Senin, 14 September 2020

Tega! Perawat Lecehkan Pasien COVID-19 yang Sedang Jalani Isolasi di RS

Polisi Mesir telah menangkap seorang perawat pria atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang juga seorang pasien virus Corona.
Pasien berusia 23 tahun itu melapor ke polisi bahwa perawat di rumah sakit telah melecehkannya secara seksual dan bahkan menyentuh alat vitalnya saat dia dikarantina di sebuah rumah sakit di daerah Dokki dekat Kairo, Mesir.

"Saya pergi ke rumah sakit untuk diisolasi dan menerima perawatan untuk COVID-19. Terlepas dari penderitaan saya, seorang perawat melecehkan saya secara lisan dan berusaha menyerang saya secara seksual," kata wanita tersebut kepada surat kabar lokal Al Masyri Al Youm dikutip dari Gulf News.

Sebagai tanggapan, polisi memeriksa kamera pengintai di tempat itu dan mendengarkan saksi mata. Polisi kemudian segera menangkap perawat pria itu untuk diinterogasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas berwenang Mesir telah meningkatkan tindakan tegas bagi pelaku pelecehan seksual. Pengadilan Mesir baru-baru ini juga tengah menyelidiri kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis di sebuah hotel di Kairo yang terjadi enam tahun lalu.

Dalam kasus terpisah, seorang pemuda Mesir akan diadili atas tuduhan penyerangan seksual dan pemerasan terhadap tiga gadis di bawah umur.

Kisah Pria 6 Bulan Berjuang Lawan Corona, Gejala Tak Kunjung Hilang

Seorang pria berusia 27 tahun masih belum pulih setelah terinfeksi virus Corona sejak enam bulan lalu. Ia menjadi salah satu dari 600 ribu orang yang mengalami efek jangka panjang virus Corona COVID-19.
Pria bernama Charlie Russell ini terinfeksi Corona pertama kalinya pada Maret 2020 lalu. Di hari ke-182, kondisinya masih belum pulih dan tidak bisa melakukan hal-hal yang umumnya orang lakukan, seperti berlari seperti biasa, pergi ke klub, bahkan bekerja.

"Jika saya tahu bahwa saya akan sesakit ini, saya akan menganggap semuanya (tentang virus) jauh lebih serius di bulan Maret," kata Russell, dikutip dari The Guardian, Senin (14/9/2020).

"Tetapi semua yang kami dengan saat itu adalah, jika kamu terinfeksi dan kamu masih muda, kemungkinan besar tidak memiliki gejala sama sekali. Atau hanya akan sakit selama beberapa minggu saja," imbuhnya.

Namun sampai saat ini, Russell masih mengalami nyeri dada, migrain yang menyiksa, sesak napas yang parah, pusing dan kelelahan yang termasuk dalam gejala jangka panjang akibat virus Corona.

Sebelum sakit, Russell bekerja sebagai fotografer khusus drama atau teater. Tetapi, ia sudah tidak bekerja usai sakit karena Corona sejak 14 Maret 2020 lalu.

Saat terinfeksi, ia sakit selama dua minggu dan sempat membaik. Sampai akhirnya Russell mengalami nyeri dada yang mengerikan.

Rasanya seperti seseorang sedang duduk di atas saya," ujarnya.

Setelah merasakan gejala tersebut, dokter memerintahkan dirinya untuk melakukan tes antibodi, memastikan bahwa Russell terinfeksi virus atau tidak. Sampai akhirnya Russell menjadi salah satu dari 500 pasien yang berperan dalam uji klinis terkait dampak COVID-19.

"Saat orang menolak untuk memakai masker atau bahkan untuk mematuhi aturan jarak sosial, itu sangat, sangat, sangat membuat frustasi. Saya hanya ingin menyadarkan mereka dan berkata 'saya sudah hidup dengan ini (virus) selama enam bulan'," tegas Russell.

"Saya rasa banyak anak muda berpikir jika virus ini tidak mempengaruhi dirinya secara langsung, hampir tidak sama sekali. Teman-teman saya masih pergi ke klub, pergi makan malam, dan tidak menganggapnya serius. Saya mengkhawatirkan mereka," sambungnya.
https://cinemamovie28.com/raunchy-late-night-theater-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar