Kamis, 10 September 2020

Rekor Nyaris 4.000! Ini Sebaran 3.861 Kasus Baru COVID-19 RI 10 September

Pemerintah melaporkan 3.861 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada Kamis (10/9/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 207.203 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta lagi-lagi menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi, sebanyak 1.274 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 381 kasus baru per 10 September.

Dikutip dari laman covid19.go.id, ada 2.242 kasus sembuh hingga hari ini, sementara kasus kematian Corona totalnya mencapai 106 orang. Total kumulatif pasien sembuh sebanyak 147.510 orang dan 8.456 meninggal.

Berikut detail sebaran 3.861 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (10/9/2020):

DKI Jakarta: 1.274 kasus

Jawa Timur: 381 kasus

Jawa Tengah: 375 kasus

Jawa Barat: 335 kasus

Riau: 194 kasus

Sulawesi Selatan: 168 kasus

Sumatera Utara: 146 kasus

Papua: 114 kasus

Bali: 111 kasus

Aceh: 106 kasus

Sumatera Barat: 104 kasus

Kalimantan Timur: 90 kasus

Kalimantan Selatan: 77 kasus

Sumatera Selatan: 66 kasus

DI Yogyakarta: 50 kasus

Banten: 42 kasus

Kalimantan Tengah: 36 kasus

Kepulauan Riau: 28 kasus

Gorontalo: 28 kasus

Sulawesi Tenggara: 26 kasus

Lampung: 21 kasus

Maluku: 20 kasus

Sulawesi Utara: 18 kasus

Bangka Belitung: 11 kasus

Nusa Tenggara Barat: 11 kasus

Papua Barat: 11 kasus

Sulawesi Barat: 6 kasus

Kalimantan Barat: 5 kasus

Bengkulu: 3 kasus

Kalimantan Utara: 2 kasus

Jambi: 1 kasus

Maluku Utara: 1 kasus

Update Corona Indonesia 10 September: Rekor 3.861 Kasus Baru, Total 207.203

- Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Kamis (10/9/2020), bertambah 3.861. Total menjadi 207.203 positif, 147.510 sembuh, dan 8.456 meninggal.
Sementara itu, jumlah spesimen yang diperiksa tercatat sebanyak 34.909 dan jumlah pasien suspek tercatat 95.501 kasus.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Kamis (10/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.861 menjadi 207.203

2. Pasien sembuh bertambah 2.310 menjadi 147.510

3. Pasien meninggal bertambah 120 menjadi 8.456

Sebelumnya pada Rabu (9/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 203.342 kasus, sembuh 145.200, dan meninggal 8.336 kasus.

Viral Balap Lari 'Liar' di Ciledug, Olahraga atau Malah Cari Penyakit?

 Balap liar pakai motor tampaknya sudah terlalu biasa. Belakangan, balap liar dalam versi lain di Ciledug, Tangerang. Bukan balap motor, melainkan balap lari.
Berbeda dengan lomba lari resmi pada umumnya yang memang banyak digelar, balap lari liar ini digelar layaknya balap motor liar. Dinilai meresahkan karena digelar malam hari dan dengan menutup ruas jalan.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama balap lari liar jadi perbincangan di media sosial. Tren serupa juga pernah viral di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kondisinya sama, meresahkan warga dan memicu kerumunan tanpa protokol kesehatan.

Banyak yang menilai, balap lari liar ini lebih positif dibanding balap motor liar. Setidaknya, memotivasi untuk berolahraga. Namun seorang praktisi olahraga tidak sependapat dengan anggapan tersebut. Balap lari liar, bagaimanapun lebih banyak efek negatifnya.

"Sesuatu yang liar itu harus ditertibkan, karena jangan sampai mengganggu kepentingan umum. Sama seperti balap liar," kata dr Michael Triangto, praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

Olahraga yang kompetitif seperti balap lari liar, menurut dr Michael, memaksa peserta untuk memaksimalkan performa. Olahraga dengan intensitas tinggi justru membuat imunitas tubuh menurun. Jika ingin bugar, seharusnya cukup dengan intensitas ringan-sedang.

Selain itu, kerumunan penonton yang tidak menerapkan protokol kesehatan sangat berisiko menularkan virus Corona COVID-19. Beberapa wilayah seperti DKI Jakarta sampai memperketat lagi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) karena jumlah kasusnya sulit dikendalikan.

"Penonton ini berpotensi lagi menjadi klaster baru, karena mereka seperti suporter. Ada kemungkinan juga dong setelah menang dia mendatangi suporternya dia. Bagaimana mau dicari itu tracing-nya kalau seperti itu?" tegas dr Michael.
https://cinemamovie28.com/back-to-the-90s/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar