Saat bercinta, mungkin sebagian pasangan sering mempertanyakan waktu yang dibutuhkan hingga keduanya bisa mencapai kepuasan bersama. Sebenarnya berapa lama waktu yang ideal untuk berhubungan seks?
Pengusaha sex toy Lovehoney melakukan survei untuk mengetahui waktu ideal yang dibutuhkan pasangan untuk bercinta. Dari hasil yang didapatkan, waktu optimalnya adalah 30 menit.
Survei ini dilakukan terhadap 4.400 pasangan. Setengah dari pasangan itu, sekitar 52 persen mengatakan senang bercinta dengan durasi selama 30 menit. Namun, pada 23 persen pria dan 15 persen wanita hubungan seksnya berakhir lebih cepat.
Pada kebanyakan pasangan, hubungan seksnya hanya bisa berlangsung selama 19 menit. Durasi tersebut dibagi menjadi 10 menit foreplay dan sembilan menit berhubungan intim.
Meskipun begitu, studi yang dilakukan Lovehoney itu menunjukkan hampir 90 persen pasangan bisa mencapai orgasmenya bersamaan. Hal ini menjadi sebuah kebahagiaan seksual untuk kedua pasangan dalam berhubungan.
"Bagi sekitar setengah dari pasangan, ini adalah puncak dari kebahagiaan seksual, jadi kami selalu mencari cara untuk membantu mereka berbagi orgasme bersama dengan konsistensi yang lebih baik," jelas ahli seks Jess Wilde, yang dikutip dari New York Post, Senin (14/9/2020).
Wilde juga memberikan bocoran untuk mempermudah kedua pasangan mendapatkan orgasme dengan mudah, baik untuk wanita maupun pria. Salah satu kunci mempercepat mendapatkan orgasme untuk wanita adalah panggul yang kuat.
"Bagi wanita, kunci untuk orgasme dengan mudah adalah memiliki panggul yang kuat dan sehat, dan ada latihan sederhana yang bisa mereka lakukan untuk memperkuat otot di area ini," kata Wilde.
"Pada pria, mereka bisa memainkan peran selama berhubungan seksual dengan memastikan mereka berada di tempat yang tepat untuk merangsang G-spot selama melakukan penetrasi. Penggunaan bantal selama berhubungan seks juga bisa membantu keduanya mendapatkan posisi yang optimal untuk bercinta," imbuhnya.
CDC Sebut Anak-anak Tanpa Gejala Dapat Tularkan Corona ke Orang Dewasa
Sebuah hasil studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan virus Corona COVID-19 pada orang lain. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melacak kontak anak-anak yang terjadi pada fasilitas penitipan anak.
Para peneliti menganalisis data pelacakan kontak pada 184 orang yang berhubungan dengan tiga fasilitas penitipan anak di Salt Lake County dari bulan April hingga Juli lalu.
Hasilnya, CDC mendapati 12 orang anak termasuk satu anak berusia delapan bulan tertular virus Corona COVID-19 di fasilitas penitipan anak. Mereka menyebarkan setidaknya pada 12 orang lain di luar fasilitas penitipan anak tersebut.
Dua anak positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala juga menularkan virus kepada orang lain, termasuk pada seorang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit. Bayi yang berusia delapan bulan juga menularkan virus kepada kedua orang tuanya.
"Dua dari tiga anak tanpa gejala kemungkinan menularkan virus Corona COVID-19 kepada orang tua mereka dan mungkin kepada guru mereka," tulis peneliti Cuc Tran dan rekannya, dari CDC dalam laporan mereka, dikutip dari laman CNN International.
Para peneliti menyebut bahwa dua orang yang positif Corona di fasilitas penitipan anak tersebut dimulai dari salah satu pekerja yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi Corona.
Secara keseluruhan, anak-anak menyumbang 13 dari 31 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi terkait dengan fasilitas penitipan anak tersebut dan semua anak memiliki gejala ringan atau tidak ada gejala. Seperti diketahui sebelumnya, Covid-19 pada anak-anak tidak menunjukkan gejala yang parah.
"COVID-19 tidak terlalu parah pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa, tetapi anak-anak masih dapat berperan dalam penularan," tulis " tulis Cuc Tran dari CDC dan rekannya di Departemen Kesehatan Salt Lake County.
Peneliti CDC menyimpulkan bahwa anak-anak dapat membawa virus Corona dan menularkannya kepada orang lain.
CDC merekomendasikan agar pelacakan kontak dan pengujian COVID-19 yang tepat pada fasilitas penitipan anak bisa membantu mencegah penyebaran virus Corona. Masker pada pekerja di fasilitas penitipan anak pun juga harus terus dipakai mengingat bahwa anak di bawah dua tahun tidak disarankan untuk menggunakan masker.
Hingga saat ini lebih dari 500 ribu anak-anak di AS didiagnosis positif COVID-19, dengan peningkatan 16 persen pada akhir Agustus hingga awal September.
https://indomovie28.net/janus-two-faces-of-desire-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar