Rabu, 16 September 2020

Huawei Patenkan Teknologi Wireless Charging Jarak Jauh

 Teknologi wireless charging atau pengisian daya secara nirkabel yang ada saat ini masih mewajibkan perangkat dan charger untuk berada jarak dekat, malah hampir menempel.
Namun Huawei mendaftarkan paten wireless charging yang lebih futuristis, yaitu mengisi daya baterai secara nirkabel dari jarak jauh. Teknologi yang didaftarkan sejak 2019 ini memanfaatkan laser untuk mengisi daya baterai.

"Salah satu tantangan terbesar adalah untuk mengisi di setiap ruang konferensi atau sekadar kafe dengan pengisi daya yang tak terlihat adalah keamanan dari laser terhadap mata pengunjung," tulis Huawei.

Untuk itulah Huawei mengaku tengah mengusahakan agar teknologi wireless charging ini tetap aman untuk manusia. Yaitu sistem yang bisa mendeteksi mata manusia di jalur sinar laser, dan akan mematikan sistemnya untuk melindungi pengguna ataupun hewan peliharaan yang terdeteksi oleh sistem tersebut.

Dalam video yang diposting oleh Huawei, perangkat pengisi daya atau charger terlihat bisa mengisi daya beberapa perangkat sekaligus. Chargernya sendiri diletakkan pada titik strategis yang mempunyai garis pandang ke setiap titik di ruangan tersebut.

Daya yang dihantarkan oleh charger futuristis ini disebut cukup untuk mengisi daya perangkat seperti ponsel, laptop, tablet, dan bahkan drone, demikian dikutip detikINET dari Gizmochina, Rabu (16/8/2020).

Sayangnya, sejauh ini belum ada waktu peluncuran yang pasti untuk teknologi yang belum punya nama ini. Namun jika nanti benar tersedia, maka teknologi wireless charging ini bisa memecahkan masalah kabel yang berseliweran di berbagai tempat, contohnya meja kerja.

Pada 2018 lalu, sekelompok peneliti di Universitas Washington menemukan teknologi sejenis, yaitu memanfaatkan laser untuk mengisi daya pada baterai.

"Anda bisa membuat sebuah casing ponsel yang dilengkapi receiver (charger laser) dan membeli setup lasernya," tulis Vikram Lyer," ketua tim peneliti itu.

Orang Terkaya Jepang di Balik Kabar Merger Gojek dan Grab

Dua perusahaan ride-hailing Asia Tenggara Grab dan Gojek disebut-sebut sedang dalam pembicaraan merger. Nah kabarnya lagi, ada campur tangan orang terkaya Jepang, di balik upaya tersebut.
Sosok yang dimaksud adalah Masayoshi Son. Dia adalah pendiri sekaligus CEO Softbank. Perusahaannya tercatat sebagai pemegang saham di Grab dan Gojek. Masayoshi yang langganan orang terkaya Jepang ini disebut yang menekan agar merger itu dilakukan.

Softbank tidak sendiri, ada sederet investor lain yang menanamkan duitnya di kedua perusahaan penyedia ojek online itu, di antaranya Alibaba, Tencent, Mitsubishi, PayPal, Google, Facebook dan Visa.

Nah pembicaraan merger Grab dan Gojek konon sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, namun karena tidak ada urgensinya maka tidak lanjut, bahkan kabarnya tak direstui Softbank lantaran Masayoshi percaya waktu itu bisnis ride-hailing akan jadi industri monopoli di mana yang paling banyak uang menguasai pasar. Namun kini pandangan tersebut berubah, ujar orang yang dekat dengan miliuner Jepang tersebut.

Maret lalu, Softbank dan Son dilaporkan mendorong agar Grab dan Gojek bersatu sebelum pasar berdampak serius oleh COVID-19. Mungkin ini sebagai ancang-ancang kaki perusahaan telekomunikasi asal Jepang agar tidak mencatat kerugian lagi.

Seperti diketahui Softbank bekerja keras untuk membersihkan neraca setelah serangkaian kerugian besar usai investasinya di WeWork berakhir bencana. Tercatat nilai kerugiannya mencapai USD 8,9 miliar atau di kisaran Rp 124 triliun.

Kerugian tersebut pertama kali terjadi dalam 14 tahun. Imbasnya mereka menjual aset USD 41 miliar untuk membayar utang. Divestasi paling menonjol pada 13 September dengan menjual ARM Holdings kepada Nvidia senilai SUD 40 miliar.

Hanya saja dorongan Son dan Softbank agar Grab dan Gojek merger tentu tidak akan mudah. Pasalnya, menurut laporan The Business Times, Alibaba sedang dalam pembicaraan untuk menginvestasikan USD 3 miliar ke Grab. Hal itu dapat membuat potensi merger menjadi rumit dalam hal pertimbangan antitrust.
https://cinemamovie28.com/ordinary-world/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar