Sarapan teratur penting untuk memberi energi bagi tubuh sehingga tidak ngantuk saat beraktivitas. Namun terkadang kesibukan di awal pekan membuat pola sarapan berantakan.
Tidak apa sedikit terlambat, tetapi sebaiknya tidak sarapan terlalu siang atau mendekati waktu makan siang. Menurut pakar, hal itu bisa mengacaukan ritme sirkadian.
"Jam sirkadian tidak hanya mengatur perubahan sirkadian dari metabolisme glukosa, tetapi juga mengatur berat badan, tekanan darah, dan aterosklerosis (penumpukan lemak)," kata pakar metabolisme dari Universitas Tel Aviv di Israel, Daniela Jakubowicz, dikutip dari Hindustantimes.
Studi menyebut, waktu sarapan berhubungan dengan sistem metabolisme tubuh. Partisipan yang tidak sarapan mengalami lonjakan gula darah dan respons insulin yang buruk. Meski mengonsumsi sedikit kalori, mereka mengalami peningkatan berat badan lebih tinggi.
Sebaliknya, partisipan yang sarapan sebelum 9:30 cenderung punya metabolisme yang lebih baik. Berat badan lebih terkontrol dan terhindar dari diabetes tipe 2.
WHO Cetak Rekor 307.930 Kasus Baru COVID-19, Tertinggi dalam Sehari
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor penambahan kasus baru virus Corona COVID-19 secara global pada hari Minggu (13/9/2020), yakni 307.930 kasus dalam satu hari.
Dikutip dari Reuters, penambahan kasus Corona terbanyak berasal dari India, Amerika Serikat, dan Brasil.
Pada hari Minggu (13/9/2020), India melaporkan sebanyak 94.372 kasus baru virus Corona, diikuti Amerika Serikat dengan 45.523 kasus dan Brasil sebanyak 43.718 kasus.
Baik Amerika Serikat dan India masing-masing melaporkan lebih dari 1.000 kasus kematian virus Corona dan Brasil mengonfirmasi ada 874 orang yang meninggal akibat COVID-19 di negaranya dalam waktu 24 jam terakhir.
Rekor sebelumnya dicetak pada 6 September 2020, yakni 306.857 kasus dalam sehari.
Gimmick Kontroversial 'Wanita Pakai Kemben' di Jalur Gowes Gadis Desa
Dunia persepedaan kembali digemparkan oleh sebuah video viral. Kali ini terkait kegiatan gowes di Malang, yang melewati 'jalur gowes gadis desa' dengan gimmick wanita pakai kemben pura-pura mandi di kali.
Dalam video yang beredar, para pegowes yang semuanya laki-laki bisa turun dari sepeda untuk berfoto bersama wanita-wanita yang mengenakan kemben. Disebut-sebut, kegiatan ini berlokasi di Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur.
Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menyebut memang ada banyak motivasi seseorang bersepeda. Idealnya memang untuk bugar, tapi tak sedikit yang hanya ingin 'pansos' alias panjat sosial dengan pamer konten di Instagram dan sejenisnya.
Sah-sah saja menurut dr Dhika, jika seseorang mengawali olahraga dengan motivasi untuk pansos karena dari situ akhirnya bisa berlanjut jadi gaya hidup yang menyehatkan. Namun menurutnya, motivasi bersepeda tidak harus mengobjektivikasi perempuan.
"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.
Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini kontroversi gadis berkemben yang viral adalah semacam gimmick untuk menarik minat pemula. Pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak tertarik dengan gimmick semacam itu.
"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur.
https://cinemamovie28.com/spider-man-homecoming-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar