyebarkannya, Rahma menyarankan untuk sama-sama membantu melaporkan kasus tersebut ke pihak yang bertanggung jawab.

"Misalnya membantu melaporkan ke pihak-pihak yang dapat melakukan tindakan tertentu untuk membantu kasus tersebut, bisa juga dengan membantu menghubungkan siswi tersebut dengan psikolog untuk memulihkan kondisi psikisnya," lanjutnya.

Terkait kasus tersebut, enam pelajar salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), diamankan ke Mapolsek Bolaang Mongondow. Mereka diduga pelaku dan korban pelecehan seksual, yang videonya viral di media sosial (medsos).

"Pelaku sudah diamankan, lagi diperiksa di kantor polisi, di Mapolsek Bolaang. Dimintai keterangan ada 6 orang siswa dan siswi," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Jules Abraham Abast kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).
https://indomovie28.net/cast/chris-marroy/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar