Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti timbulnya klaster pilkada di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk tegas dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap tahapan Pilkada 2020.
"Saya minta Pak Mendagri urusan yang berkaitan dengan klaster pilkada ini betul-betul ditegasi, untuk diberikan ketegasan betul," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2020).
Menanggapi hal ini, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI), Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K), mengatakan risiko timbulnya klaster pilkada bisa terjadi jika kampanye dan aktivitas lainnya masih dilakukan dengan mengumpulkan banyak orang.
"Jadi kalau saya mengatakan kalau masih pilkada ini didahului dengan mengumpulkan orang banyak, maka bersiap-siaplah akan terjadi banyak klaster-klaster pilkada, seperti yang disampaikan presiden kita tadi malam bahwa mungkin ada klaster pilkada," kata dr Erlina dalam konferensi pers PDPI, Selasa (8/9/2020).
dr Erlina menyarankan proses pemilihan sebaiknya dilakukan secara daring alias online. Tujuannya untuk meminimalisir kontak antar individu sehingga risiko penularan COVID-19 dapat ditekan.
"Bagaimana kalau kita memilihnya dengan virtual dengan memasukan pilihan kita lewat secara elektronik, saya nggak tahu apakah itu mungkin. Jadi bukan datang ke TPS lalu memasukan ke kotak suara, karena itu lagi-lagi interaksi orang," tuturnya.
PDPI Beberkan Data Perbandingan Dokter Paru dan Kasus COVID-19 di RI
Virus CoronaCOVID-19 masih mewabah di Indonesia. Jumlah orang yang terinfeksi pun kian bertambah setiap harinya.
Sebagai penyakit yang menyerang paru-paru, dokter paru sangat dibutuhkan dalam penanganan COVID-19. Namun, sayangnya jumlah dokter paru di Indonesia masih terbilang sedikit, yakni hanya 1.106 dokter.
"Jadi memang hanya 1.106 dokter paru yang sudah disampaikan juga oleh Pak Doni Monardo, mengatakan, ini dokter paru harus dijaga, karena jumlahnya sedikit dan tidak cukup untuk mengatasi COVID-19 yang angkanya terus meningkat," kata dr Erlina Burhan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2020).
Pada Senin (7/9/2020), total kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 196.989 kasus. Sementara total kasus sembuh sebanyak 140.652 orang dan 8.130 lainnya meninggal dunia.
Berikut perbandingan dokter paru dan kasus Corona di Indonesia per 7 September 2020.
Aceh
- Dokter Paru: 34
- Kasus COVID-19: 2.042
Sumatera Utara
- Dokter Paru: 102
- Kasus COVID-19: 7.725
Sumatera Barat
- Dokter Paru: 51
- Kasus COVID-19: 2.795
Sumatera Selatan
- Dokter Paru: 11
- Kasus COVID-19: 4.745
Riau
- Dokter Paru: 34
- Kasus COVID-19: 2.718
Lampung
- Dokter Paru: 15
- Kasus COVID-19: 455
Jambi
- Dokter Paru: 9
- Kasus COVID-19: 304
Kepulauan Riau
- Dokter Paru: 10
- Kasus COVID-19: 1.235
DKI Jakarta
- Dokter Paru: 187
- Kasus COVID-19: 47.397
Jawa Barat
- Dokter Paru: 130
- Kasus COVID-19: 12.709
Jawa Tengah
- Dokter Paru: 90
- Kasus COVID-19: 15.615
Jawa Timur
- Dokter Paru: 213
- Kasus COVID-19: 35.941
Banten
- Dokter Paru: 49
- Kasus COVID-19: 3.264
DI Yogyakarta
- Dokter Paru: 16
- Kasus COVID-19: 1.571
Bali
- Dokter Paru: 15
- Kasus COVID-19: 6.385
Kalimantan Barat
- Dokter Paru: 11
- Kasus COVID-19: 704
Kalimantan Tengah
- Dokter Paru: 10
- Kasus COVID-19: 2.807
Kalimantan Selatan
- Dokter Paru: 15
- Kasus COVID-19: 8.837
Kalimantan Timur
- Dokter Paru: 25
- Kasus COVID-19: 5.191
Kalimantan Utara
- Dokter Paru: 5
- Kasus COVID-19: 448https://kamumovie28.com/adventures-of-rufus-the-fantastic-pet/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar