Perusahaan farmasi Moderna meyakini vaksin COVID-19 buatannya bisa melindungi seseorang dari varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Namun untuk varian Afsel, sepertinya bakal membutuhkan suntikan booster.
Dalam siaran pers Senin (25/1/2021), Moderna menyebut tidak ada penurunan respons antibodi terhadap varian COVID-19 yang ditemukan di Inggris. Sedangkan pada varian Afrika Selatan, ada penurunan respons tetapi diyakini dua dosis akan memberikan perlindungan.
Merebaknya berbagai varian baru virus Corona memunculkan kekhawatiran terkait mutasi yang terjadi. Sejumlah pihak meragukan apakah vaksin yang saat ini dikembangkan masih akan efektif jika virus Corona bermutasi.
Dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2021), Michael Yee dalam sebuah penelitian memberi catatan bahwa pengujian vaksin Moderna menunjukkan bahwa respons antibodi yang dihasilkan vaksin mRNA-1273 masih memberikan perlindungan. Bahkan ketika diujikan pada varian Afrika Selatan.
https://indomovie28.net/movies/the-parasite-2/
Viral Gegara Kumis dan Jenggot, Wanita Cantik Ini Bagikan Pesan Anti-Insecure
Wanita cantik viral di TikTok gara-gara dirinya berkumis dan memiliki jenggot. Ia menceritakan awal mula jenggot mulai tumbuh di akun TikTok pribadinya @mmsvante.
Adalah Nisya Fadhillah, wanita berusia 18 tahun yang tetap percaya diri dan mengutamakan 'self love' saat ada saja orang yang mengejeknya. Meski berkumis dan punya jenggot, ia tetap merasa cantik dan bahkan unik dibandingkan banyak orang.
"Kalau dari aku memang anaknya cuek, kaya nggak terlalu dengerin omongan orang, jadi aku fokus ke diri aku sendiri aja pokoknya, percaya sama diri aku kalo emang aku tuh ya bisa dan beda aja dari orang lain," jelas Nisya.
Rupanya, Nisya punya tips andalan yang membuat dirinya jauh dari kata 'insecure'. Nisya mengaku, hal ini sangat membantu saat menghadapi ejekan dan omongan orang soal dirinya.
"Aku sering banget kayak ngomong ke diri sendiri kaya pas lagi ngaca muji diri, aku tau si itu kayak awkward banget tapi itu nyatanya ngaruh banget buat tanamkan kata-kata positif buat diri sendiri, jadi kita hidup dengan kata-kata yang sudah tertanam dalam otak kalo aku tuh cantik?," pesannya.
Wanita asal Jakarta ini memang memiliki genetik atau keturunan soal bulu lebat. Namun, bulu di jenggotnya baru tumbuh di tahun lalu, tepat saat pandemi Corona merebak.
Bulu yang tumbuh lebat di bagian dagu dan kumisnya, diakui Nisya karena faktor hormon. Ia mengaku memiliki hormon androgen yang berlebih.
"Aku kebanyakan hormon androgennya, jadi kebanyakan hormon laki-lakinya gitu, tapi nggak kenapa-kenapa, memang kumisan memang jenggotan, gitu," lanjutnya.
Jenggot Nisya mulai tumbuh lebat sejak 2018 hingga awal Januari 2021. Ia pun tak mengerti mengapa bulu di bagian dagunya terus tumbuh lebat.
"26 Desember 2018 baru mulai numbuh kecil-kecil, ini 1 Januari 2020 kelihatan banget kan dia sudah ada mulai munculnya kecil-kecil gitu, dan sekarang Maret 2020 alias pas banget COVID-19 baru ada di Indonesia, dan Januari 2021 setebel ini," cerita Nisya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar