Dr Anthony Fauci, pakar kesehatan penyakit menular dari Amerika Serikat (AS) yang juga menjabat sebagai Director of the National Institute to Allergy and Infectious Diseases (NIAID), bersama dengan hampir 2 juta penduduk AS telah disuntik vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech dan Moderna pada minggu lalu.
Seperti kebanyakan orang yang disuntik vaksin Corona, Fauci mengatakan bahwa satu-satunya efek samping yang dirasakan adalah lengan terasa sakit.
"Satu-satunya hal yang saya rasakan, mungkin 6-10 jam setelah divaksin, saya merasa sedikit sakit di lengan dan mungkin masih terasa hingga 24 jam," kata Fauci, dikutip dari BGR.
Dijelaskan pula, kata Fauci, ia tak mengalami efek samping lain yang mengganggu usai disuntik vaksin Corona.
Selain itu, dikatakan bahwa tidak ada efek samping serius yang terjadi selama uji klinis vaksin Corona berlangsung. Jika relawan melaporkan gejala seperti sakit kepala atau nyeri otot usai disuntik vaksin, gejala tersebut biasanya akan hilang dalam 24 jam.
Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa ada laporan penerima vaksin Corona mengalami reaksi alergi yang parah. Namun, indikasi awal menunjukkan bahwa individu tersebut cenderung memiliki riwayat alergi parah.
Misalnya, Dr Hossein Sadrzadeh, yang memiliki riwayat alergi parah terhadap kerang, mengatakan kepada The New York Times bahwa tekanan darahnya naik dan ia mengalami syok anafilaksis setelah disuntik vaksin Corona.
Namun, menurut laporan, kondisi Sadrzadeh saat ini sudah baik-baik saja.
Meski begitu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) masih menyarankan orang dengan alergi yang tidak terlalu parah untuk mendapatkan vaksin Corona.
Mereka yang memiliki riwayat alergi akan diminta menunggu selama 15 menit usai disuntik vaksin Corona untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
https://trimay98.com/movies/the-erotic-adventures-of-aladdin-x/
Hasil Uji Vaksin Corona Sinovac di Bandung Akan Diumumkan 15 Januari oleh BPOM
Tim riset uji klinis vaksin Corona Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) mengatakan, hasil uji keamanan dan efikasi vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung akan diumumkan pada pekan ketiga Januari 2021. Pengumuman akan disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
"(Diumumkan) tanggal 15 Januari oleh BPOM," kata Eddy Fadlyana, manajer tim riset Fakultas Kedokteran Unpad, melalui pesan singkat pada CNN Indonesia, Senin (4/1/2021).
Tim riset Fakultas Kedokteran Unpad telah selesai melakukan uji klinis interim vaksin Sinovac di Bandung selama tiga bulan. Selanjutnya data hasil tersebut akan diberikan pada BPOM pada awal minggu pertama Januari 2021.
BPOM akan mengevaluasi dan mempertimbangkan apakah kandidat vaksin Corona Sinovac ini diberikan Emergency Use Authorization (EUA).
"Betul (data interim tiga bulan). Nanti BPOM yang mengkaji dan menilainya," ujar Eddy.
Eddy menjelaskan, data tersebut merupakan hasil penelitian yang berisi data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali penyuntikkan vaksin, yang terdiri dari:
Data imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi
Data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.
Meskipun belum mendapatkan EUA dari BPOM, pemerintah Indonesia telah mendistribusikan tiga juta vaksin Corona Sinovac yang didatangkan dari China ke 34 provinsi. Direncanakan vaksinasi akan dimulai pekan kedua atau ketiga Januari 2021.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar