Ratus vagina di mana organ intim sengaja diberi uap panas sering diklaim baik untuk kesehatan dan kecantikan. Padahal sebetulnya tren yang populer di kalangan wanita ini sangat tidak disarankan karena malah berisiko.
Kasus terbaru contohnya dilaporkan dalam jurnal Obstetrics and Gynaecology Canada 2019 ada wanita berusia 62 tahun harus dirawat karena vaginanya mengalami luka bakar tingkat dua. Menurut penulis laporan, dr Magali Robert, sang wanita sampai harus menjalani operasi bedah rekonstruksi.
Diceritakan awalnya wanita tersebut ingin mencoba mengatasi masalah vagina kendur. Ia mendapat saran dari terapis pengobatan alternatif China untuk mencoba ratus vagina.
Sang wanita lalu melakukan ratus vagina dengan duduk tepat di atas wadah berisi air mendidih selama 20 menit. Hal ini dilakukan selama dua hari berturut-turut sampai akhirnya rasa sakit memaksa sang wanita untuk pergi ke unit gawat darurat.
"Pemberi layanan kesehatan perlu sadar terapi alternatif yang seperti ini sehingga mereka bisa membantu para pasien wanita membuat pilihan berdasarkan informasi akurat dan menghindari potensi bahaya," kata dr Magali seperti dikutip dari BBC, Jumat (9/8/2019)
Sejak laporan dipublikasi di jurnal beberapa dokter membagikan kisah sang wanita di media sosial. Harapannya dengan demikian semakin banyak yang paham risiko dari ratus vagina. http://kamumovie28.com/amerigeddon-2016/
Rutin Ratus Bisa Bikin Miss V Wangi dan 'Rapat', Mitos atau Fakta?
Ada beberapa jenis terapi yang kerap dilakukan wanita di area organ intim. Salah satunya adalah ratus. Terapi ini dipercaya bisa membuat vagina menjadi wangi dan rapat.
Dikutip dari Prevention, ratus juga disebut-sebut bisa memberikan banyak manfaat lain seperti merangsang produksi hormon, memperbaiki siklus menstruasi, serta melawan infeksi di area organ intim.
Manfaat ini didapat dari uap panas yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah di area panggul. Kondisi ini berefek pada pelebaran pembuluh darah, peningkatan aliran oksigen dan membuat otot vagina menjadi rileks.
Namun demikian, kebanyakan praktisi medis masih belum menemukan bukti ilmiah dari ratus terhadap kesehatan vagina. Salah satunya dikatakan oleh Jacquelyn Stone, MD, FACOG dari Maven Clinic, New York. Menurutnya, berbagai manfaat yang diyakini bisa didapat dari ratus masih minim bukti.
"Menempatkan udara panas pada area tubuh memang bisa meningkatkan aliran darah, tapi ini tidak akan lama bertahan. Maka dari itu pengaruhnya juga tidak signifikan. Selain itu, uap ini juga tidak mungkin masuk ke dalam rahim dan memberi pengaruh apapun," ungkapnya.
Sebelumnya dr Noviyanti SpOG dari RS Mayapada Tangerang juga pernah menuturkan hal serupa. Kepada detikHealth, dr Novi menjelaskan bahwa ratus justru bisa memicu reaksi keputihan dan infeksi.
"Kenapa? karena keseimbangan pH vagina terganggu. Kita mesti jaga flora normal di vagina tetap ada karena flora normal fungsinya memakan flora yang nggak normal," kata dr Novi.
Ia menekankan, hal-hal yang bisa membuat flora normal terbunuh di antaranya prosedur seperti ratus vagina, membasuh vagina dengan sabun sirih, kemudian douching. Menurut dr Novi, untuk membersihkan vagina, cukup basuh dengan air kran mengalir yang bersih. Jika kebetulan air kran di rumah tidak bersih, berbau, atau mengandung kaporit, dr Novi menyarankan baiknya pakai air matang untuk membasuh vagina. http://kamumovie28.com/captain-fantastic-2016/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar