Survei 'Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19' yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap ada 17 persen warga yang yakin tak bakal terinfeksi COVID-19. Dari data tersebut, terlihat bahwa kelompok usia 17-30 tahun paling banyak yang merasa 'kebal' alias tidak mungkin tertular Corona.
Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyayangkan masih banyak orang yang merasa 'kebal' dan tak mungkin tertular COVID-19. Wiku mengingatkan penyakit ini tidak memandang usia, jenis kelamin, atau status sosial seseorang sebab semua kelompok memiliki risiko terinfeksi.
"Menyayangkan adanya persepsi masyarakat yang menyatakan kebal COVID-19. Perlu kami tekankan sekali lagi, tidak ada orang yang kebal terhadap COVID-19," katanya dalam siaran pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9/2020).
"Jangan sekali2 kita berpikir bahwa karena rajin olahraga atau berdiam diri di rumah, kita bisa kebal. Tertular itu mudah terjadi dari siapapun yang kita temui," lanjutnya.
Wiku juga menyampaikan agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan mementingkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Diimbau pula kepada warga untuk saling mengingatkan apabila terdapat orang di lingkungan sekitar yang tidak patuh menjalankan protokol tersebut.
"Masyarakat yang sudah paham agar mengingatkan kepada orang lain agar betul-betul menjadi kekuatan secara nasional untuk melawan virus ini," sebut Wiku.
Dalam survei yang dilakukan BPS, disinggung juga mengenai beberapa alasan warga tidak mematuhi protokol pencegahan Corona, di antaranya:
Tidak ada sanksi: 55 persen
Tidak ada kejadian penderita COVID-19 di lingkungan sendiri: 39 persen
Pekerjaan jadi sulit kalau menerapkan protokol: 33 persen
Harga masker dan face shield mahal: 23 persen
Mengikuti orang lain: 21 persen
Aparat atau pimpinan tidak memberi contoh: 19 persen
https://indomovie28.net/fruitvale-station-2/
Mau Perbesar Ukuran Mr P? Coba Konsumsi 5 Makanan Ini
Memiliki ukuran penis yang besar dapat meningkatkan kepercayaan diri pria dalam memuaskan pasangannya sehingga banyak cara ditempuh untuk memiliki ukuran penis yang mereka inginkan, misalnya melakukan operasi pembesar penis atau menggunakan pompa pembesar.
Namun, tak ada salahnya mengkonsumsi makanan di bawah ini untuk membesarkan penis secara alami. Dilansir dari Pulse, yuk intip apa saja makanan yang dapat membesarkan ukuran penis!
1. Bawang
Selain berfungsi menjadi bumbu dapur dapat menyedapkan makanan, penelitian menemukan bahwa bawang dapat meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh termasuk penis. Jika aliran darah lancar, maka pertumbuhan penis akan semakin besar dan kuat serta memperlama ereksi. Selain itu, konsumsi bawang membantu mencegah pembekuan darah.
2. Pisang
Pisang dapat mengandung kalium yang menurunkan kadar natrium dalam tubuh yang dapat menghambat sirkulasi darah. Kadar sirkulasi darah yang sehat akan membantu penis ereksi menjadi lebih besar dan kuat.
3. Semangka
Semangka mengandung asam amino sitrulin dalam jumlah tinggi yang dpat membersarkan ukuran penis. Kandungan tersebut akan diubah menjadi asam amino L-argini yaitu zat yang merangsang produksi oksida nitrat dan meningkatkan aliran darah. Zat ini akan membantu pelebaran pembuluh darah hingga ke penis sehingga ukuran penis akan lebih besar.
4. Bayam
Dikutip dari eatthis.com, bayam mengandung magnesium yak banyak serta mineral yang mengurangi peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Peningkatan aliran darah menjadi salah-satu obat anti impoten. Hal ini akan membantu membesarkan ukuran dari penis.
5. Alpukat
Alpukat telah lama dipercaya sebagai buah yang meningkatkan kesuburan pria. Alpukat merupakan sumber lemak sehat, potasium, dan vitamin yang sangat baik bagi tubuh salah-satunya untuk penis. Dilansir dari healthline.com, alpukat memiliki vitamin E dan zinc, yang meningkatkan dorongan seks dan kesuburan pria sehingga dapat membesarkan ukuran penis Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar