Jumlah kasus virus corona COVID-19 di Italia semakin meningkat. Hal ini mengantarkannya menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua setelah China.
Menanggapi hal ini, ahli penyakit tropik infeksi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Adityo Susilo, SpPD-KPTI, menyebut kemungkinan besar kasus di Italia sama seperti yang terjadi di Iran atau Korea Selatan. Tetapi, prosesnya masih harus dipelajari lebih lanjut.
"Kemungkinan besar prosesnya sama. Namun, detail prosesnya bagaimana ini yang masih terus dipelajari," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020).
Saat disinggung tentang adanya kontak atau kasus COVID-19 yang belum terselesaikan, dr Susilo mengatakan saat ini dunia pun sedang mencari jawabannya. Hal ini tidak bisa disimpulkan secara langsung, karena kasus ini termasuk isu yang sensitif.
"Untuk ini (penyebabnya), dunia sedang mencari jawabannya melalui fakta-fakta yang ada, laporan kasus, dan studi epidemiologis," lanjutnya.
Menurut dr Susilo, dugaan yang masih erat karena adanya kontak antar orang yang belum tahu bahwa ia terinfeksi, kepada orang lainnya. Hal ini masih menjadi dugaan yang paling memungkinkan untuk virus corona ini menyebar di tengah populasi yang ada.
Viral Siswi SMK Digerayangi Ramai-ramai, Salah Siapa? Ini Kata Psikolog
Video seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) dilecehkan beramai-ramai viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Video yang viral itu berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.
Psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum, dari Motherhope Indonesia menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi kemungkinan seseorang melakukan hal tersebut.
1. Pengasuhan
Menurut Rahma, pola asuh bisa menjadi salah satu faktor. Jika anak sudah memiliki pola asuh yang baik dan benar, dia tak akan terpengaruh dampak dari 'pergaulan bebas'.
"Bisa diprediksikan bagaimana cara para pelaku diasuh oleh orang tuanya sehingga menghasilkan perilaku seperti itu. Sekali pun pengaruh pergaulan bebas ada dampaknya, tetapi jika pengasuhan yang dilakukan ke anak sudah baik dan tepat anak tak akan terpengaruh untuk menjadi pelaku kejahatan," ujarnya saat dihubungi detikcom Selasa (10/3/2020).
Rahma juga mengimbau untuk membekali anak anak dengan skill menghadapi bully dan kejahatan.
2. Sistem dan manajemen sekolah
Hal ini juga disinggung Rahma menjadi salah satu kemungkinan penyebab pelaku melakukan aksi tersebut. "Di antaranya terkait jaminan keamanan di sekolah, hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa, dan lainnya," jelasnya.
Menurutnya, pihak sekolah juga harus mengajarkan pentingnya pendidikan adab dan akhlak, atau pendidikan moral dan karakter.
3. Sistem sosial masyarakat
Rahma juga menjelaskan seluruh pihak harus bersama-sama mengawasi perilaku yang menyimpang tersebut. "Ini juga penting untuk bertindak mengawasi anggota masyarakat yang menyimpang. Memberikan konsekuensi atau punishment moral," lanjutnya.
https://indomovie28.net/star/taapsee-pannu/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar