- Kebanyakan vendor berupaya membuat ponsel layar lipat. LG mengambil langkah yang berbeda, mereka akan membuat ponsel layar gulung.
Ponsel tersebut berkode Project B. LG telah mengajukan paten ponsel ini tahun lalu, konsepnya layar akan memanjang ke samping ketika membuka gulungan.
Saat ini LG tengah memproduksi prototipe di pabriknya yang berlokasi di PyeongTaek. Bila ini terealisasi maka akan menjadi perangkat layar gulung kedua yang mereka buat.
Sebelumnya LG pernah merilis televisi layar gulung LG Signature OLED TV R yang dipamerkan di perhelatan CES 2019. Kala itu berhasil menyita perhatian pengunjung pameran yang berlokasi di Las Vegas.
Bagaimana tidak, televisi yang seperti kita lihat sehari-hari mendadak bisa menyusut ke bawah dan bersembunyi ke dalam kotak.
Tapi yang menarik, layar OLED fleksibel Proyek B tidak diproduksi sendiri. LG malah akan memasok dari perusahaan display dari China, yakni BOE.
LG berencana merilis ponsel layar gulung Project B tahun depan. Akankah ponsel ini semenarik ponsel layar lipat yang sudah ada di pasaran?
Elon Musk Bantu Bikin Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates
- Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaan mobil listrik yang dipimpinnya, Tesla, akan membantu membuat vaksin Corona yang dikembangkan oleh perusahaan CureVac di Jerman.
Dikutip detikINET dari Reuters, CureVac sebelumnya menyatakan telah membuat perangkat produksi mRNA portabel dan otomatis yang mereka sebut sebagai printer. Sedangkan Musk mendeskripsikannya sebagai 'RNA microfactories'.
Berdasarkan 'resep' yang dimasukkan ke mesinnya, perangkat ini dapat membantu produksi vaksin Corona yang dikembangkan CureVac. Pabrik mikro tersebut akan dibangun di fasilitas Tesla di Jerman.
"Tesla, sebagai proyek sampingan, membangun pabrik mikro RNA untuk CureVac dan mungkin yang lain," cuit Musk di Twitter.
CureVac juga sudah punya fasilitas produksi yang disetujui otoritas Jerman seandainya vaksin mereka terbukti manjur. Kapasitasnya bisa menghasilkan sampai ratusan juta dosis.
Salah satu pendukung kandidat vaksin Corona besutan CureVac adalah Bill Gates, yang menggelontorkan dana melalui yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation. CureVac adalah salah satu pionir pembuatan vaksin dengan pendekatan RNA.
"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetus Gates belum lama ini.
Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.
Astronom Temukan Lubang Hitam Rakus yang Bisa Lahap Matahari
Salah satu lubang hitam terbesar di alam semesta ternyata memiliki rasa lapar yang tidak kalah besar dengan ukurannya. Astronom menemukan lubang hitam ini bahkan bisa melahap massa satu matahari dalam sehari.
Dikutip detikINET dari Cnet, Sabtu (3/7/2020) lubang hitam ini diberi nama J2157 oleh astronom. Lokasinya sangat jauh dari Bumi, dengan jarak lebih dari 12 miliar tahun cahaya yang berarti astronom menemukannya saat usia alam semesta masih sangat muda.
"Massa lubang hitam ini sekitar 8.000 kali lebih besar daripada lubang hitam yang ada di galaksi Bima Sakti," kata peneliti dari Australian National University Christopher Onken dalam keterangannya.
"Jika lubang hitam Bima Sakti ingin tumbuh sebesar itu, ia harus menelan dua pertiga dari bintang yang ada di galaksi kita," sambungnya.
Jika dibandingkan dengan objek yang ada di galaksi kita, massa lubang hitam ini 34 miliar kali lebih besar dibanding matahari. Lubang hitam supermasif Sagitarius A* yang ada di galaksi Bima Sakti juga terbilang kerdil dibanding J2157.
Onken dan timnya menggunakan Very Large Telescope yang ada di Chile untuk mendapatkan data akurat seputar massa lubang hitam ini. Hasil temuan mereka diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Tim astronom menemukan lubang hitam ini pada tahun 2018 dan terkejut dengan pertumbuhannya yang sangat cepat. Astronom pun mencoba memahami bagaimana lubang hitam sebesar ini bisa berkembang sangat cepat di awal terbentuknya alam semesta.
"Dengan lubang hitam sebesar ini, kami tidak sabar untuk melihat apa yang bisa kita pelajari tentang galaksi tempatnya berkembang," kata Onken.
"Apakah galaksi ini termasuk salah satu raksasa di awal alam semesta, atau lubang hitamnya menelan banyak objek di sekelilingnya? Kami harus tetap menggali untuk mendapatkan jawabannya," pungkasnya.
https://indomovie28.net/black-clover-episode-46-subtitle-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar