Selasa, 15 September 2020

CDC Sebut Anak-anak Tanpa Gejala Dapat Tularkan Corona ke Orang Dewasa

 Sebuah hasil studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan virus Corona COVID-19 pada orang lain. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melacak kontak anak-anak yang terjadi pada fasilitas penitipan anak.
Para peneliti menganalisis data pelacakan kontak pada 184 orang yang berhubungan dengan tiga fasilitas penitipan anak di Salt Lake County dari bulan April hingga Juli lalu.

Hasilnya, CDC mendapati 12 orang anak termasuk satu anak berusia delapan bulan tertular virus Corona COVID-19 di fasilitas penitipan anak. Mereka menyebarkan setidaknya pada 12 orang lain di luar fasilitas penitipan anak tersebut.

Dua anak positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala juga menularkan virus kepada orang lain, termasuk pada seorang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit. Bayi yang berusia delapan bulan juga menularkan virus kepada kedua orang tuanya.

"Dua dari tiga anak tanpa gejala kemungkinan menularkan virus Corona COVID-19 kepada orang tua mereka dan mungkin kepada guru mereka," tulis peneliti Cuc Tran dan rekannya, dari CDC dalam laporan mereka, dikutip dari laman CNN International.

Para peneliti menyebut bahwa dua orang yang positif Corona di fasilitas penitipan anak tersebut dimulai dari salah satu pekerja yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi Corona.

Secara keseluruhan, anak-anak menyumbang 13 dari 31 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi terkait dengan fasilitas penitipan anak tersebut dan semua anak memiliki gejala ringan atau tidak ada gejala. Seperti diketahui sebelumnya, Covid-19 pada anak-anak tidak menunjukkan gejala yang parah.

"COVID-19 tidak terlalu parah pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa, tetapi anak-anak masih dapat berperan dalam penularan," tulis " tulis Cuc Tran dari CDC dan rekannya di Departemen Kesehatan Salt Lake County.

Peneliti CDC menyimpulkan bahwa anak-anak dapat membawa virus Corona dan menularkannya kepada orang lain.

CDC merekomendasikan agar pelacakan kontak dan pengujian COVID-19 yang tepat pada fasilitas penitipan anak bisa membantu mencegah penyebaran virus Corona. Masker pada pekerja di fasilitas penitipan anak pun juga harus terus dipakai mengingat bahwa anak di bawah dua tahun tidak disarankan untuk menggunakan masker.

Hingga saat ini lebih dari 500 ribu anak-anak di AS didiagnosis positif COVID-19, dengan peningkatan 16 persen pada akhir Agustus hingga awal September.

Jangan Salah Kaprah, Ini Deretan Mitos COVID-19 yang Masih Saja Beredar

Kasus virus Corona masih terus meningkat sampai saat ini. Penyebabnya karena angka penularan virus masih belum bisa ditekan dengan baik, agar lonjakan kasus bisa menurun.
Seiring berjalannya waktu, banyak mitos terkait jalur penularan virus Corona yang bisa terjadi dan berkembang di masyarakat. Bukan semakin waspada, mitos ini membuat masyarakat cemas yang berlebihan.

Berdasarkan para ahli, penularan virus Corona penyebab COVID-19 ini bisa terjadi melalui droplet yang keluar dari mulut, baik saat batuk, bersin, berbicara, bahkan saat orang itu tidak memiliki gejala apapun atau orang tanpa gejala (OTG).

Berikut beberapa hal yang dipercaya bisa menjadi sumber penularan virus Corona yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Mitos: Anak-anak tidak bisa tertular virus Corona
Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa terinfeksi dan tertular virus Corona. Berdasarkan studi CDC terhadap 1,3 juta kasus COVID-19 di Amerika Serikat selama Januari-Mei, mereka menemukan bahwa anak-anak di bawah 9 terinfeksi virus Corona.

Selain itu, CDC juga menemukan bahwa di antara 52 ribu kematian akibat COVID-19, 16 di antaranya masih di bawah 18 tahun.

2. Mitos: Binatang peliharaan bisa menularkan virus Corona
Pada beberapa kasus, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing bisa terinfeksi COVID-19. Tetapi, sampai saat ini belum ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menularkan virus itu pada manusia.

Dikutip dari Live Science, beberapa laporan menemukan bahwa hewan peliharaan yang terinfeksi justru tertular dari pemiliknya yang dinyatakan positif. Sebagai bentuk penjagaan, CDC mengingatkan untuk cuci tangan setelah kontak dengan hewan peliharaan.

3. Mitos: Hanya bisa tertular jika kontak dekat selama 10 menit dengan orang yang terinfeksi
Dikutip dari Medical Science Today, seseorang bisa terinfeksi atau tertular virus dari orang lain dalam waktu kurang dari 10 menit. Semakin lama kontak dekat berlangsung, maka kemungkinan tertular akan lebih besar.

4. Mitos: Penularan bisa dipengaruhi cuaca
Faktanya, penularan virus Corona tidak dipengaruhi oleh cuaca. Risiko penularan masih bisa terjadi, walaupun di cuaca panas ataupun dingin.
https://indomovie28.net/the-sea-of-trees/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar