Perairan Selayar di Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang hangat menjadi perbincangan di Tanah Air, bahkan dunia internasional. Itu terjadi karena penemuan drone laut atau seaglider yang belum diketahui dari mana rimbanya.
Seaglider misterius ditemukan oleh nelayan bernama Saeruddin (60) pada 26 Desember 2020, di wilayah perairan Kecamatan Pasimarannu, Selayar, atau tepatnya di perairan Pulau Bonerate. Saeruddin menarik seaglider itu menggunakan tali dan membawa ke daratan.
Usai berhasil di angkat, Saeruddin melihat ada sejumlah benda yang terpasang di dua titik. Menurutnya, kondisi benda-benda itu aktif.
Awalnya, TNI belum menjelaskan apa sebetulnya benda yang ditemukan Saeruddin itu. Orang-orang menyebutnya benda seperti rudal.
Hingga kemudian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintah Komandan Rayon Militer (Danramil) Pasimarannu, Kepulauan Selayar, Kapten Inf Syamsuddin untuk menyerahkan benda mirip rudal itu ke TNI AL.
"Perintah langsung Panglima TNI melalui Lantamal (VI Makassar) dan Lantamal langsung jemput ke sini. Kita tidak tahu apakah langsung dibawa ke Jakarta atau ke Makassar, atau ke Surabaya atau di mana, jadi kita nggak tahu," terang Kolonel Syamsuddin, Selasa (29/12/2020).
TNI AL sendiri mengambil seaglider tersebut di hari yang usai ditemukan. Tak tanggung-tanggung, kapal perang milik TNI AL dikerahkan untuk mengambil benda tersebut.
https://indomovie28.net/movies/a-tale-of-three-sisters/
Selang satu minggu usai ditemukan, tepatnya kemarin, 4 Januari 2021, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) mengumumkan hasil penyelidikan sementara. KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyebut benda mirip rudal yang ditemukan di Selayar adalah seaglider.
"Pada pagi hari ini saya akan menyampaikan tentang alat atau seaglider yang kemarin ditemukan nelayan dari Desa Majapahit, Selayar, yang mana dari temuan tersebut saya bawa ke Hidrosal karena ini lembaga yang kompeten untuk meneliti adanya peralatan tersebut jadi supaya lebih real adanya sehingga alat tersebut kita bawa ke sini," kata Laksamana TNI Yudo Margono dalam konferensi pers 'Penemuan Sea Glider' di Pushidrosal Ancol, Jakarta, Senin (4/1/2021).
Ada apa sih di Perairan Selayar, tempat penemuan seaglider misterius oleh Saeruddin? Apakah ada kaitannya dengan pengoperasian seaglider tersebut? Simak di halaman berikutnya.
Ada Apa di Perairan Selayar?
Perairan Selayar terkenal akan wisata pantainya nan eksotis. Setidaknya terdapat 123 pulau di sana, di mana 20 berpenduduk sedangkan 103 lainnya masih tak berpenghuni.
Setiap pulau memiliki pantai yang indah. Beberapa yang terkenal adalah Pantai Talloya (Desa Bungaya), Pantai Ngapolohe (Desa Bonea Makmur), Pantai Babaera (Desa Bontomarannu), Pantai Liang Tarussu dan Pantai Jeneiya (Desa Bontobarusu), Pantai Bolaiya (Desa Patilereng), Pantai Patumbukang dan Apatana (Desa Loak), dan lain-lain.
Nah, seaglider yang bikin heboh ini ditemukan di Perairan Bonaparte (masuk di kawasan Perairan Selayar). Pulau Bonerate merupakan pulau yang berada di sebelah selatan wilayah Kepulauan Selayar.
Pulau ini juga merupakan salah satu pulau paling ujung wilayah Sulsel. Dia berbatasan langsung dengan Laut Flores. Pulau Bonerate merupakan salah satu pulau dengan daratan terbesar di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Di sana terdapat kawasan Taman Nasional Takabonerate. Taman Nasional Takabonerate ini dikenal sebagai taman laut yang mempunyai kawasan atol (pulau karang) terbesar ketiga di dunia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki data luas atol di Taman Nasional Takabonerate itu. Dikutip dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan, luasan terumbu karang di sana mencapai lebih dari 33 ribu hektar.
Wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri memiliki luas 10.503,69 km persegi wilayah daratan dan lautan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar