Rabu, 23 September 2020

Kandidat Vaksin Corona Pfizer Tunjukkan Efek Samping Ringan, Apa Saja?

 Salah satu perusahaan yang mengembangkan vaksin, Pfizer Inc, menyebut partisipan vaksin menunjukkan efek samping ringan saat diberi vaksin COVID-19 atau plasebo dalam studi tahap akhir yang sedang berlangsung.

Dikutip dari Strait Times, kelelahan adalah efek samping yang paling sering dilaporkan relawan vaksin. Setelah pemberian dosis kedua, sekitar 36 persen kelompok usia 18 hingga 64 tahun dan 27 persen kelompok usia 65 hingga 84 tahun melaporkan kelelahan.


Selain itu efek samping lain yang paling sering dialami adalah sakit kepala, nyeri otot, menggigil, dan nyeri sendi. Beberapa peserta studi juga dilaporkan mengalami demam, termasuk demam tinggi.


"[Peneliti] akan memberi tahu kami jika mereka memiliki masalah keamanan dan belum menemukannya hingga saat ini," kata Dr Kathrin Jansen, kepala penelitian vaksin Pfizer.


Lebih dari 12 ribu orang telah menerima dosis kedua dari kandidat vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan tersebut. Pfizer Inc juga telah mendaftarkan lebih dari 29 ribu dari 44 ribu sukarelawan uji klinis vaksin yang bekerjasama dengan BioNTech.


Pfizer mengatakan pihaknya terus meneliti keamanan dan tolerabilitas vaksin dalam studinya.


"Kami yakin, mengingat profil kekebalan yang sangat kuat dan juga profil praklinis, bahwa kemanjuran vaksin kemungkinan besar mencapai 60 persen atau lebih," kata Chief Scientific Officer Pfizer Mikael Dolsten.

https://cinemamovie28.com/only-my-husband-not-know/


Studi: Banyak Petugas Kesehatan Terinfeksi Corona Tapi Tak Bergejala


 Peneliti menyebut empat dari 10 petugas kesehatan yang dites positif terinfeksi virus Corona COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Yang artinya, petugas kesehatan tersebut tanpa sadar dapat menularkan virus COVID-19 kepada rekan kerjanya dan pasien yang mereka rawat.

Dalam studi baru, tim peneliti meninjau 98 studi yang melibatkan 230.000 petugas kesehatan di 24 negara. Tingkat infeksi Corona pada petugas kesehatan berkisar antara 7 sampai 10 persen.


Dari mereka yang dites positif terinfeksi Corona, 48 persen adalah perawat, 25 persen adalah dokter, dan 23 adalah petugas kesehatan lainnya.


Dalam laporan tersebut, 43 persen bekerja di bangsal biasa, non-bedah, dan yang tidak terinfeksi Corona diperiksa. 24 persen bekerja di ruang operasi, 16 persen di ruang gawat darurat, 9 persen di unit perawatan intensif dan 29 persen bekerja di ruang lain.


"Hilangnya rasa dan bau (anosmia), demam dan nyeri otot diidentifikasi sebagai satu-satunya gejala yang secara signifikan terkait dengan positif SARS-CoV-2," jelas penulis studi Dr Taulant Muka, dikutip dari laman US News.


Data yang dikumpulkan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa di antara petugas kesehatan yang positif SARS-CoV-2, 40 persen tidak menunjukkan gejala saat diagnosis. Satu dari 20 atau 5 persen petugas kesehatan yang positif COVID-19 mengalami komplikasi parah, dan satu dari 200 atau 0,5 persen meninggal.


"Petugas kesehatan menderita beban yang signifikan akibat COVID-19," Tambah Muka.


Rekan penulis studi Dr Oscar Franco, direktur ISPM, mengatakan petugas kesehatan berada di garis depan dalam merawat pasien COVID-19 yang membuat diri mereka berisiko tinggi tertular.

https://cinemamovie28.com/paterson/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar