Rabu, 02 September 2020

5 Kondisi Mr P yang Bikin Cairan Sperma 'Merembes' Tak Terkontrol

 Air mani yang mengandung sperma biasanya keluar dari penis saat orgasme. Namun demikian kadang ada beberapa kondisi yang bisa buat sperma keluar di luar kendali.
Biasanya kondisi sperma yang keluar sendiri ini bukan masalah kesehatan serius, namun kadang ada juga yang terjadi karena masalah tertentu.

Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Medical News Today pada Rabu (5/2/2020):

1. Saat terangsang

Beberapa pria dapat mengeluarkan cairan yang bisa mengandung sperma saat sedang terangsang. Para ahli menyebutnya sebagai cairan praejakulasi atau precum.

Oleh karena itu disarankan selalu memakai kontrasepsi saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangan bila ingin menghindari kehamilan.

2. Kencing

Sperma juga bisa keluar dari penis saat kencing. Hal ini biasanya terjadi ketika seorang pria sebelumnya mengalami ejakulasi. Urine yang tercampur oleh sperma mungkin tampak sedikit keruh.

3. Mimpi basah

Mimpi basah adalah fenomena yang terjadi ketika seorang pria mengalami ejakulasi dalam tidurnya. Biasanya terjadi ketika mimpi mengandung hal berbau seksual.

Mimpi basah paling umum selama masa pubertas, namun bisa juga terjadi saat dewasa. Mimpi basah cenderung terjadi lebih sering pada masa pubertas karena perubahan hormon.

4. Efek obat

Beberapa obat seperti antidepresan atau terapi hormon disebut dapat memiliki efek samping memengaruhi dorongan seksual. Oleh karena itu hal ini juga bisa memengaruhi pola ejakulasi seorang pria.

5. Cedera saraf

Cedera pada saraf di daerah tulang belakang, kantung kemih, atau area lain yang memengaruhi ejakulasi bisa berdampak pada aliran air mani. Bisa saja air mani jadi 'bocor' di luar kendali.

Virus Corona Wuhan Segera Punya Nama Resmi, Ini Kriterianya

 Virus corona yang mewabah di Wuhan, China hingga saat ini belum punya nama resmi. Nama 'sementara' 2019-nCoV atau Novel Coronavirus dianggap sulit diucapkan.
Penamaan virus baru memang rumit, salah-salah bisa memicu dampak yang tidak diharapkan. Dicontohkan, julukan 'swine flu' atau flu babi untuk virus H1N1 pernah memicu pembantaian babi. Padahal virus ini ditularkan oleh manusia, bukan oleh babi.

Hal serupa juga terjadi pada penamaan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang sempat populer dengan istilah 'flu unta'.

"Penggunaan nama seperti 'flu babi' dan MERS telah memiliki dampak negatif yang tidak diharapkan lewat stigma pada komunitas dan sektor ekonomi tertentu," kata pejabat WHO saat itu, Dr Keiji Fukuda, dikutip dari BBC, Rabu (5/2/2020).

Pemberian nama virus menjadi tanggung jawab International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV). Berdasarkan panduan yang telah ditetapkan, nama virus baru tidak boleh mengandung:

- Lokasi geografis
- Nama orang
- Nama binatang atau makanan tertentu
- Merujuk pada kultur atau industri tertentu.

Dikatakan, nama virus baru harus pendek dan menjelaskan, seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Di Umur Ini Wanita Paling Berpeluang Dapatkan 'Orgasme' Terbaik

 Jika menurut kamu orgasme terbaik wanita didapatkan di usia muda rentang umur 20-an, hal itu justru keliru. Sebuah penelitian mengungkap orgasme terbaik dialami wanita saat sudah menginjak usia 36 tahun. Apa alasannya?
Sebuah survei yang dilakukan oleh aplikasi kontrasepsi bernama 'Natural Cycles' mengumpulkan data lebih dari 2.600 wanita. Para wanita yang masuk dalam survey ini, diwawancara soal tingkat kepuasan seksual mereka selama ini.

Mereka ditanya seberapa menarik dan seberapa sering mereka melakukan hubungan seksual di umur mereka masing-masing. Responden yang dipilih dikelompokkan menjadi tiga kelompok dengan umur 23 tahun ke bawah, 23 tahun hingga 36 tahun, dan 36 tahun ke atas.

Kamu mungkin mengira wanita muda berusia 20-an ada di masa mereka merasakan orgasme terbaik. Namun hasil penelitian menunjukkan kelompok 36 tahun ke atas merasakan orgasme terbaik mereka, dengan intensitas yang cukup tinggi.

Seorang terapis seks, Ian Kerner, PhD mengaku tidak terkejut dengan temuan ini.

"Banyak wanita yang saya ajak bicara di usia 30-an dan 40-an merasa seperti mereka tahu apa yang membuat hidup mereka bahagia karena dapat berkomunikasi dengan baik bersama pasangan mereka," katanya, dikutip dari Health.

Untuk menjelaskan hasil survei, Kerner mengatakan agar mempertimbangkan hasil temuan, dengan kondisi fisik dan psikologis saat mereka memasuki usia tiga puluhan, agar mendapat hasil yang lebih akurat.

Ia menjelaskan kemungkinan hasil survei mengatakan orgasme terbaik pada wanita terjadi di usia 36 adalah pengaruh dari kondisi psikologis mereka yang sangat baik.
https://nonton08.com/take-down/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar