Rabu, 09 September 2020

Kaesang Kerjai Penipu dan Sisi Gelap Jualan Online

 Kaesang Pangarep mengerjai sejumlah penipu online menjadi perhatian masyarakat. Hal ini membuka fakta sisi gelap jualan online yang merugikan masyarakat.
Putra kedua Presiden Jokowi ini pun menjadi trending di Twitter. Banyak orang mengikuti ceritanya dan berbagi pengalaman serupa. Dihimpun detikINET, Selasa (8/9/2020) beginilah duduk perkaranya:

1. Kaesang mengerjai penipu
Cuitan Kaesang soal mengerjai penipu online menjadi viral pada Senin kemarin. Hal ini berawal dari Kaesang memposting jualan online bermodus lelang pegadaian Samsung Galaxy S20 Ultra dengan harga murah. Sang penipu menyadari kalau diajak berkomunikasi oleh anak presiden dan mengaku khilaf.

Kaesang pun pernah mengerjai akun online shop penipu bermodus jualan pakaian. Dia menjebak dengan alamat Istana Bogor. Penipu pun mengembalikan uangnya. Aneka cerita ini pun ramai dibahas netizen di Tanah Air.

2. Kaesang sindir siapa?
Penipuan jualan online ibarat penyakit yang tidak berkesudahan. Sampai-sampai Kaesang pun bergerak mengerjai para pelaku dan berbagi ceritanya di media sosial.

Siapa yang disindir Kaesang? Apakah carut-marut bisnis online yang rawan penipuan, ataukah pihak-pihak yang semestinya membuat ekosistem yang aman untuk jualan online.

3. Sentilan Kaesang jadi viral
Kaesang Pangarep menyentil penipuan jualan online yang selama ini jadi keluhan masyarakat. Tweetnya jadi viral dibahas netizen dengan berbagai reaksi.

Ada yang merasa senasib, pernah ditipu jualan online sejenis. Ada yang sekalian melaporkan penipu jualan online. Ada juga yang sinis mentang-mentang Kaesang anak Presiden Jokowi. Ada pula yang mengkritik karena Kaesang memakai alamat Istana Bogor.

Yang menanggapi pun beragam. Dari akun Twitter Kementerian Kominfo sampai masyarakat biasa, dan para haters.

4. Mewaspadai jualan online
Belajar dari kejadian yang diramaikan Kaesang ini, pengamat gadget Lucky Sebastian mengatakan ada hal penting untuk diketahui konsumen sebelum belanja online. Yang pertama, hati-hati dengan barang yang terlalu murah.

Kedua, hati-hati dengan penjual yang mengatasnamakan lembaga atau apapun. Ketiga, ajak si penjual transaksi lewat e-commerce resmi.

5. Belajar membedakan ponsel asli dan palsu
Terkait dengan belanja online gadget, Lucky Sebastian juga mengatakan barang ini rawan modus penipuan. Konsumen harus mengedukasi diri agar terhindar dari penipuan.

Untuk ponsel, pertama-tama konsumen bisa cek IMEI-nya di imei.kemenperin.go.id. Kedua, cari informasi spesifikasi gadget dari internet. Jika IMEI-nya tidak terdaftar, atau terdaftar tapi spesifikasi yang ditawarkan tidak sesuai, waspadalah!

Diterpa Isu Latih Influencer, Siberkreasi Tetap Cerdaskan Masyarakat Digital

Ketua Umum Siberkreasi Yosi Mokalu mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan pentingnya literasi digital di era serba canggih saat ini. Dikatakan Yosi, literasi digital sebagai upaya mencerdaskan masyarakat.
"Saya percaya literasi digital itu bukan tugas kami saja yang tergabung di Siberkreasi. Ini juga tugas kita semua, supaya kita menjadi masyarakat cerdas, tapi tergerak untuk mencerdaskan," ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Ajakan Yosi ini tak terlepas usai Siberkreasi baru saja menyabet penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS Prize) 2020 dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sibekreasi diketahui dinobatkan sebagai pemenang di WSIS Prizes 2020. Selain Sibekreasi, Relawan TIK juga diganjar sebagai champion di forum lintas-pemangku kepentingan di bidang TIK yang bernaung di bawah International Telecommunication Union (ITU) PBB.

"Kita harus melihat (penghargaan-red) ini sebuah pencapaian dari sebuah gerakan kolaborasi. Artinya, bukan saya yang menang, tapi semua, terutama yang tergabung dalam Siberkreasi," ungkapnya.

"Ini adalah hadiah yang memberikan semangat bagi kita semua. Menambah motivasi untuk terus melakukan apa yang sudah kita lakukan selama tiga tahun ini, yaitu mencerdaskan di ranah digital," ucap personel Project Pop itu.

Sebelumnya, Siberkreasi ini diterpa isu tak sedap karena dituding sebagai program untuk melatih influencer pemerintah.

Tudingan terhadap Yosi itu bermula dari pernyataan Staf Ahli Menkominfo Henry Subiakto dalam sebuah program televisi. Henry kala itu menyebut nama Yosi Mokalu sebagai orang yang memberikan pelatihan untuk menjadi influencer melalui program Siberkreasi.

Yosi sendiri sudah membantah terkait tudingan yang menyebut dirinya sebagai orang yang melatih influencer 'pendukung pemerintah'. Menurutnya, ada kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat yang menanggapi pernyataan itu.

"Sebenarnya Prof Henri mau menjawab dari situ, tapi ya bungkusan judul clickbait dan beberapa media abal-abal memperuncing semua suasananya," kata Yosi beberapa waktu lalu.
https://kamumovie28.com/the-debt-collector-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar