Senin, 06 Juli 2020

5 Fakta Ketika Pasangan Terlalu Sering Bercinta

 Bercinta memiliki banyak manfaat seperti mengurangi stres hingga membantu tidur lebih nyaman. Namun, jika dilakukan setiap hari adakah efek buruk bagi tubuh?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, catat 5 faktanya sebagai berikut.

Sehatkah berhubungan badan setiap hari?
Dikutip dari Refinery29, tidak ada dampak buruk akibat berhubungan badan setiap hari. Selama kamu dan pasangan merasa bahagia dan nyaman tidak ada salahnya melakukan hubungan seks setiap hari.

WebMD mencatat seks memiliki banyak manfaat terutama pada kehidupan seks bersama pasangan. Dijelaskan Lauren Streicher, MD asisten profesor obstetric dan gynecology dari Northwestern University's Feinberg School of Medicine di Chicago bahwa berhubungan seks rutin bisa meningkatkan gairah bercinta sekaligus membakar kalori seperti berolahraga.

Berapa kali seseorang bisa disebut berlebihan melakukan hubungan seks?
Tidak ada batasan resmi yang menjelaskan berapa kali seseorang dikatakan 'terlalu banyak melakukan hubungan seks'. Beberapa data menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa melakukan hubungan seks sekitar seminggu sekali, atau dua hingga tiga kali seminggu. Tetapi data ini tidak menunjukkan jumlah seks yang selama ini umumnya dilakukan pasangan berlebihan.

Apakah normal melakukan hubungan seks setiap hari?
Normal. Hal ini tidak menjadi masalah, begitu juga sebaliknya jika kamu tidak melakukan hubungan seksual setiap hari. Namun, selalu ingat risiko pada kondisi medis masing-masing pasangan.

Berapa kali wanita bisa berhubungan badan setiap hari?
Wanita disebut bisa berhubungan badan satu hingga lima kali dalam satu sesi bercinta dengan segala jenis stimulasi. Beberapa orang bahkan berpendapat lebih dari lima kali, tetapi perlu diingat hal ini menjadi berbeda pada setiap wanita.

Apa efek samping dari bercinta terlalu sering?
Berhubungan seks terlalu sering tetap berisiko memiliki efek samping. Umumnya, mengalami efek samping seperti nyeri otot bahkan cedera saat bercinta. Jika mengalami nyeri saat bercinta sebaiknya tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu.

Terjawab! Bersepeda dengan Celana Padding, Boleh Tetap Pakai Celana Dalam

Celana padding atau celana khusus bersepeda umumnya didesain cukup ketat sehingga tidak perlu pakai celana dalam. Tapi bagi yang masih risih kalau tidak pakai celana dalam, tidak perlu cemas karena dirangkap juga ada manfaatnya.
Menurut praktisi kesehatan olahraga dr Michael Triangto, SpKO, pilihan untuk pakai celana dalam atau tidak seharusnya tidak perlu dipikirkan terlalu berat. Dalam kondisi normal, tidak ada dampak serius dari keduanya.

"Dalam keadaan sehat, bersepeda dalam waktu tidak terlalu panjang, tidak masalah. Apapun bisa kita pakai," kata dr Michael.

Bagi yang merasa risih ketika tidak pakai celana dalam, tidak perlu merasa malu karena melapisi celana padding dengan celana dalam juga ada manfaatnya. Terlebih, menurut dr Michael, ketika bersepeda dalam waktu yang lama dan banyak berkeringat.

Bersepeda dalam durasi yang lama bisa memicu gesekan, yang akan diperburuk oleh keringat berlebih. Menggunakan pelapis berupa celana dalam, bagi sebagian orang, akan membantu penyerapan keringat.

"Celana dalam dapat mengurangi risiko tadi," kata dr Michael.

Dengan catatan tentunya, celana dalamnya tidak dipakai di luar celana padding.
https://cinemamovie28.com/cast/geoff-morrell/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar