Di tengah pandemi virus Corona, model berhijab Halima Aden ingin ikut membantu para petugas medis, khususnya mereka yang berhijab. Halima pun merilis masker hijab yang di Amerika Serikat tak banyak tersedia.
Masker yang ada di pasaran di Negeri Paman Sam sebagian besar adalah masker ear loop. Memahami kesulitan petugas medis berhijab dalam memakai masker, Halima bersama dengan startup Anywear dan majalah Allure merilis seperangkat hijab termasuk masker yang mampu melindungi hijabers selama pandemi ini.
"Karena banyak wanita berhijab bekerja di fasilitas perawatan kesehatan, saya ingin memastikan bahwa mereka memiliki pilihan yang nyaman untuk memakai masker sambil menjaga rambut mereka agar tetap tertutup," kata Halima Aden yang menjadi model berhijab pertama yang tampil di majalah Vogue itu.
Dilansir dari Pagesix, satu set hijab yang dirilis Halima Aden dibanderol dengan harga $45 atau sekitar Rp 638.077. Sedangkan untuk tiga set masker hijab bisa didapatkan dengan harga $40 atau sekitar Rp 565.720. Ada juga satu set turban yang dijual dengan harga $52 atau sekitar Rp 735.000. Semua produk hijab ini terbuat dari 100 persen kapas organik.
Masker juga dilengkapi dengan kancing sehingga tetap melekat dengan erat saat diikatkan ke belakang kepala dan disesuaikan dengan bentuk wajah. Untuk setiap pembelian masker ini, Anywear akan menyumbangkan masker hijab tersebut pada para tenaga medis.
Halima Aden memilih warna pastel untuk masker hijabnya. Dia memilih warna tersebut dengan alasan tersendiri. "Saya sangat ingin setiap masker hijab ini memberikan perasaan kenyamanan dan tenang, jadi saya membuatnya dengan nuansa lembut yang membawa perasaan damai," katanya.
Model berhijab Halima Aden dikenal karena menjadi wanita Somalia-Amerika pertama yang berkompetisi dan menjadi semi-finalis dalam kontes kecantikan Miss Minnesota USA. Setelah keikutsertaannya dalam kontes tersebut, Aden mendapat perhatian publik dan dikontrak oleh IMG Models. Dia kemudian menorehkan berbagai sejarah di industri model dengan hijabnya.
YouTuber yang Kembalikan Anak Adopsi karena Autis Kehilangan Kontrak Kerja
Myka Stauffer, YouTuber yang dituding mengembalikan anak diadopsinya, ternyata tak hanya mendapat hujatan dari netizen. Dia juga kehilangan kontrak bisnis terkait keputusannya yang kontroversial itu.
Sejumlah brand mengambil langkah pemutusan kontrak kerja, termasuk Fabletics, retailer busana olahraga yang didirikan aktris Kate Hudson. Lewat Instagram, Kate menyatakan bahwa kerja sama antara Fabletics dan Myka sudah dihentikan.
"Diputus," tulis Kate Hudson saat menjawab pertanyaan netizen.
Tak hanya Fabletics, brand lain juga memutuskan kerja samanya dengan Myka. Beberapa di antaranya Playtex Baby, Chilli's Suave dan Big Lots.
Myka Stauffer menuai kontroversi setelah dia mengumumkan telah mengembalikan anak adopsinya, Huxley, karena dia memiliki kebutuhan khusus. Huxley diketahui mengidap autisme dan kondisi trauma otak.
Huxley yang berusia 4 tahun kini dikabarkan sudah dirawat oleh keluarga lain yang dirasa lebih mampu memenuhi kebutuhannya. Namun itu tidak menghentikan kritik dan hujatan yang dialamatkan pada YouTuber berbasis di Ohio ini.
https://cinemamovie28.com/my-wifes-sister-3-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar