Perbedaan rapid antigen dan rapid biasa atau antibodi terletak pada cara kerjanya. Karena alatnya berbeda, harga yang dipatok pun juga berbeda.
Belakangan, rapid test antigen lebih banyak dicari karena dipakai sebagai syarat perjalanan. Jenis tes ini menggunakan sampel lendir pernapasan yang diambil dengan teknik swab, mirip pada tes PCR (polymeras chain reaction).
Perbedaan rapid antigen dan rapid biasa salah satunya bisa dilihat dari cara kerjanya. Selain itu, kelebihan dan kekurangan dari keduanya juga menjadi perbedaan rapid antigen dan rapid biasa atau rapid test antibodi.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa perbedaan rapid antigen dan rapid biasa:
1. Cara kerja
Perbedaan rapid antigen dan rapid biasa yang pertama adalah cara kerja dari kedua alat tersebut.
a. Cara kerja rapid test antigen
Dokter mengambil sampel usap dari kedua lubang hidung, baik kiri dan kanan. Rapid antigen dilakukan untuk mendeteksi protein nukleokapsid virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
b. Cara kerja rapid test antibodi
Rapid antibodi dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi dalam darah orang yang sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19. Adanya antibodi menunjukkan riwayat paparan virus, bukan ada tidaknya infeksi aktif.
Sampel darah biasanya diambil dari ujung jari.
2. Kekurangan dan kelebihan
Poin selanjutnya yang menjadi perbedaan rapid antigen dan rapid biasa adalah kelebihan dan kekurangan dari kedua alat tes tersebut.
a. Kelebihan dan kekurangan rapid antigen
+ Hasil pemeriksaan diketahui lebih cepat dibanding PCR
+ Lebih akurat untuk mendeteksi virus dibandingkan rapid antibodi, karena mendeteksi material virus yakni protein nukleokapsid
- Biaya pemeriksaan lebih mahal dibanding rapid biasa, yakni maksimal Rp 250 ribu untuk pulau Jawa dan maksimal Rp 275 ribu untuk luar Jawa.
b. Kelebihan dan kekurangan rapid antibodi
+ Biayanya cukup murah, sekitar Rp 150 ribu
+ Hasil pemeriksaan diketahui lebih cepat, hanya butuh 15 menit
- Kurang akurat untuk mendeteksi infeksi aktif, karena hanya mendeteksi respons imun yakni melalui antibodi. Hasil rapid test hanya menunjukkan riwayat adanya paparan virus
3. Pembacaan hasil
Perbedaan rapid antigen dan rapid biasa juga bisa dilihat dari pembacaan hasilnya. Karena mendeteksi protein virus secara langsung, hasil rapid antigen dinyatakan sebagai positif atau negatif, sama seperti tes PCR. Sedangkan rapid biasa atau rapid test antibodi dinyatakan sebagai reaktif atau non-reaktif karena hanya mendeteksi respons imun.
Nah sudah tahu kan, perbedaan rapid antigen dan rapid biasa?
https://trimay98.com/movies/dreams-of-eroticism/
Saran Pakar Agar Disease X Tak Jadi Pandemi Setelah COVID-19
Saat COVID-19 masih menyerang, dunia tengah dibuat khawatir dengan munculnya penyakit baru yang disebut Disease X. Salah satu yang dicurigai sebagai Disease X yaitu kasus perdarahan atau hemoragi yang ditemukan di Kongo, Afrika.
Agar penyakit baru yang belum diketahui secara pasti seperti Disease X tidak jadi pandemi baru, perlu dilakukan upaya pencegahan. Epidemiolog dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo memberikan beberapa saran, salah satunya dengan mengawasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, baik itu dari hewan liar maupun ternak.
"Di Indonesia ada beberapa etnis yang mengonsumsi makanan non ternak. Pemerintah juga harus terus mengawasi hewan-hewan tersebut, jangan dilarang untuk memakannya tapi harus diupdate terus kandungan virus, bakteri dan parasit yang ada di hewan itu," jelas Windhu pada CNNIndonesia.com, Senin (5/1/2021).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar