Minggu, 12 Juli 2020

Kisah Selebgram Suka Pamer Harta 'Diculik' FBI

 Selebgram Ramon Olorunwa Abbas yang punya 2,5 juta follower belum lama ini ditangkap di Dubai, Uni Emirat Arab. Pria asal Nigeria itu ditangkap langsung oleh agen FBI. Seperti apa ceritanya?
Uni Emirat Arab sebenarnya tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat. Akan tetapi kepolisian Dubai memastikan bahwa Ramon telah berada di AS untuk menjalani proses hukum terkait kejahatan siber.

Gal Pissetzky selaku pengacaranya menyatakan bahwa Ramon ditangkap langsung oleh FBI. Ia mempertanyakan hal itu lantaran dianggapnya ilegal terkait tak adanya perjanjian ekstradisi.

"Dalam opini saya, FBI dan pemerintah UEA bertindak ilegal di mana mereka menculiknya dari Dubai tanpa proses legal untuk melakukannya," cetus Pissetzky yang dikutip detikINET dari BBC.

"Tidak ada ekstradisi, tak ada langkah legal diambil, tak ada dokumen pengadilan didaftarkan. Dia bukan warga AS, AS benar-benar tak punya otoritas untuk menangkapnya," tambah dia.

Seperti diberitakan, Ramon disebut berkonspirasi dengan tersangka lain dalam jaringan penipuan email dan pencucian uang ratusan juta dolar. Uang itu adalah hasil penipuan yang menyasar bank, biro hukum sampai klub sepakbola di Liga Inggris.

Di Instagram, Ramon kerap memamerkan hartanya yang luar biasa mewah, seperti mobil Rolls Royce, jam super mahal, naik pesawat pribadi dan lainnya. Di caption, ia mengesankan punya banyak uang dari hasil usahanya sendiri.

Jaringan penipuan sang Instagrammer cukup canggih di mana mereka bisa mendapatkan akses email korporat. Salah satu trik mereka adalah membuat pebisnis mentransfer uang pada mereka karena dikira sebagai pihak yang berhak.

Mengenai hal itu, Pissetzky yakin sang selebgram tak bersalah. "Dia adalah influencer medsos dengan jutaan follower, mereka respek dan suka padanya dan itulah yang dilakukannya. Dalam masyarakat masa kini, itu adalah bisnis," ujarnya.

Tips Supaya Anak Tak Kecanduan Gadget Saat Sekolah Online

Akibat pandemi COVID-19, sekolah masih dilakukan secara online. Anak pun menjadi terbiasa memegang gadget. Masalah selanjutnya, bagaimana cara memastikan anak tidak kecanduan gadget?
Kantiana, Psikolog Personal Growth, menjelaskan bahwa orang tua harus membuat yang namanya penerapan rutinitas untuk anak. Jadi orang tua bersama dengan anak membuat dan menyepakati rutinitas, kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan setiap hari.

"Berikan juga berbagai alternatif kegiatan pengganti main gadget, lebih baik jika dapat sekaligus dilakukan bersama orangtua untuk meningkatkan kedekatan. Lalu berikan juga batas waktu untuk anak. Rutinitas dan batas waktu ini perlu diterapkan dengan konsisten. Konsisten juga dalam menerapkan konsekuensi yang disepakati, ketika anak tidak mengikuti aturan yang ada," sarannya.

Sementara itu, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi yang adalah seorang Psikolog Klinis Anak, menambahkan beberapa tips yang bisa diterapkan.

"Batasi waktu penggunaan gadget, pilih penggunaan gadget yang sesuai fungsi yang memang ingin kita sosialisasikan kepada anak misalnya untuk belajar, untuk menjalin hubungan sosial (dengan video)," ucapnya.

Selanjutnya, pastikan orang tua memilihkan konten materi gadget yang sesuai dengan anak dan yang berkualitas. Dengan demikian, anak tak sekadar menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga benar-benar dapat menyerap informasi penting sebagai pelajaran.

"(Terakhir) contohkan kebiasaan ber-gadget yang sehat. Anak akan lebih mudah meniru contoh perilaku daripada hanya melalui pemberitahuan verbal," tandasnya.

Nah, jadi semua bukan kewajiban anak, tetapi orang tua bisa membantu anak terhindar dari adiksi gadget dengan melakukan hal yang sama. Melakukan penerapan jam-jam untuk quality time juga baik lho untuk menambah ikatan dengan anak-anak
https://indomovie28.net/inazuma-eleven-episode-9-subtitle-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar